Jumat, 04 Januari 2019

“ Komitmen Pemkot Surabaya Untuk Menjadikan Generasi Unggul”
























“ Komitmen Pemkot Surabaya Untuk Menjadikan Generasi Unggul”
Generasi Muda adalah kelompok besar di tengah satu bangsa semestinya dibentuk menjadi Generasi Unggul (khaira Ummah) yang akan memikul amanah peran pelopor perubahan (agent of changes) berbekal keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT selalu melaksanakan misi amar makruf nahyun anil munkar. Tantangan masa kini  antara lain infiltrasi dan penetrasi budaya sekular yang menjajah mentalitas manusia, seperti the globalization life style serta suburnya budaya lucah yang menonjolkan keindahan sebatas yang dilihat, didengar, dirasa, disentuh, sensual, erotik, seronok atau sikap hedonis, kadang-kadang ganas (anarkis), dengan kebiasaan menengggak miras, pergaulan bebas dan kecanduan madat dan narkoba. Hal sedemikian terjadi karena mengabaikan batasan-batasan perilaku luhur yang telah menjadi ”kesadaran kolektif” di dalam pergaulan masyarakat berupa seperangkat aturan dalam menata kehidupan bersama.Pranata sosial Masyarakat Beragama yang Madani di Sumatera Barat, semestinya berpedoman kepada bimbingan wahyu Allah (Alquran) dalam menata adat perilaku bermasyarakatnya. Dalam keniscayaan ini, maka kekerabatan yang erat  menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Kekerabatan tidak akan wujud dengan meniadakan hak-hak individu orang banyak. Peran amar ma’ruf nahi munkar menjadi wujud penciptaan tatanan masyarakat yang rukun, damai, aman sentosa penuh keharmonisan dan sopan santun penduduknya. Tidak dapat diabaikan dan mesti digerakkan dengan terarah dan terpadu, gerakan da’wah  akhlaqul Karimah  dengan tujuan untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia. Hilangnya Akhlak , umumnya disebabkan   Agama tidak diamalkan, Ibadah lalai, nilai etika budaya terabaikan,  akibatnya masyarakat akan hancur.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Sabtu 5/1/2019  Mengundang Wali Murid Sebanyak 30 Wali Murid SMP PGRI 6 Surabaya Dan 13 Wali Murid SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Penerima Bantuan Seragam Dari Pemerintah Kota Surabaya , Dalam Sambutannya Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd  , Mengucapkan Selamat Kepada Bapak / Ibu Orang Tua / Wali Murid Yang Putra / Putrinya Mendapatkan Bantuan Seragam Dari Pemerintah Kota Surabaya , Kepala Sekolah Kelahiran April 1984 Tersebut Berharap  agar Wali Murid lebih Mengawasi Cara Belajar Putra / Putrinya , Sesuai Harapan Bu Wali Kota Surabaya , Di harapkan Siswa / Siswi Yang Menerima Bantuan Tersebut Menjadi Generasi Unggul , serta semakin Aktif , Kreatif  Di Berbagai Kegiatan baik Extra Maunpun Intra Kurikuler , Apalagi Yang Dapat ada Siswa Kelas 9 Serta Kelas 6 Yang Di harapkan Beliau Rajin Belajar , Sehingga dapat melanjutkan Ke Jenjang Lebih Tinggi , Dalam Kesempatan Tersebut turut hadir Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi C Ibu HJ Camelia Habibah , S.E  yang Ikut  menyaksikan Acara Pembagian Seragam Tersebut , Beliau Juga Titip- Titp Anak – Anak Baik Kepada Orang Tua , Jangan Sampai Terpengaruh dunia luar yang sudah semakin merajalelah , beliau berpesan agar Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Untuk Menjauhi Narkoba , Karena Narkoba Itu Merusak Generasi Bangsa. Selesai Sambutan Ibu HJ Camelia Habibah Membagikan Seragam tersebut satu persatu Kepada Wali Murid Penerima Bantuan Seragam tersebut , Bu HJ Camelia berpesan agar seragam tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya , Karena Itu adalah Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Untuk Mencerdaskan Generasi Surabaya Menjadi Generasi Unggul.

Kamis, 03 Januari 2019

Pendidikan. Revolusi industri keempat (4.0) Mulai Di Terapkan Di SMP PGRI 6”
















Pendidikan. Revolusi industri keempat (4.0)  Mulai Di Terapkan Di SMP PGRI 6”
Dunia pendidikan sepertinya tidak bisa terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi, jika kita tidak ingin menyebut revolusi industri. Perkembangan informasi dan komunikasi teknologi yang semakin masif dan cepat dewasa ini harus diakui telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan. Revolusi industri keempat (4.0) atau bisa disebut sebagai revolusi digital memberikan tawaran yang sangat menarik bagi dunia pendidikan, utamanya berkaitan dengan akses terhadap beragam informasi dan kemudahan untuk membagikan beragam informasi tersebut secara cepat hampir dimanapun, kemanapun dan kapanpun.Kemudahan untuk mengakses dan membagikan beragam informasi tersebut secara tidak langsung memberikan tawaran segar bagi kemudahan penerapan heutagogy learning (self-determined learning) yang sebenarnya sudah ditawarkan sejak  lebih dari satu dekade silam. Heutagogi menawarkan kebebasan kepada pebelajar (learner) untuk menetukan (determine) sendiri belajarnya.Meliputi konten yang akan dipelajari, strategi belajar yang akan digunakan dan jenis asesmen yang akan digunakan, seperti dijelaskan Stewart Hase & Chris Kenyon (2013) bahwa “… the essence of heutagogy is that in some learning situations, the focus should be on what and how the learner wants to learn, not on what is to be taught…”. Dengan kata lain, heutagogi memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk menentukan pilihan secara bebas tentang apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya.Atau, seperti dianalogikan Waras Kamdi (Kompas, 2018) heutagogi bisa dianalogikan sebagai suatu cara menghidangkan makanan dengan bentuk prasmanan, di mana  orang yang akan menikmati hidangan memiliki kebebasan untuk memilih apa yang akan disantap, media apa saja yang pas untuk digunakan dan bagaimana cara menyantapnya.Heutagogi menawarkan kolaborasi aktif (double hands) untuk menentukan pembelajaran, meliputi konten apa yang tepat untuk dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya dan bagaimana bentuk penilaian yang akan digunakan untuk membuktikan bahwa suatu kompetensi sudah berhasil dikuasai dengan baik. Learner dan teacher saling bertukar pikir tentang apa yang pas untuk dipelajari oleh pebelajar dan bagaimana cara membelajarkannya atau langkah-langkah pembelajaran dan sumber-sumber belajar apa yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan tersebut. Dengan kata lain
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli  dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Kamis 3/1/2019 , Hari Kedua Masuk sekolah SMP PGRI 6 Surabaya dalam Proses Belajar Mengajar ada Sedikit Perubahan Cara Mengajar yang dilakukan Oleh Bapak / Ibu Dewan Guru ,  Dalam Kesempatan ini Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si Selaku Guru Mata Pelajaran IPA Hari Ini Mengajarkan 2 Kelas Yaitu Kelas 8 Serta Kelas 9 yaitu Pembelajaran Berbasis DIGITAL , Dimana Seluruh Siswa Dimasukan Ke Dalam Ruang Multimedia Yang Di Miliki SMP PGRI 6 Surabaya , Alhamdulilah Seluruh Siswa Sangat antusias Mengikuti kegiatan Pembelajaran  tersebut yang langsung  Terhubung dengan Internet. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd Mengungkapkan bahwa Tujuan dari ini adalah Guru Harus Mampu Menerapkan Revolusi Pendidikan Industri4,0 Yaitu Pendidikan Berbais Di Gital Karena zaman Saat Ini Tidak bisa lepas Dengan yang namanya Era Digital, Kepala Sekolah Kelahiran April 1984 Berharap agar  Bapak / Ibu Dewan Guru Bisa Memakai Ruang MULTIMEDIA Tersebut Untuk Kegiatan Pembelajaran , Beliau Berharap Agar  Guru  Dalam Memberikan Tugas Kepada Siswa Sudah Tidak Perlu Menggunakan Buku Tulis Tetapi Di Kerjakan Dan Di kirim Melalui Email , Sehingga Harapannya Siswa Dan Guru Bisa Melek IT, Serta Siswa / Siswi Bisa Senang Mengikuti Pembelajaran Di Sekolah Dengan Metode Pembelajaran Baru tersebut.

Rabu, 26 Desember 2018

“ Dahsyatnya Matematika Untuk Persiapan UNBK 2019 “
















“ Dahsyatnya Matematika  Untuk Persiapan UNBK 2019 “
Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang besaran, struktur, bangun ruang, dan perubahan-perubahan yang pada suatu bilangan. Matematika berasal dari bahasa Yunani Mathematikos yang artinya ilmu pasti. Dalam bahasa belandamatematika di sebut sebagai Wiskunde yang artinya ilmu tentang belajar. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Dalam Mempersiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer Yang Insyah Allah Di laksanakan Pada Tanggal 22-25 April 2019 , SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Kamis 27/12/2018 Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mengisi liburan dengan kegiatan Pemantaban Ujian Nasional Mata Pelajaran Matematika , Kegiatan tersebut di mulai Pada Pukul 07.30 Dan Berakhir Pukul 11.00 , Dalam Kesempatan tersebut yang memberikan Materi Pemantaban Ujian Nasional Berbasis Komputer Mata Pelajaran Matematika Adalah Ibu MEI KURNIATUL ADAWIYAH , S.Pd. Dalam Kesempatan tersebut Metode yang di ajarkan Oleh Guru  Kelahiran Mei 1992 Tersebut bahwa Siswa di minta Untuk Maju Satu persatu mengerjakan soal –soal Pengayaan Mata Pelajaran Matematika Tersebut , sehingga tidak mengandalkan kepada Gurunya. Menurut Mei Kurniatul Adawiyah Tersebut Bahwa Metode ini Beliau terapkan sebagai Langkah awal agar siswa siap dalam menghadapi UNBK 2019 Nanti , Dimana Jika Langkah – Langkah yang di kerjakan itu salah akan saya betulkan “ Kata Mei Kurniatil Adawiyah , S.Pd tersebut “. Dengan siswa Maju satu persatu ke papan tulis , tersebut menjadikan siswa untuk berpikir kritis , berpikir inovatif , sehingga di harapkan Pada saat UNBK Nanti dengan Pola soal yang sama , Kita Bisa Cepat mengerjakan . Kata “ Diah Nita Anggraini “ Banu Atmoko , S.Pd Selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengharapkan dengan Metode Matematika Dahsyat Yang diajarkan oleh  Ibu Mei Kurniatul Adawiyah , S.Pd tersebut bisa menghilangkan Momok Matematika  sebagai mata Pelajaran yang sulit  dan menakutkan , serta Banu Atmoko , S.Pd berharap agar Nilai Matematika Yang di raih oleh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk Mata Pelajaran ada Peningkatan dari Tahun lalu , serta Ouput Lulusan yang Keluar Di Terima Di SMA/SMK Negeri Juga Di harapkan meningkat dari tahun tahun yang lalu, selesai Acara Pemantaban  Tersebut di lanjutkan dengan Acara Makan – Makan Martabak Telor , Ini sebagai Ciri Kekeluargaan yang sangat Kental dari SMP PGRI 6 Surabaya.