Kamis, 18 Februari 2021

“ Ajak SMP Swasta Surabaya Utara Menjadi Sekolah UNGGUL DAN BERPRESTASI Di MASA PANDEMI COVID 19 “

“ Ajak SMP Swasta Surabaya Utara Menjadi Sekolah UNGGUL DAN BERPRESTASI Di MASA PANDEMI COVID 19 “

Hari Ke 399

SAAT ini Indonesia sedang gencar membentuk sekolah-sekolah unggulan di setiap daerah. Pemerintah membentuk sekolah unggulan dengan tujuan meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia dan mutu lulusannya.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan unggul adalah lebih tinggi, pandai, dan terbaik. Sedangkan keunggulan artinya keadaan unggulan, kecakapan, kebaikan dan sebagainya, yang lebih dari pada yang lain. Secara ontologis, sekolah unggulan dalam perspektif Departemen Pendidikan dan Kebudayaan adalah sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya.Istilah sekolah unggul pertama kali diperkenalkan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Wardiman Djojonegoro, tahun 1994. Istilah sekolah unggul lahir dari satu visi yang jauh menjangkau ke depan, wawasan keunggulan.Menurut Wardiman, selain mengharapkan terjadinya distribusi ilmu pengetahuan, dengan membuat sekolah unggul di tiap-tiap provinsi, peningkatan SDM menjadi sasaran berikutnya. Lebih lanjut, Wardiman menambahkan bahwa, kehadiran sekolah unggul bukan untuk diskriminasi. Tetapi, untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan memiliki wawasan keunggulan.Untuk mencapai keunggulan, maka masukan (input), proses pendidikan, guru, tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, sekolah unggulan dapat didefinisikan sebagai sekolah yang dikembangkan dan dikelola sebaik-baiknya, dengan mengarahkan semua komponennya guna mencapai hasil lulusan yang lebih baik dan cakap dibanding lulusan sekolah lain.Namun, masih banyak yang salah mengartikan sekolah unggulan. Yaitu kata "unggulan" di sini, diartikan dengan gedung yang baik dengan tenaga pengajar terbaik pilihan pemerintah. Dengan kata lain, guru-guru terbaik dari berbagai sekolah yang ada “diambil” untuk dijadikan satu dalam sekolah unggulan.Hal itu merupakan tindakan kurang tepat. Karena sebenarnya sekolah unggul adalah sekolah yang fokus pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya atau kuantits guru pilihannya. Jadi, yang utama adalah kualitas proses pembelajarannya. Memang tidak salah, kualitas proses pembelajaran bergantung pada kualitas guru yang bekerja di sekolah tersebut. Apabila kualitas guru di sekolah tersebut baik, mereka akan berperan sebagai agen pengubah siswanya, dan menekankan kepada kemandirian dan kreatif sekolah yang memfokuskan pada perbaikan proses pendidikan.Namun, bukan berarti harus memutasi guru berkualitas dari berbagai sekolah ke sekolah unggulan yang dibentuk. Karena hal itu akan menciderai rasa keadilan. Baik bagi guru yang dimutasi maupun bagi sekolah yang gurunya "diambil".Secara umum, sebuah sekolah dapat dikategorikan unggul harus meliputi tiga aspek dalam manajerial. Ketiga aspek tersebut adalah input, proses pembelajaran, dan output. Sehingga, meskipun dengan guru berkualitas yang minim jumlahnya, ketika proses pembelajaran diperbarui dan ditingkatkan niscaya sekolah itu bisa menjadi unggul.Negeri ini sedang berjuang keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun hasilnya belum memuaskan. Namun upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah unggulan yang "mengumpulkan" guru berkualitas tidak menjadi satu-satunya alternatif. Karena masih ada cara lain, yaitu membentuk sekolah bermutu.Sebenarnya tak hanya sekolah unggulan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kualitas SDM. Namun, sekolah bermutu pun dengan proses pembelajaran yang berkualitas akan melahirkan manusia-manusia unggul yang amat berguna untuk membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Meski dengan jumlah guru terbatas, dengan lokasi sekolah di pelosok, bukan berarti peningkatan proses pembelajaran tidak bisa ditingkatkan. Guru yang memiliki kualitas lebih, bisa menularkan inovasi pembelajaran kepada guru yang lain untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan. Berkolaborasi satu sama lain membentuk sekolah bermutu.

Di masa Pandemi COVID – 19 yang sudah berjalan hampir 1 Tahun ini Orang tua mengingkan Pendidikan yang berlualitas dan bermutu karena bagi mereka orang tua dengan pendidikan yang berkualitas dan bermutu tersebut, Makanya Pada Hari Rabu 17/2/2021  Diadakan  Rapat Pengurus MKKS SMP Swasta Surabaya Utara di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9  Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Dalam hal ini Penulis yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara berharap agar SMP Swasta Surabaya Utara Bisa Menjadi Sekolah Unggul dengan Segudang Prestasi baik Akademik Maupun Non Akademik . Bapak H BANU ATMOKO,S.Pd Alumni Jurusan PLS UNESA  Meminta Kepada Pengurus MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Untuk menyampaikan Kepada Anggota Nya Agar Terus Meraih Prestasi di masa PANDEMI Seperti ini dan berdoa agar PPDB 2021/2022 SMP Swasta Utara Mendapatkan siswa banyak Berkah barokah Selamanya. Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd Mengajak Kepala SMP Swasta Surabaya Utara untuk BERSINERGI MAJU BERSAMA Menghantarkan SMP Swasta Surabaya Utara UNGGUL DAN BERPRESTASI

Alhamdulilah Dalam Kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Memberikan Menu MAKAN SIANG Pesan DI WAROENG MAK- NYAK Yang Begitu MANTAB Dan LEZAT Masakannya .

Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd semoga Bapak Ibu Guru dan Keluarga Serta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dapat menjaga Kesehatan dan  Bisa Menjalankan 5M Tersebut Agar Kita Keluarga Kita Di Berikan Kesehatan Serta Di jauhkan Dari COVID – 19 yang melanda negeri ini. Fokuslah pada Akhiratmu Insyah Allah Urusan dunia akan mengikutimu, Kata  BANU ATMOKO ,S.Pd

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 































Selasa, 16 Februari 2021

“ TERIMAKASIH SMA BARUNAWATI SURABAYA ATAS PEMBERIAN DOOR PRIZE TUMBLER YANG KEREN “

 















“ TERIMAKASIH SMA BARUNAWATI SURABAYA

ATAS PEMBERIAN DOOR PRIZE TUMBLER YANG KEREN “

Hari -  Ke 398

 

Untuk Door Prize ini saya kurang tau artinya apa. Namun masyarakat mengartikan Door Prize sebagai Hadiah Kejutan atau Hadiah Hiburan. Untuk proses pemilihannya sama seperti Grand Prize, namun harga dan jenis barang tidak wajib mahal seperti pada Grand Prize.Jadi Door Prize merupakan cara untuk menambah rasa keseruan di acara yang sedang berlangsung. Seperti jalan santai, lomba 17 agustus, seminar, ataupun workshop. Dan biasanya Door Prize memiliki jumlah hadiah yang lebih banyak dari pada Grand PrizeDoor Prize, merupakan istilah yang terdengar hampir sama dengan Grand Prize namun berbeda dalam penggunaanya. Door prize merupakan pengundian hadiah kepada para peserta undian. Menurut pandangan penulis ini berasal dari kata “Door” nya yang berarti pintu, yang merujuk kepada pemenang yang masih dirahasiakan atau masih tertutup pintu.  Peserta undian ini umumnya terbatas.

Alhamdulilah Sebelum Adzan Maghrib SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Selasa 16/2/2021 Alhamdulilah kedatangan tamu dari SMA BARUNAWATI Surabaya  mengantarkan TUMBLER ( Tempat Minum ) Sebagai DOOR PRIZE Dari SMA BARUNAWATI Kepada Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Tersebut  Pada saat Acara WEBINARANAK HEBAT BERASAL Dari ORANG TUA yang TERLIBAT Yang di Adakan SMA BARUNAWATI Surabaya Alhamdulilah  Penulis Mengajukan Pertanyaan Kepada  MR. NAFIK PALIL Dan Alhamdulilah Masuk 10 Penanya Yang mendapatkan DOORPRIZE Dari SMA BARUNAWATI Surabaya

