Kamis, 20 Oktober 2016

“ Pemanfaatan Lahan Kosong / Lahan Tidur di Sekolah Hijau”



“ Pemanfaatan Lahan Kosong / Lahan Tidur di Sekolah Hijau”
Lahan tidur adalah lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Lahan tidur umumnya merupakan sebuah bagian dari sistem peladangan berpindah di mana petani membuka hutan, menanamnya selama beberapa musim tanam, dan meninggalkannya untuk membuka lahan baru. Lahan tidur seringkali berupa lahan yang kritis dan miskin nutrisi sehingga sulit untuk ditanami tanaman penghasil pangan maupun tanaman pertanian lain yang cepat menghasilkan Penyebab terbentuknya lahan tidur bisa dilihat secara fisik dan sosial. Ketika suatu lahan tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal, biasanya lahan ditinggalkan. Hal ini umum terjadi pada sistem ladang berpindah. Sistem ladang berpindah diketahui sebagai penyebab terjadinya degradasi lahan yang dapat menuju ke desertifikasi. Selain faktor kondisi tanah, faktor sosial ekonomi juga menentukan. Petani yang tidak lagi menganggap pertanian sebagai sebuah mata pencaharian yang menguntungkan akan beralih dan meninggalkan lahannya. Perbaikan pola tanam dengan diversifikasi komoditas dan rotasi tanaman dapat memperkaya jenis sumber penghasilan petani sehingga petani mendapatkan penghasilan alternatif di luar tanaman utama. Selain itu, diversifikasi mencegah harga jatuh setelah panen. Di masyarakat adat pedalaman Kalimantan, lahan tidur merupakan bagian dari aktivitas bercocok tanam berpindah (shifting cultivation) dengan tebang dan bakar. Pertanian intensif jarang sekali dilakukan. Sebuah lahan pertanian yang tidak lagi produktif akan ditinggalkan sehingga menjadi lahan tidur, dan petani membuka hutan untuk menjadi lahan pertanian baru.  ahan tidur di atas tanah gambut dapat ditumbuhi semak belukar yang mampu terbakar dengan mudah di musim kemarau. Semak belukar kering dan tanah gambut merupakan dua komponen dari hutan gambut yang sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan gambut. Sebuah lahan yang tidak menghasilkan dalam waktu lama meski terdapat tanaman pertanian di atasnya juga disebut sebagai lahan tidur. Tanaman pertanian yang berdiri biasanya tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk dipanen, seperti tanaman penghasil kayu. Agar tidak terlihat sebagai lahan tidur, pada lahan yang ditanami pohon penghasil kayu dapat dilakukan tumpang sari dengan tanaman pertanian yang cepat menghasilkan, atau ditanami rerumputan sebagai lahan penggembalaan dan sumber pakan hewan ternak Lahan tidur dapat digunakan sebagai lahan pembudidayaan tanaman yang pertumbuhannya lambat seperti pohon penghasil kayu. Karena pohon penghasil kayu membutuhkan nutrisi yang relatif lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan, dan penanaman pohon kayu lebih dianggap sebagai sebuah "tabungan" masa depan. Lahan tidur umumnya berupa lahan kritis yang miskin nutrisi, namun dengan pengusahaan tanaman penghasil kayu, lahan tidur dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus memperbaiki kondisi tanah dan lingkungan.  Sejak tahun 1970an, Kalimantan sudah memiliki begitu banyak lahan tidur yang kritis akibat praktik peladangan berpindah. Tanaman kelapa sawit awalnya diperkenalkan sebagai upaya restorasi lahan kritis tersebut.  Di Kalimantan Barat, sejak tahun 1990an tanaman lidah buaya dari varietas chinensis dibudidayakan di atas lahan gambut yang terbengkalai dan kurang subur. Lidah budaya merupakan tanaman yang mampu beradaptasi di berbagai jenis lingkungan dan mampu tumbuh di atas tanah yang kurang subur.  Di beberapa tempat di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, lahan tidur telah diubah menjadi lahan penanaman Sorghum bicolor. Sorghum dikenal sebagai tanaman yang mampu tumbuh dan menghasilkan di lahan kritis di mana tanaman pertanian lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Sorghum dapat dipanen sebanyak tiga kali, dan dapat dipanen pada usia tanam 55 hari. Sorghum merupakan tanaman multi fungsi selain sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Biji-bijian dan batangnya mengandung gula yang dapat diubah menjadi etanol, dan jeraminya dapat dijadikan bahan bakar. Sehingga pemanfaatan lahan kritis tidak hanya bermanfaat sebagai penghasil bahan pangan, namun juga sebagai penghasil bioenergi. Di beberapa tempat di mana pertanian tidak dipandang sebagai sebuah mata pencaharian yang menguntungkan, lahan tidur dianggap tidak memiliki nilai ekonomi selain sebagai lahan untuk dibangunnya sebuah bangunan komersial.[10] Di daerah perkotaan besar yang membutuhkan ruang terbuka hijau, lahan tidur dapat dimanfaatkan untuk memenuhi target luasan ruang terbuka hijau dalam rencana pembangunan.
 SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , pada hari Jum’at 21/10/2016 bertepatan dengan olah raga pagi hari memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekolah , dimana setelah kegiatan olah raga seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya bersama dengan guru Olah raga Ibu Nurhayati membersihkan halaman sekolah , dimana ada lahan kosong di depan kantor Kepala Sekolah Spegrinam Surabaya ,lahan kosong tersebut oleh seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya dimanfaatkan untuk menyimpan gelas – gelas aqua dari sisa – sisa jualan kantin sekolah , serta lahan kosong tersebut digunakan untuk menyimpan kompos hasil panen yang ada di Keranjang Takakura, di samping itu Ibu Nurhayati guru Olah raga juga mengajak seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya untuk membuat pot dari botol aqua yang sudah tidak terpakai, untuk di berikan kompos dan di tanami di celah – celah lahan kosong atau lahan tidur yang ada di sekolah spegrinam Surabaya. Menurut Banu Atmoko , S.Pd kepala Spegrinam bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur  yang ada di sekolah untuk dimanfaatkan demi ke indahan , kebersihan dan ke nyamanan sekolah.”

















































