Selasa, 03 Agustus 2021

“ RINDU PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN HAUS PRESTASI UNTUK HARUMKAN NAMA SEKOLAH “

 









































“ RINDU PEMBELAJARAN TATAP MUKA

DAN HAUS PRESTASI UNTUK HARUMKAN NAMA SEKOLAH “

HARI KE- 567

 Prestasi berasal dari bahasa Belanda, yaitu prestatie, yang berarti hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dilakukan. Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan dalam menghadapi situasi di semua bidang kehidupan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa istilah prestasi adalah hasil dari upaya yang dilakukan oleh seseorang. Untuk menjadi sukses, semua orang harus menghadapi tantangan mereka sendiri (seperti bakat, potensi, kecerdasan atau intelektual, minat, motivasi, kebiasaan, emosi, kesehatan dan pengalaman pribadi) dan orang-orang dari lingkungan (seperti tantangga, keluarga, sekolah, komunitas, fasilitas dan infrastruktur, fasilitas, nutrisi dan perumahan).

Pembelajaran Tatap muka itu adalah sesuatu yang di inginkan oleh setiap sekolah dalam hal ini guru , dimana mereka bisa mengajar dengan nyaman kepada peserta didiknya , untuk  berkarya dan meraih prestasi  Seperti yang dilakukan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Ruken III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Di Masa PPKM Darurat Ini banyak Event lomba yang di ikuti Seperti yang dilakukan Pada Hari Selasa 3/8/2021 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya mengikuti Lomba YEL- YEL NARKOBA . Adapun Kegiatan ini adalah untuk menyadarkan kepada Generasi Muda Untuk Memerangi NARKOBA Serta Kegiatan ini adalah mengajak Siswa / siswi Untuk Terus berkarya dan berprestasi di masa Pandemi COVID.

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk terus berkarya dan berprestasi . JANGAN TAKUT GAGAL Dan KALAH , Karena Itu Adalah KUNCI Kalian Meraih Sukses . Makanya Penulis MERINDUKAN Pembelajaran Tatap Muka Agar Guru – Guru Bisa Lebih Fokus Membimbing Untuk Meraih Prestasi Seperti LOMBA YEL – YEL NARKOBA Ini. Kegiatan YEL- YEL NARKOBA Ini Di Bina Oleh Bapak NURIL MUHTADDIN ,S.Pd Selaku Pelatih Drumband Dan KAK SYAHRUL ,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka Di SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Senin, 02 Agustus 2021

“ TERIMAKASIH BANYAK BUAH TANGAN DARI SAHABAT UNTUK PENULIS DAN KELUARGA DALAM PEMULIHAN MENAMBAH IMUN “

 















“ TERIMAKASIH BANYAK BUAH TANGAN

DARI SAHABAT UNTUK PENULIS DAN KELUARGA

DALAM PEMULIHAN MENAMBAH IMUN “

Hari Ke- 566

Menurut kamu apa sih yang bikin seseorang itu layak untuk disebut teman baik? Jawabannya mungkin bisa dilihat dari perlakuannya terhadap kita. Seorang teman baik pastilah menaruh rasa peduli pada diri kita dan juga problem-problem yang kita punyai. Tapi, setiap orang pasti punya cara masing-masing dalam menunjukkan kepeduliannya. Ada yang cenderung memanjakan, ada yang memberi perhatian berlebih, ada yang rela berbohong demi menenangkan hati temannya, dan ada juga yang memberikan tough love. Hmm, agak susah juga sih menyebut tough love dalam bahasa Indonesia. Kalau diartikan, frasa itu bisa disebut juga sebagai cinta yang keras atau cinta yang tegas. Kalau lihat di kamus Cambridge, tough love itu artinya: “Perbuatan yang dengan sengaja tidak memperlihatkan terlalu banyak kebaikan kepada orang yang sedang punya masalah, supaya orang itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.” Seseorang yang memberikan tough love nggak akan sekadar memberi komentar palsu yang cuma menyenangkan hati temannya yang lagi punya masalah; ia bakal membeberkan kenyataan, sepahit apa pun itu. Ia nggak bakal mengeluarkan kata-kata seperti, “Nggak apa-apa, kamu nggak salah kok di sini” ketika ia merasa temannya itu salah; ia bakal berkata jujur dan mengkritik temannya itu. Ia juga nggak bakal berpura-pura mendengarkan curhatan temannya yang menangis tersedu sedan karena baru putus; ia bakal meminta temannya itu untuk move on dan berhenti bertingkah cengeng. Ya, tough love memang diperlukan dalam hubungan pertemanan, karena bukankah teman yang baik itu adalah orang yang peduli terhadap kita? Dan kejujuran yang bisa membuat kita jadi orang yang lebih baik adalah bentuk kepedulian yang lebih nyata daripada kebohongan manis. Maka bisa dibilang, hubungan pertemanan sejati pasti mengandung tough love. Hanya saja, ada satu masalah nih dari sikap seperti itu. Kamu juga mungkin sudah menyadarinya. Yup, masalah itu adalah: nggak semua orang bisa menerima kritikan dan kejujuran yang pahit, apalagi jika kejujuran tersebut membuka kelemahan dan kekurangan seseorang.

Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 2/8/2021 Pukul 11.30 Kedatangan Sopir GRAB , Dimana  Penulis sangat kaget saat kedatangan SOPIR Grab  Dengan membawakan Buah Tangan Buah – Buahan . Pada saat Penulis Tanya dari Sapa Buah Ini Ke SOPIR GRAB ??? Sopir Grab Menjawab dari Ibu  Dra HJ WIWIK WAHYUNINGSIH ,MM

Alhamdulilah Buah Tangan Buah Tangan Tersebut Di Terima Oleh Penulis , Dalam Kesempatan tersebut Penulis menghaturkan banyak terimakasih kepada Ibu  Dra HJ WIWIK WAHYUNINGSIH ,MM  Kepala SMP 17 Agustus 1945  Yang Sangat Peduli dan Perhatian  kepada penulis , dimana Buah Tersebut Kata Bu WIWIK Untuk Menambah Imun Keluarga Penulis yang lagi sakit. Semoga Amal Baik Ibu  Dra HJ WIWIK WAHYUNINGSIH ,MM  Diterima Allah S.W.T Serta Semoga Ibu  Dra HJ WIWIK WAHYUNINGSIH ,MM  lancar Rezekinya Sehat Selalu. Terimakasih Banyak Ibu  Dra HJ WIWIK WAHYUNINGSIH ,MM  Yang sudah sangat perhatian kepada Penulis yang selama ini Beliau sudah bersahabat lama dengan Penulis

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 01 Agustus 2021

“ TERIMAKASIH ALKINDO ATAS BANTUAN MASKERNYA LINDUNGI DIRI KITA DAN ORANG LAIN DARI PENYEBARAN COVID 19 “

 












“ TERIMAKASIH ALKINDO ATAS BANTUAN MASKERNYA

LINDUNGI DIRI KITA DAN ORANG LAIN

DARI PENYEBARAN COVID 19 “

HARI KE -565

Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri dari paparan Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19) yang dapat menular melalui percikan air liur (droplet) dari penderita. Amankah memakai masker sepanjang hari? Jawabannya bisa keduanya. Aman, karena di masa new normal setiap orang harus mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker untuk menjaga diri dari tertular dan menularkan Covid-19. Penggunaan masker menjadi tidak aman jika satu masker dipakai sepanjang hari karena berpotensi menimbulkan risiko buruk untuk kulit. Selain rasa tidak nyaman yang ditimbulkan, juga akibat kelembapan hembusan napas yang dapat menyebabkan iritasi kulit di sekitar mulut, bahkan dapat memicu munculnya jerawat. Oleh sebab itu, maka kita harus mengenali masker yang kita gunakan agar dapat efektif sesuai dengan fungsinya untuk melindungi diri di era new normal ini. Setiap pegawai yang akan melaksanakan WFO harus mengetahui dan wajib mematuhi protokol kesehatan, terutama menggunakan masker. Selain memakai masker yang dibawa sendiri, Masker menjadi alat pelindung yang penting dikenakan saat ke luar rumah. Hendaknya kita mengenali bahan yang terbaik sehingga dapat memblokir virus sekaligus memberikan kenyamanan saat dipakai, seperti bahan yang mengandung kapas dan polyester yang paling efektif untuk menangkal virus. Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah cara melepas masker yang telah dipakai. Tidak perlu terburu-buru ketika melepas masker. Bukalah tali masker dari salah satu telinga terlebih dahulu dan bagian luar masker usahakan tidak mengenai wajah ataupun tangan, lalu bungkus dengan tisu dan masukkan ke dalam plastik untuk selanjutnya disimpan dan sesampainya di rumah langsung direndam dan dicuci dengan deterjen.Memakai masker hanyalah salah satu upaya untuk menangkal virus. Hal yang paling penting untuk diperhatikan serta dilaksanakan untuk menjaga diri kita agar terhindar dari Covid-19 adalah dengan menghindari atau tidak berada di kerumunan, menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain, dan membiasakan hidup bersih. Pada masa transisi dalam tatanan normal baru memang setiap orang dituntut untuk patuh dan membiasakan dengan keadaan yang baru. Namun kita semua harus menyadari bahwa di era new normal dan telah diperbolehkannya WFO atau melaksanakan kegiatan di luar rumah, bukan berarti Covid-19 telah lenyap atau masa pandemi telah berlalu. Covid-19 bukanlah binatang buas yang kemarin mengancam kehidupan kita semua, lalu ketika sang binatang telah berhasil ditangkap atau dibunuh maka semua orang menjadi bebas bergerak beraktivitas ke luar rumah setelah sekian lama berada di dalam rumah. Covid-19 adalah virus yang sangat kecil dimana pada masa new normal ini masih ada, bahkan belum ditemukan obatnya. New normal adalah sebuah keadaaan untuk pemulihan ekonomi dimana masyarakat diminta cerdas dalam menjalani tatanan hidup baru ini. Di tayangan berita kita ketahui bahwa masyarakat yang terpapar virus disebut semakin banyak. Hal ini menunjukkan bahwa virus tersebut masih ada di sekitar kita. Tatanan normal baru ini kita dituntut untuk dapat hidup berdampingan dengan virus. Untuk itulah kita harus cerdas dan harus membekali diri dengan protokol-protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Untuk memutus mata Rantai Pandemi COVID -19 Alhamdulilah Guru – Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 30/7/2021 Ibu SRI SUPADMI ,S.Pd mengambil bantuan 2 Box Masker merk ALKINDO Isi 100 Buah  untuk di bagikan kepada Bapak / Ibu Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya.

Pada Hari Sabtu 31/7/2021 Pada saat WFO  Work From Office Ibu SRI Supadmi ,S.Pd membagikan Masker tersebut kepada Bapak / Ibu Guru , Dimana Setiap Guru mendapatkan 2 Buah masker . Dalam Kesempatan ini Penulis menghaturkan banyak terimakasih Kepada  ALKINDO Atas Pemberian MASKER Kepada Guru Kami SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya , Sehingga dengan memakai masker bisa melindungi diri kita dan orang lain dari COVID 19 Kata Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya.

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat