Selasa, 15 Februari 2022

“ AJAK DAN AJARKAN BAKAT MINAT SISWA MEMBUAT PETA DAN LAMBANG NEGARA MELALUI MEDIA TELENAN DAN KARDOS BEKAS “

 




























“ AJAK DAN AJARKAN BAKAT MINAT SISWA

MEMBUAT PETA DAN LAMBANG NEGARA

MELALUI MEDIA TELENAN DAN KARDOS BEKAS 

HARI KE - 46

 

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang benar-benar merupakan hal baru atau sesuatu ide baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikannya suatu hal baru. Selain itu, kreativitas adalah hal-hal yang membuat kita takjub dengan hal-hal baru, karena kreativitas bisa mewujudkan ide-ide cemerlang kitaMinat cenderung pada keadaan dimana individu memiliki perhatian khusus terhadap sesuatu dan ingin mempelajarinya lebih dalam, sedangkan bakat seperti yang sudah dibahas sebelumnya yaitu sesuatu yang sudah melekat sejak lahir. Bakat umum merupakan kemampuan atau potensi dasar seseorang dan dimiliki setiap individu.

Dalam mewujudkan Bakat Minat dan kreativitas Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 15/2/2022  Mengadakan Kegiatan UJIAN PRAKTIK Untuk Siswa / Siswi Kelas 9 , Dimana Ujian Praktik Untuk Siswa / Siswi Kelas 9 Pada Hari Selasa 15/2/2022 Ujian Praktik Jam pertama Jam 07.30 Sampai 10.00 Mata Pelajaran IPS  Yaitu Membuat PETA , Tetapi dalam kesempatan ini membuat PETA Tidak di Kertas GAMBAR Atau KAIN , Melainkan Di Telenan , Dimana Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sudah menyiapkan TELENAN , Pensil , Penggaris , Penghapus , CAT WARNA . Di Ruang Kelas Sangat Enjoy dan sangat Kreatif dalam membuat PETA Tersebut di TELENAN Dalam kesempatan tersebut yang menjadi Penguji Ujian Praktik IPS Adalah Ibu M. RACHMA WIDJAJATI,S.Pd , M.Si .

Sedangkan Sesi Kedua Pukul 11.00 Sampai Pukul 12.00 Siswa / Siswi Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya Yaitu UJIAN Praktik PPKN  Membuat GAMBAR LAMBANG Negara Indonesia Di KERTAS KARDOS Dan Di BERIKAN WARNA Yang Begitu sangat Menarik Dimana yang menjadi Penguji Kegiatan Tersebut adalah Ibu MEI KURNIATUL ADAWIYAH ,S.Pd

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya sangat bangga kepada siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya di masa Pandemi COVID 19 Seperti saat  ternyata mereka mampu untuk mengembangkan bakat minat dan kreativitas mereka melalui sebuah KARYA Yang tidak bisa dinilai oleh apapun  Dan Beliau bangga Hasil Karya siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya sangat luar biasa

Dalam Kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menghaturkan banyak terimakasih kepada Bapak / Ibu Orang Tua Wali Murid dan Bapak / Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya Sudah Mendukung dengan Hati Putra / Putrinya untuk Mengembangkan Bakat Minat Dan Kreativitas yang dimiliki  untuk Menjadi Generasi EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER Serta Kegiatan UJIAN PRAKTIK Dimana Di SMP PGRI 6 Surabaya Harus Mampu menghasilkan Sebuah PRODUK Untuk Di lakukan UNJUK GELAR / Pameran Kepada Wali Murid , Sehingga Harapan Sekolah WALI MURID Juga Bangga Dengan HASIL KARYA Putra / Putri Mereka .

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan Surabaya

 

Senin, 14 Februari 2022

“ MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER KITA JADIKAN PELAJAR SURABAYA UTARA MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER”

 

“ MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER



































KITA JADIKAN PELAJAR SURABAYA UTARA

MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER”

HARI KE - 45

 

Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernah bisa ditinggalkan. Sebagai sebuah proses, ada dua asumsi yang berbeda mengenai pendidikan dalam kehidupan manusia. Pertama, ia bisa dianggap sebagai sebuah proses yang terjadi secara tidak sengaja atau berjalan secara alamiah. Dalam hal ini, pendidikan bukanlah proses yang diorganisasi secara teratur, terencana, dan menggunakan metode-metode yang dipelajari serta berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati mekanisme penyelenggaraannya oleh suatu komunitas masyarakat, melainkan lebih merupakan bagian dari kehidupan yang memang telah berjalan sejak manusia itu ada. Pengertian ini merujuk pada fakta bahwa pada dasarnya manusia secara alamiah merupakan makhluk yang belajar dari peristiwa alam dan gejala-gejala kehidupan yang ada untuk mengembangkan kehidupannya. Kedua, pendidikan bisa dianggap sebagai proses yang terjadi secara sengaja, direncanakan, didesain, dan diorganisasi berdasarkan aturan yang berlaku, terutama perundang-undangan yang dibuat atas dasar kesepakatan masyarakat. Misalnya, UU Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan dasar penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itulah, kata pendidikan yang berasal dari bahasa Inggris education, berasal dari bahasa Latin educare atau educere, yang artinya melatih atau menjinakkan; juga berarti menyuburkan Dalam dunia pendidikan, ada tiga ranah yang harus dikuasai oleh siswa, yakni ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ranah afektif berkaitan dengan attitude, moralitas, spirit, dan karakter, sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang sifatnya procedural dan cenderung mekanis. Dalam realita pembelajaran di sekolah, usaha untuk menyeimbangkan ketiga ranah tersebut memang selalu diupayakan, namun pada kenyataannya yang dominan adalah ranah kognitif kemudian psikomotorik. Akibatnya, peserta didik kaya akan kemampuan yang sifatnya hard skill namun miskin soft skill karena ranah afektif yang terabaikan. Gejala ini tampak pada output pendidikan yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, pintar, juara kelas, namun miskin kemampuan membangun relasi, bekerja sama dan cenderung egois, bahkan tertutup.Padahal, pendidikan pada esensinya merupakan sebuah upaya dalam rangka membangun kecerdasan manusia, baik kecerdasan kognitif, afektif maupun psikomotorik. Oleh karenanya, pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan agar menghasilkan generasi yang unggul; unggul dalam ilmu, iman dan amal. Suatu bangsa pastinya tidak ingin menjadi bangsa yang tertinggal atau terbelakang. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk kemajuan bangsanya. Untuk menghadapi kecanggihan teknologi dan komunikasi yang terus berkembang maka perbaikan sumber daya manusia juga perlu terus diupayakan untuk membentuk manusia yang cerdas, terampil, mandiri dan berakhlak mulia.Salah satu upaya untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia adalah munculnya gagasan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia. Gagasan ini muncul karena proses pendidikan yang selama ini dilakukan dinilai belum sepenuhnya berhasil dalam membangun manusia Indonesia yang berkarakter atau bahkan bisa dikatakan pendidikan telah gagal dalam membangun karakter bangsa.

Pendidikan Karakter sangat diperlukan  Apalagi sudah hampir 3 Tahun  kita semua di sibukan dengan adanya PANDEMI COVID – 19 Yang Melanda negeri ini , Makanya Pada Hari RABU 9/2/2022 Bertempat di Aula SMP YP 17 Surabaya Kepala SMP  Swasta Surabaya Utara Dan WAKA Kurikulum  mendapatkan Ilmu dari Ibu ISTUNINGSIH ,S.Pd ,M.Pd Selaku Pengawas Pembina Wilayah Surabaya TIMUR Dan  Bapak Drs. ADJI SUHARKO , M.Si Selaku Pengawas Pembina Wilayah Surabaya Utara

Dalam kesempatan tersebut Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang  terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir mengajak  kepada Bapak / Ibu Kepala Sekolah Dan WAKA Kurikulum SMP Swasta Surabaya Utara  Untuk Lebih Intens Pendidikan Karakter / Profil Pelajar Pancasila Lebih Di Giatkan atau di gencarkan apalagi di masa Pandemi COVID 19 Seperti saat ini  yang dimana di masa Pandemi COVID 19 Sudah sangat mulai luntur Sehingga Penulis berharap Dengan Hal Tersebut  Pelajar Surabaya Utara Bisa Menjadi GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan Surabaya

Minggu, 13 Februari 2022

“SUSAH SENANG HANYALAH TITIPAN , JALANI HIDUP INI DENGAN SYUKUR Dalam Mengantarkan GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER “

 












“SUSAH SENANG HANYALAH TITIPAN , JALANI HIDUP INI DENGAN SYUKUR Dalam Mengantarkan

GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER 

Hari ke -44

 

Semua yang kita miliki, kita pakai, kita senangi dan cintai, tak lebih hanyalah titipan Allah SWT yang suatu saat akan diambil kembali. Sehingga, selagi kita masih ada kesempatan memilikinya, hargailah dan syukuri kehadirannya. Selagi, Allah SWT masih mempercayakannya kepada kita, maka jangan pernah sia siakan. Jalanilah kehidupan yang Allah limpahkan dan titipkan dengan penuh rasa syukur. Tidak perlu berlebihan, cukup apa adanya. Karena saat Allah mengambil semuanya, termasuk kehidupan kita nantinya, di saat itulah kita akan mempertanggungjawabkan segalanya.

Pada hari Jum’at 11/2/2022 Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Pukul 08.00 Mendatangi Undangan Ibu ANI SETYORINI ,S.Pd Kepala SMP AL-IKHLAS Surabaya JL TANJUNG SADARI No 59 Surabaya Disana Penulis Tidak hanya sendiri menghadiri Undangan Ibu ANI SETYORINI ,S.Pd Dimana yang hadir Antara Lain  Bapak Drs. ASIF CHOZIN ,MM Kepala SMP KAWUNG 1 Surabaya , Bapak SYAHRUL ,S.Pd Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 , Bapak ANAS FAUZI ,S.Pd Kepala SMP MUJAHIDIN Surabaya , Bapak Drs. AGUNG AMBAR SATRIJO ,MM Kepala SMP HANGTUAH 4 Surabaya , Bapak ARIEF HIMAWAN ,S.Ag , M.Pd Kepala SMP MUHAMMADIYAH 11 Surabaya , Bapak MIFTAHUL ARIF ,S.Si Kepala SMP UNESA 1 Surabaya , Ibu LULUK SRI RAHAYU ,S.KH Kepala SMP TUNAS BUANA , Ibu HENTRI POERWIDIJATI,S.H Kepala SMP PGRI 5 Surabaya , Ibu Dra ERDIJANAH  Kepala SMP SASANA BHAKTI , Ibu Dra SRI WAHYUNI Kepala SMP PGRI 7 Surabaya  Dan Bapak Drs. H. MAHFUDZ , M.Pd . I

Disana Ibu ANI SETYORINI ,S.Pd menyampaikan Semoga SADULURAN Ini Terus Sampai MAUT Yang memisahkan , Dalam Kesempatan ini Penulis juga menyampaikan bahwa  SUSAH SENANG HANYALAH TITIPAN , JALANI HIDUP INI DENGAN SYUKUR Dalam Mengantarkan GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER 

Dalam Kesempatan Ini Alhamdulilah Abah MAHFUD Di PIJAT Oleh ABAH ASIF , Sehingga Beliau Alhamdulilah Sehat Kembali sambil bercanda

 

 

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan Surabaya