Kamis, 23 Mei 2019

“ MENTAL KUAT TUBUH SEHAT “


“ MENTAL KUAT TUBUH SEHAT “

Banyak orang ingin memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Anda hanya perlu melakukan beberapa langkah mudah untuk mencapainya sebab cara memiliki tubuh yang sehat dan kuat tidak sesulit dan serumit yang Anda kira. Mulailah dengan melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan hilangkan kebiasaan yang tidak produktif. Jika Anda memiliki tekad yang kuat, hasilnya akan sepadan dengan usahanya. Ingatlah bahwa tubuh sehat dan kuat harus didukung oleh pikiran yang sehat dan kuat. Kondisi psikologis atau emosional berpengaruh langsung terhadap kondisi fisik dan sebaliknya.

Bulan Puasa bukan menjadi sebuah Penghalang bagi Peserta didik untuk melakukan kegiatan pembentukan karakter siswa , seperti yang dilakukan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir, Pada Hari Jum’at 24/5/2019 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya sebelum pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun Pelajaran 2019-2020 berkumpul di lapangan untuk melaksanakan kegiatan pembiasaan pengembangan pendidikan karakter yaitu membaca Juz Amma, Selesai Membaca Juz Amma Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya berkumpul di lapangan untuk senam pagi , dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd, walaupun tidak ada Guru Olah Raga Bapak Kepala Sekolah Kelahiran April tersebut mengajak senam kepada seluruh siswa / siswi SMP  PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya . Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan tersebut  adalah menciptakan mental yang kuat dan tubuh yang sehat dimana Puasa tidak harus bermalas- malasan bermanja manja , gunakan kegiatan yang positif selama Puasa seperti Pembacaan Juz Amma dan Olah Raga , Sehingga walaupun puasa tubuh tetap bugar dan sehat. Banu Atmoko , Berharap agar seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya mempunyai tubuh yang sehat dan Jiwa yang kuat , agar mereka kelak menjadi manusia yang berguna bagi nusa , bangsa , negara dan agama.











Minggu, 19 Mei 2019

“ Bangkit Untuk Bersatu “




















“ Bangkit Untuk Bersatu “
Kebangkitan pemuda diberbagai bidang diharapkan akan segera terjadi beberapa tahun kedepan. Namun, kebangkitan pemuda harus dibarengi dengan persatuan pemuda dan semangat kesatuan dalam bingkai NKRI. "Beberapa tahun ke depan akan muncul banyak tokoh muda dalam berbagai bidang, namun kemunculan tersebut harus dibarengi dengan persatuan pemuda yang kuat. Ketika ada konflik itu wajar. Jadikan konflik itu sebagai dinamisasi internal saja untuk mematangkan kepemimpinan kita, tanpa perlu muncul ke publik, Pemuda Jangan sampai kehilangkan karakter. Karena kehilangan karakter sama dengan kehilangan segalanya.. "Sebab tidak lama lagi kita akan masuk pada kompetisi Asean Community. Dan hanya dengan kerja keras, pemuda akan menghantarkan bangsa ke level yang lebih tinggi untuk setara dengan bangsa-bangsa besar lainya," "Nasionalisme harus dibangun bersama, dan disadari dengan penggalian semangat dan nilai masa lalu, dimana peran pemuda masa lalu sangat luar biasa peranannya untuk kemerdekan Indonesia. hari ini harus ada langkah untuk melakukan perubahan dengan menegaskan karakter pemuda. Sebab karakter dan nasionalisme pemuda sudah mulai meluntur.
Dalam Rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Yang Ke – 111, SMP PGRI 6 Surabaya , Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Pada Hari Senin 20/5/2019 , Bertepatan dengan Puasa Ramadhan Yang Ke – 15 Melaksanakan Upacara Bendera Dalam Rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke – 111, Dalam kesempatan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Yang Ke – 111 Ini seluruh Peserta Didik menggunakan Pakaian Yang bermacam – macam , ada yang menggunakan Pakaian Adat , Adat Yang Menggunakan Baju Batik dan lain sebagainya , Walaupun dalam suasana Bulan Suci Ramadhan , Seluruh Peserta Didik Kelas 7-9 SMP PGRI 6 Surabaya Dan Kelas 1- Kelas 6 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , yang menjadi petugas Upacara bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional adalah Gabungan dari SMP PGRI 6 Surabaya , sedangkan yang bertindak menjadi Pembina Upacara bendera adalah Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd , Dalam amanatnya Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd menyampaikan sambutan Peringatan Hari Kebangkitan  Nasional Yang Ke-111 Dari Menteri Komunikasi Dan Informatika RI , Dimana Menurut Pembina Upacara Kelahiran Juni  Tahun 1975 , Beliau mengajak  seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk Bangkit dan Bersatu  dalam Mempertahankan NKRI Tersebut  yaitu dengan cara belajar yang rajin  khusus nya Kelas 9 Dan  Kelas 6 Yang akan Lulus Dari Sekolah ini , Tetap semangar , rajin belajar agar Dapat melanjutkan ke jenjang  yang lebih tinggi , sehingga dapat membanggakan orang tua , serta mengharumkan nama sekolah tercinta , berikutnya Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd mengajak seluruh siswa  untuk memerangi Berita HOAX Agar tidak terjadi perpecahan , serta tetap meningkatkan terus Gotong Royong, Seluruh Melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 – Kelas 8 Dan Kelas 1- Kelas 5 Masuk Ke Kelas Untuk Mengikuti Penilaian Akhir Tahun Pelajaran 2018/20219 Untuk Kelas 7- 8 Melaksanakan Penilaian Akhir Tahun Berbasis Android ( ON LINE ) , Sedangkan Peserta Didik Kelas  1- Kelas 5 Menggunakan Off Line . Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa Tujuan dari Upacara bendera Hari ini adalah sesuai Himbauan dari Bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Untuk Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Yang Ke -111 , Serta Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh siswa Untuk bangkit menjaga NKRI Serta  berjiwa Nasionalisame , Apalagi beberapa hari ini Isu Terorisme kembali muncul di Negeri ini , Jadi Banu Atmoko mengajak untuk tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan Demi Menjaga NKRI.









               



Rabu, 08 Mei 2019

“ Hiasi Ramadhan Dengan NGAJI BARENG Tuk Nambah Ilmu Agama “










“ Hiasi Ramadhan Dengan NGAJI BARENG Tuk Nambah Ilmu Agama “
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, karena di dalamnya terkandung beribu kebaikan. Tidak heran pada bulan ini semua umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk tadarus (membaca) Alquran. Pada malam hari Ramadlan, masjid-masjid marak dengan bacaan Al-Qur'an secara silih berganti. Tidak jarang, bacaan tersebut disambungkan pada pengeras suara. Semua itu dilakukan dengan satu harapan: berkah Ramadlan yang telah dijanjikan Allah SWT. Pada bulan Ramadhan, pahala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Abu Hurairah RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memeriahkan bulan Ramadlan dengan ibadah/qiyamu ramadhan; (dan dilakukan) dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu”. (Shahih Bukhari, h.1870) Al-Shan’ani dalam kitabnya Subulus Salam menjelaskan, qiyam ramadhan (dalam hadist  diatas) adalah mengisi dan memeriahkan malam Ramadlan dengan melakukan shalat dan membaca Al-Qur'an. (Subulus Salam Juz II, h. 173) Membaca Al-Quran pada malam hari di bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh agama. Kemudian bagaimana jika membaca Al-Quran secara bersama-sama, yang satu membaca dan yang lain menyimak? Syaikh Nawawi Al-Bantani menjawab, termasuk membaca Al-Quran adalah mudarasah, yang sering disebut dengan idarah. Yakni seseorang membaca pada orang lain. Kemudian orang lain itu membaca pada dirinya. Yang seperti itu tetap sunah.” (Nihayah al-Zain, 194-195) Dapat disimpulkan bahwa tadarus Al-Quran yang dilakukan di masjid-masjid pada bulan Ramadhan tidak bertentangan dengan agama dan merupakan perbuatan yang sangat baik, karena sesuai dengan tuntunan Rasul. Jika dirasa perlu menggunakan pengeras suara  agar menambah syiar Islam, maka hendaklah diupayakan sesuai dengan keperluan dan jangan sampai menganggu pada lingkungannya.
Setelah Libur Permulaan Puasan Selama 3 Hari SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Rabu  8/5/2019, Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya mulai Kelas 7 – Kelas 9 , SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Mulai Kelas 1- Kelas 6 Beserta Bapak / Ibu Dewan Guru Seperti biasa sebelum kegiatan pembelajaran  melakukan kegiatan Literasi AL- Qur’an , Walaupun Bulan Suci Ramadhan baik Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya , Siswa / Siswi  Serta Bapak / Ibu Dewan Guru datang seperti  biasa Jam 06.30 , Seluruh Siswa / Siswi berkumpul di Lapangan Pagi Hari Ini Seluruh Siswa / Siswi Sudah Membawa Juz Amma masing – masing . Sebelum memulai  Ngaji pada pagi hari ini Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bahwasannya Tujuan dari kegiatan ini adalah Peningkatan Keimanan Dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Serta Mengajak seluruh siswa / siswi Selama Bulan Suci Ramadhan Untuk Perbanyak Membaca Al Qur’an , Serta Mengajak Untuk Selalu Mendekatkan Diri Pada Allah S.W.T , Sebelum Mengakhiri Bapak Kepala Sekolah Kelahiran April tersebut Bertanya Kepada Seluruh siswa . Siapa Yang Hari Ini Puasa ???? Semua Langsung Mengangkat tangan serentak baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS” AL-IKHLAS “Surabaya. Banu Atmoko , S.Pd berharap agar Kalian Semua Dapat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1Bulan penuh tanpa ada yang bolong, Selesai Pengarahan Kepala Sekolah Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya langsung membuka Juz Amma Nya Dan Membaca nya ,Selesai membaca mereka langsung masuk ke kelas masing – masing untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar Persiapan Untuk Penilaian Akhir Tahun.  

Sabtu, 04 Mei 2019

“ Indahnya Tradisi Sebelum Ramadhan Ke Makam Leluhur “



“ Indahnya Tradisi Sebelum Ramadhan Ke Makam Leluhur “
Tradisi seperti unggah-unggahan bukanlah tradisi yang baru di masyarakat. Tradisi ini sudah berkembang sangat lama, terutama pada masa Hindu Jawa. Dan karena masih ada masyarakat pendukungnya, tradisi itu tetap bertahan hingga saat ini. Unggah-unggahan yang termasuk salah satu jenis tradisi nyadran atau sadranan sendiri diyakini merupakan metamorfosis dari ritual sraddha yang sudah digelar berabad yang lalu di zaman Majapahit. Konon kabarnya saat itu, untuk mengenang mendiang Ratu Tribuana Tunggadewi, kerajaan membuat sebuah rangkaian bunga berbentuk perahu. Yang diyakini bisa menjadi pengantar arwah dari mendiang sang ratu, menuju ke alam keabadian.Dari situlah tradisi ini terus berkembang. Masyarakat mulai banyak yang mengikutinya hingga kemudian tetap terjaga. Bahkan saat agama Islam mulai masuk dan berkembang di tanah Jawa, tradisi ini juga tetap dilakukan. Semua tak lepas dari upaya para wali untuk menarik hati umat, yang salah satu caranya dengan mengakulturasi beberapa tradisi yang telah berkembang lebih dulu. Salah satunya adalah nyadran.“Nyadran sendiri sebenarnya hanyalah peralihan bahasa dari kata sraddha.Sraddha diambil dari bahasa Kawi yang berarti leluhur, sehingga nyadranbisa diartikan sebagai upaya penghormatan pada leluhur,” bagi masyarakat Jawa, leluhur itu dipandang sebagai sosok yang menjadi perantara kita dengan Sang Pencipta. Karena itulah leluhur yang dalam hal ini adalah para orang tua kita harus senantiasa dihormati. Salah satu bentuknya adalah dengan berkirim doa ataupun mendatangi makamnya untuk berziarah. Terkait dengan pelaksanaanya di bulan Ruwah (bulan sebelum Ramadan), bahwa Ruwah diyakini sebagai bulan yang terkait dengan roh dan arwah. Karena itulah, bulan ini menjadi bulan yang sangat baik untuk menjalankan serangkaian ritual yang terkait dengan roh dan arwah leluhur yang telah meninggal.“Biasanya selain berziarah, masyarakat juga akan bersih-bersih makam. Hal ini juga tak lepas dari upaya menyambut bulan puasa. Yang mana bersih-bersih itu juga merupakan simbol dari upaya pembersihan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan puasa,” terangnya. Bulan Ruwah juga diyakini sebagai pintu masuk menuju bulan Ramadan yang oleh masyarakat Islam dipandang sebagai bulan di mana mereka bisa membersihkan segala bentuk dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidupnya. Karena itulah serangkaian persiapan akan dilakukan di bulan ini termasuk nyadran untuk mengenang para leluhur dan melakukan ritual padusan.Dalam ritual nyadran, seseorang akan dituntun untuk selalu ingat terhadap kematian. Sehingga hal tersebut bisa mendorongnya untuk selalu melakukan introspeksi diri agar tidak menambah dosa dan kesalahan dalam hidupnya. Sehingga akan banyak bekal hidup yang diperoleh guna menyambut datangnya kematian suatu saat nanti.“Tak bisa dipungkiri bahwa dengan menziarahi leluhur, akan ada harapan agar para leluhur bisa memberikan berkah tersendiri pada si peziarah. Sebab para leluhur diyakini menjadi kepanjangan dari tangan Tuhan, sehingga dipandang bisa mewujudkan segala apa yang diharapkan,” Di masyarakat Jawa sendiri ada banyak tradisi lain sebagai bagian dari penyambutan datangnya bulan Ramadan. Ada yang bersifat spiritual yang mengedepankan ritus tertentu sebagai upaya pembersihan hati dan jiwa, ada pula yang mengedepankan seremoni dengan perayaan besar-besaran penuh kegembiraan.
Dalam Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan 1440 H/ 2019 M , Pada Hari Minggu 5/5/2019  Digunakan oleh Penulis Dan Keluarga Untuk Menyambangi Makam Leluhur Di Daerah Rangkah Surabaya , Dimana Penulis Bersama Dengan Ayah , Ibu Dan Kakak Mendatangi Makam Rangkah Surabaya , Kami Pun Berdoa Dimakam Mbah Kakung , Mbah Putri , Budhe , Pakdhe Dan Seluruh Kerabat . Dimana Keluarga Penulis Dimakamkan Di Makam Rangkah Surabaya dan Jadi Satu Area Komplek , Sehingga Lebih Muda Jika Mengunjungi Untuk Doa. Penulis Berharap bahwa Kegiatan tersebut menyadarkan kita akan Kematian  Dan Kita Selalu Ingat Tentang Leluhur Yang Sudah Meningga , Serta Mendoakan Mereka agar Tenang Di Alam , Serta Semoga Keluarga Penulis Sehat Selama Pelaksanaan Ibadah Puasa Dan Semoga PPDB 2019/2020 Dapat Siswa Banyak Berkah Dan Barokah Selamanya.

“ Indahnya Kebersamaan Di Ramadhan CERIA MARHABAN YA RAMADHAN “




















“ Indahnya Kebersamaan Di Ramadhan CERIA  MARHABAN YA RAMADHAN “
Marhaban Ya Ramadhan. Begitu bunyi sekian banyak spanduk di jalan raya menyambut bulan Ramadan. Ia dipahami oleh banyak orang kebanyakan dalam arti “Selamat datang”. Itu tidak salah, tetapi amat sederhana. Kata marhaban terambil dari kata raheb yang berarti luas/lebar. Ia diucapkan kepada tamu untuk menggambarkan bahwa ia disambut dengan hati lapang penuh kegembiraan. Dari akar kata raheb lahir juga kata yang berarti tempat perhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan. Pada hakikatnya, kedua makna di atas inilah yang dimaksud oleh ungkapan di atas. Yakni pengucapnya menilai bahwa bulan Ramadhan adalah tamu agung yang disambut dengan kegembiraan dan lapang dada didasarkan oleh kesadaran bahwa melalui bulan ini kita dapat memperbaiki apa yang salah dari sikap dan kelakuan kita serta mengambil bekal perjalanan menuju ke akhirat. Memang betapa ia tidak disambut gembira oleh mereka yang sadar bahwa dosanya banyak, sedang bulan ini adalah bulan pengampunan, umurnya hari ke hari berlalu tanpa diisi dengan baik, sedang di bulan ini ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, harapannya pun banyak yang belum terpenuhi, sedang di bulan ini Allah menjanjikan pengabulan bagi yang tulus berdoa. Rasul berpesan agar melakukan empat hal pokok dalam bulan ini. Dua di antaranya menjadikan Allah rida, yaitu mengakui keesaan-Nya dan memohon ampunan-Nya, sedang dua lainnya—menurut Rasul—jangan tidak diusahakan meraihnya, yaitu memohon surga dan berlindung dari neraka. Mengesakan Allah bukan sekadar mengakui wujud-Nya yang tidak berbilang, tidak berunsur, tidak beranak dan diperanakkan, tetapi juga tidak mempersekutukan-Nya dalam beribadah, yakni tidak pamrih. Bahkan tidak berkelompok-kelompok yang saling berseberangan sehingga berakibat terpecahnya kesatuan masyarakat (baca QS. ar-Rûm[30]: 32). Memohon ampunan-Nya menuntut pengakuan dosa disertai dengan penyesalan yang mendalam yang mengantar kepada permohonan maaf dan ampun, baik terhadap Allah maupun sesama manusia. Memohon surga dan menghindar dari neraka adalah dengan beramal saleh, yakni mengerjakan yang wajib lalu memilih prioritas sunah yang paling sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. Shalat sunah di waktu malam baik, tapi jangan itu menjadi penyebab terabaikannya kewajiban di kantor. Mengkhatam al-Qur’an baik, tetapi lebih daripada itu adalah mempelajarinya dan memahami maknanya lalu mengamalkannya walau hanya sekian ayat.Dalam konteks meraih surga dan menghindari neraka, Nabi saw. berpesan, “Hindarilah neraka walau dengan separuh kurma.” Maksud beliau, jangan segan melalukan kebaikan walau terasa kecil atau sedikit karena yang kecil lebih baik daripada tiada dan yang sedikit bila berulang menjadi banyak. Beliau juga menyampaikan bahwa, “Seorang yang bergelimang dosa diampuni Allah karena memberi minum seekor anjing.” Di kali lain beliau bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke neraka karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan atau melepaskannya mencari sendiri makanannya.” Kedua contoh di atas adalah amal-amal sederhana, tapi Allah menilainya besar karena keikhlasan dan kasih sayang sosok yang memberi minum anjing dan karena keangkuhan dan ketidakpedulian yang mengurung kucing itu.