Dalam kesempatan ini Penulis menghaturkan Banyak terimakasih atas kiriman DOORPRIZE  Sore Hari Ini dari SMA BARUNAWATI Surabaya Sukses Untuk YAYASAN BARUNAWATI BIRU Surabaya Dan SMA BARUNAWATI Surabaya Semoga Menjadi Sekolah Eksis Dan Sekolah Yang Di Gemari Di WILAYAH Surabaya Dan Semoga SMA BARUNAWATI Mampu Menjadikan ANAK HEBAT BERASAL Dari ORANG TUA  DAN GURU yang TERLIBAT Termasuk Guru – Guru Di SMA Barunawati Surabaya

Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd semoga Bapak Ibu Guru dan Keluarga Serta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dapat menjaga Kesehatan dan  Bisa Menjalankan 5M Tersebut Agar Kita Keluarga Kita Di Berikan Kesehatan Serta Di jauhkan Dari COVID – 19 yang melanda negeri ini. Fokuslah pada Akhiratmu Insyah Allah Urusan dunia akan mengikutimu, Kata  BANU ATMOKO ,S.Pd

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Senin, 15 Februari 2021

“ AJAK KEPONAKAN TERCINTA BERBAGI COKLAT “

 











“ AJAK KEPONAKAN TERCINTA  BERBAGI COKLAT “

Hari Ke 397

 

Manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia saling membutuhkan satu sama lain, kita membutuhkan orang lain, dan orang lain membutuhkan kita juga, karena hal itu kita harus berbagi dan orang lain akan berbagi kepada kita juga.Berbagi kepada sesama adalah hal penting, karena tanpa berbagi kita sebagai manusia kehilang arah dan arti dari makhluk sosial itu sendiri.Kita sebagai mahkluk sosial sudah kewajiban kita untuk berbagi, apapun yang dapat kalian bagi, tidak perlu uang, atau sesuatu yang kalian tidak punya, berbagilah yang kalian punya, berbagi juga tidak perlu kita mendatangi semua tempat orang yang kesusahan, tetapi berbagi di sekeliling kita, pasti sekeliling kita masih banyak orang yang membutuhkan, tidak hanya finansial, bisa juga dari mental, seperti membagikan Cinta kasih kepada orang lain yang terlihat sangat down, patah semangat, putus asa, bisa juga kita memperhatikan orang tua di sekitar kita yang kurang perhatian, bantu mereka dengan menyebrang jalan, atau membersihkan dan mengangkat sesesuatu yang berat saat mereka mau pindahan, atau sedang dalam kesulitan. Cokelat atau Coklat (Inggris:Chocolate) adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao (Theobroma cacao). Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan.Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan pada hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia. Selain dikonsumsi paling umum dalam bentuk cokelat batangan, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Dalam mengajarkan berbagi kepada sesama  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Pada hari Minggu 14/2/2021  Keponakan tercinta dari Penulis CHYNTIA PRAJNA WULANDARI  membagikan COKLAT SILVER QUEN  Pertama yang di beri adalah Ayah Dari Penulis sekaligus Kakek  Dari CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Setelah di berikan Ke Ayah Penulis  CHYNTIA Memberikan Coklat Tersebut kepada Nenek beliau yang juga Ibunda dari Penulis, Selesai memberikan Kepada  Nenek CHYNTIA Juga memberikan COKLAT Kepada VITA Yang lagi masak di belakang dan yang terakhir di Serahkan ke Penulis .

Bagi Penulis Bahawasannya Keponakan Tercinta  memberikan COKLAT adalah sebagai rasa kasih saying kepada saudara – saudara  di samping itu juga mengajarkan tentang Berbagi kepada Saudara Walaupun hanya COKLAT, Tetapi berbagi itu sangat Indah . Kata Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd

Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd semoga Bapak Ibu Guru dan Keluarga Serta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dapat menjaga Kesehatan dan  Bisa Menjalankan 5M Tersebut Agar Kita Keluarga Kita Di Berikan Kesehatan Serta Di jauhkan Dari COVID – 19 yang melanda negeri ini. Fokuslah pada Akhiratmu Insyah Allah Urusan dunia akan mengikutimu, Kata  BANU ATMOKO ,S.Pd

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Minggu, 14 Februari 2021

“ PENERIMAAN ORANG TUA PADA ANAK ABK “

 




















