Sabtu, 20 April 2019

“ Doa Bersama Di Bulan Syaban Menyambut Kesuksesan UNBK 2019 “





































Doa Bersama Di Bulan Syaban Menyambut Kesuksesan UNBK 2019 “
Malam nisfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban) adalah malam mulia menurut sebagian kalangan. Sehingga mereka pun mengkhususkan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut. Benarkah pada malam nisfu Sya’ban punya keistimewaan dari bulan lainnyaBulan Sya’ban adalah bulan mulia yang terletak sebelum bulan suci Ramadhan. Di antara keistimewaannya, bulan tersebut adalah waktu dinaikkan amalan.
Mengenai bulan Sya’ban, ada hadits dari Usamah bin Zaid. Ia pernah menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia tidak pernah melihat beliau melakukan puasa yang lebih semangat daripada puasa Sya’ban. Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban –bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i no. 2359. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Setiap pekannya, amalan seseorang juga diangkat yaitu pada hari Senin dan Kamis. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
“Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai’.” (HR. Muslim no. 2565)
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai.
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
Dalam Mempersiapkan Kegiatan UNBK Yang Kurang 2 Hari lagi SMP PGRI 6 Surabaya , Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Sabtu 20/4/2019  Pukul 07.00 Sebanyak 24 Siswa Di damping Orang Tua Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya Dan 18 Siswa Di damping oleh Orang Tua Di tambah Seluruh siswa Mulai Dari Kelas 1- Kelas 5 Serta Kelas 7 – Kelas 8 Berkumpul di Ruangan Kelas  9 Dan Ruangan Kelas 8 Untuk Melaksanakan Istighosah ( Doa Bersama ) Menjelang UNBK 2019 Dan USBN 2019 , Sebelum memulai Kegiatan Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan Sambutannya Agar Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Pada saat Pelaksanaan Ujian Jangan sampai  ada yang terlambat Jam 06.30 Sudah Harus Hadir di Sekolah , Serta Seluruh Siswa Untuk Diminta Sambil Menunggu Jam Masuk UNBK Agar Digunakan untuk Ibadah Seperti Sholat Dhuha , Serta Kepala Sekolah Kelahiran April tersebut meminta agar Bapak / Ibu Orang Tua / Wali Murid mengawasi cara  Belajar dan waktu bermain Putra / Putrinya , Selesai sambutan Kepala Sekolah Di Lanjutkan Dengan Sholat Dhuha Dan Sholat Hajat , Serta Pembacaan Istighosah Dan Pembacaan Yasin Sebanyak 3 Kali Mengingat Hari ini adalah malam Nifsu Syaban , Serta Pemberian Motivasi Oleh Bapak Ustad Achmad Syaifudin , S.H.I Dari Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMP PGRI 6 Surabaya , Dalam Motivasinya Bapak Achmad Syaifudin Mengajak Seluruh siswa / siswi Untuk memerangi kemalasan , Dan Tetap semangat serta Perbanyak doa agar Harapannya Untuk Lulus Dengan Nilai Terbaik Serta Masuk Sekolah Negeri Favorit Terwujud , Selesai Pemberian Motivasi Seluruh siswa / Siswi Kelas 9 Dan Kelas 6 Langsung Menuju Ke Orang Tuanya Untuk Memohon Restu dari Orang Tua Dan Permohonan Maaf Atas Segalah Salah yang sudah mereka lakukan selama ini  di Iringi Pembacaan Sholawat Dan Hadrah , Selesai orang Tua dan Siswa Saling bermaaf maafan , Selanjutnya Para Siswa Di antar Orang Tua  Untuk Meminta Maaf Kepada Seluruh Bapak / Ibu Dewan Guru  Serta Meminta Restu Kepada Bapak / Ibu Dewan Guru agar Mereka Lancar USBN Dan UNBK Mulai Senin – Kamis Serta Dapat Di Terima Di Sekolah Negeri Favorit Di Kota Surabaya. Di Akhir Penutup Banu Atmoko ,S.Pd mengatakan bahwa Besok Hari Minggu adalah Kegiatan Istighosah Akbar Dan tawasul Terakhir Di Makam Sunan Ampel Surabaya , Semoga Dengan Kegiatan Tawasul Terakhir Besok Lebih Memantabkan Siswa / Siswi Kelas 9 Dalam Menempuh UNBK Dan Siswa Kelas 6 Dalam Menempuh USBN





Selasa, 16 April 2019

“ Melalui Pramuka Tumbuhkan Jiwa Kemandirian & Gotong Royong “






























“ Melalui Pramuka Tumbuhkan Jiwa Kemandirian & Gotong Royong “
Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan oleh Tuhan, manusia juga menjadi satu-satunya makhluk yang mendapatkan kepercayaan untuk memimpin hamparan bumi yang luas ini. Karena pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi. Manusia tidak akan mampu mengelola bumi, jika masih bergantung pada sesuatu yang seharusnya dipimpin. Jika kita tidak memiliki kemandirian dalam bersikap. Untuk itu dengan kemandirianlah kita sebagai manusia bisa menjalankan fungsi sebagai khalifah (pemimpin). Untuk membangun jiwa mandiri harus memiliki tekad yang kuat, karena kemandirian tidak datang serta merta melainkan melalui proses yang panjang. Hanya manusia yang menghargai kemampuan dirinya yang akan menjadi mandiri. Sebaliknya, manusia yang terbiasa menghinakan kemampuan dirinya niscaya akan menjadi sosok individu yang lemah sepanjang masa. Mandiri bukan berarti sombong dan bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, karena pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari bantuan orang lain, hanya saja kita harus berusaha terlebih dahulu sebelum mengandalkan orang lain. Sikap mandiri harus dibiasakan sejak kecil agar ketika beranjak dewasa sikap mandiri ini sudah mendarah daging dalam diri kita. Dalam hal ini, peran orang tua sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter anak terutama seorang ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya sebelum memasuki pendidikan formal dilembaga sekolah. Perlindungan anak yang terlalu berlebihan dan begitu pula dengan pola terlalu memanjakan anak akan menjadi langkah kurang baik dalam menumbuhkan karakter mandiri dan akan membuat anak itu mudah bergantung pada orang lain, mudah menyerah dan cengeng. Anak tidak sempat untuk berpikir kritis ketika menghadapi sebuah masalah. Anak tidak dilatih untuk berpikir mandiri untuk mengatasi masalahnya sendiri. Orang tua selalu ikut campur dalam membantu anak mengatasi masalah sekalipun masalah itu sepele dan dapat diatasi oleh anak. Tentu saja hal demikian kurang baik dampaknya terhadap cara berpikir dan bersikap anak ketika mengahadapi masalah di kemudian hari.Fakta disekitar, seringkali kita melihat betapa cengengnya anak yang tidak terbiasa berpikir dan bersikap mandiri sejak kecil. Ia lebih mudah menyerah dan mudah mengeluh, sering melibatkan orang tua dalam mengatasi masalah hidupnya, terbiasa menggantungkan orang lain. Hanya bisa mengeluh dan mengeluh tidak mau mencari jalan keluar permasalahanya tersebut. Orang yang terbiasa dimanja sejak kecil akan mudah sekali putus asa, dia tidak memiliki rasa percaya diriDengan hidup mandiri kita bisa mempermudah pekerjaan kita, dengan mandiri kita tidak akan mempersulit orang lain, selagi kita bisa kerjakan sendiri lebih baik kita lakukan sendiri, dengan mempelajari cara hidup mandiri kita akan dapat mendapatkan pengalaman berharga yang akan mendongkrak anda untuk mencapai kesuksesan di segala bidang. Namun perlu diketahui bahwa manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain jadi mandiri bukan berarti sendiri, pahami makna arti hidup sesungguihnya agar kita dapat menjalani kehidupan dengan bahagia dan sukses.
Dalam Mewujudkan Kemandirian dan Sikap Gotong  Kak Heri Kuswanto Dan Kak Lasmiati , S.Pd Selaku Pembina Pramuka Di SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Yang Merupakan Sekolah Satu Atap Dengan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 16/4/2019 Pukul 15.00  , Sebanyak 80 Siswa Kelas 2- Kelas 5 Berkumpul di Lapangan mereka sudah siap membawa Wajan ,Minyak Goreng, Bumbu , Dalam Kesempatan ini seluruh siswa / siswi Tidak menggunakan Minyak tanah dalam memasak tersebut Yaitu menggunakan Pengganti Minyak Tanah tersebut , Tidak Peduli siswa Pria Maupun Perempuan sangat antusias dalam membuat memasak Nasi Goreng Tersebut , Selesai masakan Nasi Goreng yang sudah matang langsung 1 Piring Di Serahkan Kepada Ibu KASMIJATI , Selaku Ketua Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir , Yang Oleh Para Siswa Dianggap Ibu Oleh Mereka Semua , Dalam Kesempatan Tersebut Kak Heri Kuswanto sangat menikmati masakan Nasi Goreng Dari Siswa / Siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya. Menurut Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd Selaku Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah Mengajarkan kepada siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk Menumbuhkan Jiwa Kemandirian , Dimana Mereka Kelak di harapkan dapat menjadi Pengusaha Nasi Goreng , Selesai melakukan kegiatan memasak Seluruh siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya menikmati masakan yang mereka masak sendiri secara bersama – sama menunjukan betapa indahnya keakraban tersebut , disamping itu ada Juga Yang Di Bungkus untuk di berikan kepada orang tua mereka, selesai kegiatan tersebut seluruh siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya mengambil sapu untuk membersihkan halaman sekolah yang sudah mereka kotori dengan memasak , di harapkan besok walaupun libur , Sekolah tampak bersih kembali