Selasa, 28 Maret 2017

“ Jiwa Wira Usaha Ditumbuhkan sedini Mungkin “














“ Jiwa Wira Usaha Ditumbuhkan sedini Mungkin “
Jiwa wirausaha adalah jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang dimiliki sesorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan, jiwa kewirausahaan ditanamkan sejak seseorang mulai sadar bahwa uang itu penting dan seseorang tersebut memeliki keterampilan atau sesuatu hal seperti barang atau jasa yang bisa dijual, sesorang akan belajar untuk lebih mandiri, berfikir kritis, dan maju apabila ditanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, kerena dia akan berfikir tentang bagaimana mengolah hasil dari keterampilan ataupun hasil pembelajaran yang selama ini dia lakukan untuk dijadikan sebuah karya yang dapat dijual, entah itu makanan, pakaian, jasa, atau barang-barang lain. Jiwa wirausaha dapat berkembang seiring dengan inginnya seseorang mencari penghasilan dari faktor keadaan ekonomi yang tidak mendukung, sehingga banyak jiwa kewirausahaan yang tertanam dibenak seseorang akibat desakan ekonomi tersebut, umur bukanlah ukuran untuk menanamkan jiwa kewirausahaan tapi kesadaran akan betapa bernilainya uang untuk dihasilkan, karena banyak dari para wirausahawan memiliki keinginan berwiraswasta karena timbul keinginan terbesar yaitu mencari uang. Umur bukanlah suatu ukuran untuk ditanamnya jiwa kewirausahawan, namun kesadaran akan betapa bernilainya suatu ilmu untuk dapat dijadikan sebuah lahan untuk sebuah wirausaha, atau kapan desakan ekonomi mulai muncul maka jiwa irausaha patut untuk ditanamkan secara mendalam agar potensi-potensi kewirausahaan dari seseorang dapat timbul.

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir . Jiwa Wira usaha sangat dimiliki oleh Tim Eco Preneur Spegrinam Surabaya dimana pada Hari Rabu 29/3/2017 Bertepatan dengan Pelaksanaan Ujian Sekolah Kelas 9 Tim Eco Preneur Spegrinam Surabaya melakukan dagangan Jualan Es Kopyor, Batagor dimana itu semua di jual Rp. 1.000  dan Roti Sosis Di Jual Rp. 2.000 ,- Dimana Tim Eco Preneur Spegrinam Surabaya menjual kepada guru – guru yang mengawasi di Kelas Seperti di Ruang Ujian Bu Mei Ratna Susanti , S.Si dan Bu Rini Hapsari , S.Si membeli dagangan Tim Eco Preneur Spegrinam Surabaya , menurut Bu Mei Ratna Susanti , S.Si dagangan Tim Eco Preneur Spegrinam sangat enak , lezat dan luar biasa . Dia berharap kelak setelah lulus dari spegrinam Surabaya bisa melakukan usaha untuk mendapatkan hasil keuangan yang bisa membantu keluarga. 

“ Peduli Lingkungan Untuk Mengisi Waktu Liburan “
















“ Peduli Lingkungan Untuk Mengisi Waktu Liburan “
 Pada umumnya, usia remaja adalah usia ketika anak Anda menjadi semakin aktif dan berani dalam mencari identitas diri sendiri. Pada masa remaja, pergaulan dengan teman sebaya sangat penting bagi mereka. Anak remaja Anda menjadi sangat rentan terhadap pergaulan yang buruk yang dapat menuntun mereka melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain, misalnya kongkow-kongkow sambil merokok dan minum minuman keras. Namun, tidak semua pergaulan remaja harus menjadi destruktif seperti ini. Anda dapat membantu anak remaja Anda dan teman-temannya aktif terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat yang menggali bakat dan keterampilan mereka. Berikut adalah beberapa saran kegiatan yang dapat dilakukan. Liburan sendiri pada dasarnya adalah saat dimana seseorang dapat menggunakan waktunya untuk lebih dekat dengan keluarga atau teman terdekat yang menghasilkan kepuasan dan rasa senang. Sebagian orang menganggap liburan adalah sebuah keharusan.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Pada hari Selasa 28/3/2017 yang dimana pelajar di Indonesia sedang berlibur , tetapi tidak terkecuali bagi Spegrinam Surabaya, dimana liburan hari ini di gunakan untuk kegiatan positif  bersih – bersih lingkungan mulai dari SMP PGRI 6 Surabaya serta SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya . Adapun kegiatan ini dilaksanakan sore hari Pukul 15.00 , Dimana seluruh anak – anak baik Spegrinam Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS “ bekerja ada yang menyapu halaman sekolah , ada yang membersihkan jendela – jendela kelas ada yang membersohkan ruang UKS , Ada yang membersihkan selokan bahkan ada yang melakukan kegiatan pencangkokan Buah Tin serta yang paling utama adalah memasukan sampah daun ke dalam Tong Komposter. Menurut Banu Atmoko ,S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan ini beliau mengajak  seluruh siswa / siswi Spegrinam dan SDS “ AL- Ikhlas Untuk mengisi liburan dengan hal – hal yang positif , karena saat ini banyak generasi muda yang terlibat hal – hal yang negative seperti penyalahgunaan narkoba , minum minuman keras dan lain sebagainya , Banu Atmoko berharap agar lulusan dari Spegrinam dan SDS “ AL-IKHLAS “ Harus bersih dari Narkoba dan harus sehat.


Jumat, 24 Maret 2017

“ Sekolah Mencetak Menjadi Wirausahawan “
Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru.  Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.  Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah  ekonomi atausekolah tari. Alternatif sekolah dapatmenyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.  Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orangdewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer. Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, di mana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas. Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan. Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya

SMP PGRI 6 Surabaya adalah sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Spegrinam Surabaya membuat pola pembelajaran berbeda dimana tidak hanya teori pembelajaran yang di terapkan kepada peserta didik , tetapi juga aplikasi dari teori yang sudah peserta didik dapat di bangku sekolah , seperti yang terjadi pada hari Jum’at 24/3/2017 , Dimana Siswa Kelas 8 Spegrinam Surabaya melakukan kegiatan berdagang es Cao dan Sosis dimana mulai dari membuat , memasarkan dari mereka sendiri kepada teman – teman mereka baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya. Menurut Mei Ratna Susanti , S.Si bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah mencetak lulusan dari spegrinam Surabaya untuk mampu menjadi seorang wirausahawan yang handal dan yang unggul , sehingga dari berdagang mereka bisa mendapatkan uang untuk biaya hidup mereka , jadi menurut Mei Ratna Susanti , S.Si yang alumni dari Universita Airlangga Surabaya menyampaikan bahwa siswa tidak harus menerima materi pelajaran saja tetapi juga harus bisa menerapkan , seperti yang dilakukan siswa / siswi spegrinam dengan menjual produk es cao dan sosis, apalagi banyak sekali yang antre membeli dagangan mereka, apalagi habis olah raga dagangan mereka pun langsung laris manis di serbu .
















Kamis, 23 Maret 2017

“ Pembelajaran Dengan Teman Se Baya “










“ Pembelajaran Dengan Teman Se Baya “
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. teman sebaya diartikan sebagai kawan, sahabat atau orang yang sama-sama bekerja atau berbuat. Santrock (2007:55) mengatakan bahwa kawan-kawan sebaya adalah anak-anak atau remaja yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Teman sebaya itu memang sangat positif khususnya dalam kegiatan pembelajaran , seperti yang terjadi di SMP PGRI 6 Surabaya pada hari Kamis 23/3/2017  Sore hari ini yang memimpin istighosah tidak mendatangkan ustad atau kyai tetapi dari siswa kelas 8 Yaitu  Achmad Rizal Afandi dan Muhamad Rafil Siswa Kelas 9 . Dalam kesempatan ini Achmad Rizal Afandi membacakan Yasin , Dan Istighosah sedangkan Muhamad Rafil Membaca Manaqib , dalam kesempatan ini seluruh siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengajian tersebut , mengingat yang memimpin pengajian istighosah tersebut adalah rekan dari mereka sendiri. Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah  mengaplikasikan kegiatan pembelajaran kurikulum 2013 dalam KI 1.KI 2 serta ingin mencoba pembelajaran dengan Teman  sebaya yang di harapkan pembelajaran tersebut  bisa efektif dan efesien