“ PENERIMAAN ORANG TUA PADA ANAK ABK “

Hari Ke 397

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sama berharganya dengan anak-anak lainnya. Mereka juga bisa berprestasi di tengah keterbatasan kondisinya, asalkan orang tua turut berlaku suportif ketika membesarkan mereka. Namun memang, membesarkan ABK cenderung butuh tenaga dan perjuangan yang lebih besar. Karena itu menurut Alzena hal utama yang harus diingat oleh orang tua saat mengetahui anaknya memiliki kebutuhan khusus adalah bersikap suportif terhadap segala kekurangan dan kelebihan mereka."Tahap awal yang harus dilalui orangtua dengan anak berkebutuhan khusus maupun difabel ( different ability) adalah menerima kondisi anaknya," anak adalah amanah dari yang Tuhan, yang dititipkan hanya pada orangtua yang sanggup dan mampu.Sebab itu, para orang tua yang dititipi anak dengan kemampuan khusus merupakan orang tua yang mampu untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang agar ia kelak siap dan mampu untuk berdiri di atas kakinya sendiri nanti. Dengan menerima apapun kondisi anaknya, orang tua dapat fokus berusaha membantu anaknya menemui kemampuan dan minat bakat yang sesuai. Bagaimana caranya? Yang paling efektif untuk menemukan minat dan bakat anak ialah dengan mengamati dan memberikan anak kesempatan untuk mencoba segala bidang yang dapat ia lakukan. Jika Anda telah menemukan potensi anak, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan yaitu dengan mengikutsertakan anak ke dalam komunitas. Di komunitas, anak berkebutuhan khusus akan punya kesempatan mendapatkan bimbingan untuk melatih minat yang mereka suka. Anak akan juga dapat teman baru untuk belajar bersosialisasi.Anda bisa memantau perkembangan anak selama mengikuti kegiatan di komunitas itu. Bila anak menyukai kegiatannya, lanjutkan, dan biarkan itu menjadi keahliannya. Tapi, hal yang harus selalu Anda ingat yaitu, coba luangkan waktu untuk anak Anda dan selalu beri kesempatan pada anak untuk mencoba hal-hal lain di luar minatnya.

Memiliki anak berkebutuhan khusus tentu bukan keinginan mereka. Bukan pula permintaan. Tapi, semuanya adalah kehendak Tuhan. Pada akhirnya, kasih sayang yang tulus mampu meredam egoisme dan berjuang sekuat tenaga agar sang anak dapat diterima dunia. , Maka dari itu Pada Hari Minggu 14/2/2021  JCI East JAVA , Dharmawanita Persatuan , UNIVERSITAS NEGERI Surabaya Mengadakan Webinar  “ PENERIMAAN ORANG TUA PADA ABK “  Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd  mengikuti kegiatan tersebut Melalui LINK ZOOM http://bit.ly/zoomabk14 ZOOM Meeting ID  : 846 2896 3945 Passcode               : RoadtoWFA. Adapun yang menjadi Pemateri Adalah Ibu SATININGSIH  S.Psi , M.Psi  Dosen Jurusan PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI Surabaya yang dimana beliau juga dosen dari Penulis sewaktu kuliah di UNESA  , Ibu AGIL TORESIA  Serta  Keluarga YOHENTA Orang Tua  Dari SAMANTHA PAY.

Dari Keluarga YOHENTA Orang Tua  Dari SAMANTHA PAY Penulis sempat meneterskan AIR Mata , Betapa tegar nya Orang Tua untuk membimbing dan mendidik yang memiliki Anak seperti SAMANTHA Tersebut pandemi bukan halangan ortu belajar.kita diberkati dg anak spesial.mk spt saluran air ide ide akan menggelontor

minder nya ortu dg abk mk berarti blm ada acceptance. Dalam menangani anak berkebutuhan khusus tersebut di perlukan ketika ortu minder maka ide ketutup. tp ketika berdamai maka ide ide muncul , Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya akan mencoba mengajak kepada Guru – Guru dan Wali Murid  untuk kita hidup dg berbagai orang shg itu akan meng edukasi kita untuk menjawab atau diam dari respon masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Juga di tayangkan tentang Aktivitas dari Keluarga SAMANTHA Melalui  link https://www.youtube.com/watch?v=CPm38H0ar9E&feature=youtu.be

Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd semoga Bapak Ibu Guru dan Keluarga Serta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dapat menjaga Kesehatan dan  Bisa Menjalankan 5M Tersebut Agar Kita Keluarga Kita Di Berikan Kesehatan Serta Di jauhkan Dari COVID – 19 yang melanda negeri ini. Fokuslah pada Akhiratmu Insyah Allah Urusan dunia akan mengikutimu, Kata  BANU ATMOKO ,S.Pd

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat