Jumat, 22 Januari 2016

UNAS ON LINE SAPA TAKUT ?????

“Unas On Line Sapa Takut “
Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau 
sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak  Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir  dalam rangka mempersipakan Ujian Nasional On Line Pada Hari Jum’at 22/1/2015, Mengadakan kegiatan Try Out On Line yang diadakan oleh MKKS SMP Swasta Surabaya , Adapun Try Out pada hari ini SMP PGRI 6 Surabaya melaksanakan dengan sangat sederhana dimana dilakasanakan di ruang Perpustakaan, Dimana Try Out Ujian Nasional ini setiap siswa kelas 9 diwajibkan membawa HP yang android , Laptop atau Tablet, Mengingat jumlah yng memiliki Laptop , Tablet dan HP Android Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  membagi menjadi 2 ( Dua ) Gelombang I yaitu absen 1-15 Gelombang Pertama Jam 08.00 – 10.00, Sedangkan gelombang II  Yaitu absen 16 – 28 Jam 11.00 – 13.00, Sebelum memulai kegiatan Try Out On Line ini Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan sambutannya yaitu agar seluruh peserta didik kelas 9 mengerjakan soal sendiri dengan jujur berapapun hasil nilai yang diperoleh sebagai cambuk menyiapkan Ujian Nasional pada tanggal 9 – 12 Mei 2016 , Disaping itu menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa dalam menyiapkan Ujian Nasional jadual pelajaranya adalah Senin – Kamis Para Guru – guru membahas latihan soal – soal dari Tim Kualita Pendidika Indonesia ( KPI ) Sedangkan hari Jum’at digunakan untuk latihan Try Out seperti yang terjadi saat ini , Selesai Memberikan sambutan Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si selaku Tekhnisi di bantu oleh Ibu Rini Hapsari , S.Si selaku Proton di SMP PGRI 6 Surabaya menjelaskan tekhnis tata cara kegiatan Try Out On Line pada pagi hari ini, Dimana Ibu Mei Ratna Susanti ,S,Si menjelaskan langkah – langkah Try Out , sedangkan Ibu Rini Hapsari , S.Si mendampingi peserta didik Kelas 9 yang membawa HP, Laptop dan Tablet . Adapun waktu Try Out dari MKKS SMP Swasta Surabaya ini adalah 2 ( Dua ) . Menurut Lutfia Turfa Peserta Didik Kelas 9 Berharap dengan latihan soal Try Out On Line ini pada saat Ujian Nasional nanti bisa mendapatkan nilai terbaik serta bisa membanggakan orang tua untuk masuk ke SMA/SMK Negeri Favorit di  Kota Surabaya.
Menurut Ibu Ratih Sari Wijaya , S.Pd Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Ibu Sugiarti , S.Pd penanggung Jawab Perpustakaan berharap ke depannya kegiatan ini tidak hanya untuk Try Out On Line , tetapi juga bisa digunakan untuk UTS , UAS Bahkan Ujian Sekolah Kelas IX  agar bisa menghasilkan nilai – nilai yang obyektif jujur dari siswa seperti harapan Menteri Pendidikan Nasional dan Ibu Walikota Surabaya .
Buah Karya :
Zulfarhan Mustofa Hadi
Siswa Kelas IX
SMP PGRI 6 Sura

















Rabu, 20 Januari 2016

“ Mencetak Generasi Islami yang Berakhlaqul Karimah”

“ Mencetak Generasi Islami yang Berakhlaqul Karimah”
Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalanHijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya. Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu. Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.
Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadits telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.
Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.
Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,
صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ
Artinya:
Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Dia menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.
SMP PGRI 6 Surabaya , Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan  yang terletak di Jl. Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir Pada hari  Rabu 20/1/2015   Mengadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W 1437 H / 2016 M , Dalam kesempatan Peringatan Maulid Nabi tersebut hadir Ibu Camat Semampir Ibu Hj Hindun  Robbah , S.Pd , M.Si dan Bapak Lurah Wonokusumo  Bapak Andre , M.Si , dalam kesempatan ini Ibu Azamiyah , S.Pd . I Selaku Ketua Panitia Mengucapkan terimakasih dan dukungan semua pihak , selanjutnya sambutan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan  selamat datang kepada Ibu Camat Semampir di Sekolah Pinggiran dan Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan bahwa Tema Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W  1437 H / 2016 Adalah “ Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W  kita tingkatkan Profesionalisme kerja untuk menjadikan generasi islam yang berakhlaqul karimah , selanjutnya Ibu Camat Semampir Ibu HJ Hindun Robbah , S.Pd , M.Si menyampaikan pesan kepada wali murid untuk  selalu menyayangi putra / putrinya  serta beliau berpesan atas nama Pemerintah Kota Surabaya agar mewaspadai orang – orang yang mencurigakan dan tidak di kenal  di masyarakat serta melaporkannya kepada pihak RT/RW bahkan sampai ke Kecamatan serta mewaspadai organisasi – organisasi yang benar, Sambutan berikutnya yaitu Bapak Lurah Wonokusumo Bapak Andre , M.Si  menyampaikan bahwa SMP PGRI 6 Surabaya walaupun sekolah pinggiran tetapi banyak sekali prestasi – prestasi , beliau berpesan kepada wali murid SMP PGRI 6 Surabaya jika punya saudara , tetangga untuk memasukan sekolah ke SMP PGRI 6 Surabaya & SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya yang sudah teruji dan terbukti mampu mencetak generasi yang berpretasi.

Acara Selanjutnya yaitu Ceramah Agama yang disampaikan oleh Bapak Drs. KH Imam Chambali Pengasuh Pondok Pesantren AL-Jihad Surabaya , Dalam ceramahnya berpesan agar para orang Tua / Wali Murid untuk selalu mendoakan anak – anak mereka walaupun anak – anak mereka nakal , karena anak itu adalah anugrah dari Tuhan yang harus di jaga  serta merekalah yang kelak mendoakan kita jika kita sebagai orang tua meninggal , Acara Terakhir penutup di isi oleh Hiburan Tari saman , Puisi SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya , Tari Ul tramen serta  Group AL- Banjari Spegrinam Surabaya sebagai penutup acara mauled Nabi Muhammad S.A.W tersebut , sebagai akhir acara Para wali murid baik SMP PGRI 6 Surabaya & SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya mendapatkan bingkisan dari sekolah, Menurut Ibu  Siti Asnah Wali Murid dari Aqidatul Izzah berharap SMP PGRI 6 Surabaya & SDS “ AL-IKHLAS “  semakin sukses dalam mendidik dan mengantarkan siswa / siswinya dalam menggapai prestasi 

Rabu, 13 Januari 2016

“ Pembelajaran Mengaji Untuk Mewujudkan Pendidikan karakter”





“ Pembelajaran Mengaji Untuk Mewujudkan Pendidikan karakter”
Revolusi Mental adalah  Perubahan Dalam cara kita  berpikir dalam bertindak  dan bekerja menghadapi keadaan tertentu. Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jl. Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir. SMP PGRI 6 Surabaya & SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya yang merupakan satu komplek pada semester 2 ini menerapkan pola berbeda , dimana setelah hari sabtu 9/1/2016 Mas Achmad Hidayat , S.Sos dari Komunitas Bibit Unggul memberikan motivasi kepada guru – guru dan wali murid SMP PGRI 6 Surabaya melakukan perubahan mental siswa , dimana pada hari kamis 14/1/2016 Seluruh siswa / siswi SMP  setiap pagi hari jam 06.30 sudah berkumpul di lapangan untuk melakukan kegiatan pembiasaan yaitu membaca Juz Amma dan Membaca Asmaul Husnah , dalam kesempatan ini Bapak Fanny Hardian Febriansyah , S.Pd bersama dengan Ibu Azamiyah , S.Pd . I  mendampingi seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya & SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya, dimana  seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  membawa Juz Amma vdan membaca seksama Juz Amma tersebut, sedangkanYang membaca Asmaul Husnah adalah siswa kelas 1 SDS AL-IKHLAS “ Surabaya. Saya  Selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa tujuan kegiatan mengaji ini membentengi siswa agar memiliki karakter yang baik serta agar bisa fresh dalam menghadapi pelajaran setiap pagi hari , hal ini sesuai arahan dari Bapak Presiden tentang Revolusi Mental sehingga saya berharap lulusan dari SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya disamping cerdas akademik juga mempunyai akhlaq yang baik .

Senin, 21 Desember 2015

“ Berbagi Di Imtihanan TPA Qiroati Khairur Ridwan “
































“ Berbagi Di Imtihanan TPA  Qiroati Khairur Ridwan “
Haflah imtihan merupakan sebuah acar yang pada umumnya ada di.
Haflah Imtihan Terdiri dari dari dua kata, pertama haflah dan yang kedua adalah imtihan. Haflah artinya Perayaan/pesta, sedangkan imtihan adalah Ujian/ulangan/tes. Berarti Haflah imtihan adalah Perayaan setelah imtihan atau ulangan. Diantaranya acara yang sering digelar di HIPA ini adalah acara yang ditampilkan dan diorganisir oleh santrinya juga.
Haflah imtihan menuntut kreatifitas santri. Sebuah acara yang meriah akan berlangsung tergantung yang mengaturnya. jika yang mengaturnya atau yang membuatnya itu biasa-biasa saja, maka acaranya pun akan biasa-biasa saja. Namun sebaliknya jika yang mengkoordinirnya itu kreatif cerdas dan ingin memeriahkan acara tersebut maka, acara tersebut akan meriah. Ini menjadi latihan bagi santri selain cerdas dikelas saja. namun satri juga dituntut untuk bisa berfikir secara cerdas diluar kelas atau dilapangan. 
Metode  Qiroati ini disusun oleh H. Ahmad Dahlan Salim Zarkasyi, semarang. Terbitan pertama pada tanggal 1 Juli 1986 sebanyak 8 jilid. Setelah dilakukan revisi dan ditambah materi yang cocok. Dalam praktek pengajaran, materi qiroati ini dibeda-bedakan, khusus untuk anak-anak pra sekolah TK (usia 4-6 tahun) dan untuk remaja dan orang dewasa. Metode qiraati adalah suatu metode membaca Al-Qur'an yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Dalam pengajarannya metode qiroati, guru tidak perlu memberi tuntunan membaca, namun langsung saja dengan bacaan pendek.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang  terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir  Pada hari senin 21/12/2015 Tim Drumband Ceria Nada Spegrinam Surabaya mendapatkan undangan dari TPA Qiroati Khairur Ridwan yang terletak di depan SMP PGRI 6 Surabaya, Dimana Tim Drumband Ceria Spegrinam Surabaya mengiringi 5 santri/santriwati dari TPA Khairur Ridwan yang berhasil lulus Metode qiroati. Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan akhir dari kegiatan setelah memburu piala di penutup akhir tahun , dimana kegiatan tersebut Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat seperti yang terjadi pada sore hari ini. Tim Drumnad Ceria Nada Spegrinam Dengan lantang mengiringi santriwan / santriwati serta 5 Lulusan mengelilingi daerah Bulak Rukem – Mrutu Kalianyar-Bulak Jaya- Bulak Rukem Gang V – Bulak Rukem Gang II Dan Kembali ke Gang III, Menurut Ustadzah Fatonah bahwa kegiatan ini disamping kirab Untuk imtihanan juga untuk memperingati Maulid Nab Muhammad S.A.W , Sesampai di depan TPA Ustadzah Fatonah di damping santri / santriwati serta Ustadzah memotong balon sebagai tanda kegiatan imtihan TPA Khairun Ridwan tersebut  dan Ustadzah fatonah berharap agar lulusan TPA Khairun Ridwan bisa meraih mimpi terbang tinggi  seperti balon.