Bulan Suci Ramadhan 1440 H Insyah Allah Akan Dilaksanakan Kurang 2 Hari Lagi , Tepatnya Hari Senin Seluruh Umat Muslim Di Seluruh Dunia Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan , SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Dalam Menutup Kegiatan Libur Permulaan Puasa Pada Hari Sabtu 4/5/2019 Seluruh Peserta Didik baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Melaksanakan Kegiatan Ritual Peningkatan Keimanan Dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Dimana Kegiatan Yang Dilakukan Adalah Sholat Dhuha , Sholat Hajat , Pembacaan Istighosah , Pembacaan Yasin , Pembacaan Manaqib dan Ditutup Dengan Pembacaan Sholawat Nabi. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd bahwa Tujuan dari Kegiatan ini adalah Berdoa Kepada Allah S.W.T Agar  Diberikan Kesehatan selama Pelaksanaan Ibadah Puasa Yang Dimulai Hari Senin 6 Mei 2019 Serta , Semoga Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 SMP PGRI 6 Surabaya Mendapatkan Peserta Didik Yang Banyak Berkah Dan Barokah Selamanya , Di samping Itu Menurut  Kepala Sekolah Kelahiran April Tersebut Bahwasannya Tujuan dari kegiatan Ini adalah Ucapan Rasa Syukur Kepada Allah S.W.T Bahwasannya Pelaksanaan USBN-BK , UNBK Berjalan Lancar , Sukses Tanpa adanya Siswa Yang Susulan , Serta Ucapan Rasa Syukur Alhamdulilah  Tahun Lalu Lomba Perpustakaan Sekolah Juara Harapan 1 Sedangkan Tahun Ini , Alhamdulilah Berkat Kerja Keras Dukungan Bapak / Ibu Dewan Guru Serta Wali Murid berhasil Menjadi Juara 3 Lomba Perpustakaan Sekolah , Banu Atmoko , S.Pd berharap agar Seluruh siswa / Siswi Dan Bapak / Ibu Dewan Guru tetap terus bermimpi meraih Prestasi, Selesai Sambutan Bapak Kepala Sekolah , Bapak Achmad Syaifudin , S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Mengajak Seluruh Siswa / Siswi  SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Sholat Dhuha Dan Sholat Hajat Dimana Hajatnya Semoga Di Berikan Kesehatan Untuk Dapat Menjalankan Ibadah Puasa , Semoga Nilai UNBK Nya Baik , Serta Semoga PPDB 2019/2020 Dapat Siswa / Siswi Banyak Berkah Dan Barokah Selamanya, Selesai Sholat Guru Kelahiran 02 Juni 1985 Tersebut Memimpin Pembacaan Istighosah , Yasin , Manaqib Dan Sholawat Nabi . Kegiatan Tersebut di ikuti oleh Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mulai Kelas 7 – Kelas 9 Dan Bapak / Ibu Dewan Guru . Selesai Kegiatan Sholat Dan Istighosah , Sebagai Penutup Kegiatan Libur Permulaan Puasa Moch. Rizal Peserta Didik Kelas 9 Mengajak Teman – Temannya  Kelas 9 , Kenangan Terakhir Di SMP PGRI 6 Surabaya Yaitu Bakar – Bakar Telo Di Lapangan , Dimana Seluruh Siswa Putra Kelas 9 Mencari kayu kayu dan di Tata Di Lapangan. Menurut CITRA AYU Kirana Bahwasannya Kegiatan tersebut sangat berkesan , semoga Kebersamaan Tersebut bisa Di Kenang Selamanya Sampai Kelak Lulus Dari SMP PGRI  6 Surabaya.