Minggu, 16 Oktober 2016

“ Penumbuhan Pendidikan Karakter Melalui Upacara Bendera “



















“ Penumbuhan Pendidikan Karakter Melalui Upacara Bendera “

Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.  Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada hari senin 17/10/2016 mengadakan kegiatan Upacara bendera dalam rangka  menumbuhkan pendidikan karakter di Sekolah , dalam kesempatan ini yang bertindak sebagai petugas upacara adalah Peserta didik kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya dan dalam kesempatan ini yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ibu Ketua Komite SMP PGRI 6 Surabaya adalah Ibu Sri Supadmi , S.Pd , dalam kesempatan ini Ibu Sri Supadmi , S.Pd dalam amanatnya menyampaikan agar seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “ Surabaya untuk selalu peduli dan berbudaya lingkungan , dimana beliau mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya menjaga kebersihan baik pada saat masuk , istirahat dan pulang , jangan sampai masuk kelas bersih tapi saat istirahat kelas kotor gara – gara sisa makanan habis istirahat.


Sabtu, 15 Oktober 2016

“ Hujan Dan Banjir Sapa Takut !!!!!!!!!!”














“ Hujan Dan Banjir Sapa Takut !!!!!!!!!!”
Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Secara teknis meteorologi, suatu wilayah memasuki musim hujan apabila besarnya curah hujan dalam satu dasarian sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) daripada normalnya (rata-rata dari periode 30 tahun yang ditetapkan. Berdasarkan besarnya curah hujan, musim hujan bersifat "Normal" (85% - 115% dari rerata catatan 30 tahun), bersifat "Atas Normal" (lebih daripada 115% dari rerata catatan 30 tahun), atau bersifat "Bawah Normal" (kurang dariada 85% dari rerata catatan 30 tahun). Apabila dasarian berikutnya belum menunjukkan konsistensi curah hujan, kondisi cuaca dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba). Di daerah tropis, musim hujan bergantian dengan musim kemarau (musim kering) dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari tahunan. Pergerakan matahari mengubah peta suhu udara dan permukaan tanah dan samudera. Pada gilirannya perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara. Biasanya musim hujan terjadi pada bagian bumi yang tengah mengalami posisi zenith peredaran semu matahari. Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminyaUkuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik. Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir melaksanakan himbauan  Ibu Walikota Surabaya yaitu himbauan selama musim hujan  , dimana di poin 2 di himbauan tersebut di jelaskan tentang melaksanakan kerja bakti , seperti apa yang dilakukan oleh seluruh siswa / siswi      SMP PGRI 6 Surabaya  sebagai sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan pada hari Minggu 16/10/2016 mulai dari kelas 7 – Kelas 9 pada pukul 07.00 Melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama bersih – bersih lingkungan sekolah dan halaman sekitar sekolah , dimana Bapak Kepala Spegrinam Surabaya , Banu Atmoko , S.Pd yang selalu setia mendampingi seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya membagi kelompok – kelompok kecil untuk membersihkan lingkungan tersebut. Dimana ada yang mengumpulkan sisa – sisa gelas aqua , terus ditata ke dalam karung untuk dijadikan Bank Sampah , dimana hasil dari penjualan Bank sampah tersebut digunakan untuk kegiatan lingkungan yang ada di Spegrinam Surabaya , Ada yang memotong tanaman – tanaman yang sudah tidak terpakai , ada yang membersihkan selokan ( Got ) di depan sekolahan , Ada yang menyapu dan mengambil sampah – sampah plastik , adapun Spegrinam Surabaya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan sangat getol dalam memerangi sampah plastik tersebut, menurut “  Khairun Islamia bahwa sampah plastik tersebut sangat sulit di urai “. Serta ada yang membersihkan kamar mandi sebagai sarang jentik – jentik nyamuk , dimana pada saat musim penghujan ini akan banyak terserang penyakit seperti malaria , Demam berdarah serta yang terbaru yaitu Virus Zika. Menurut Banu Atmoko ,S.Pd Kepala Spegrinam Surabaya  bahwasannya tujuan dari kegiatan bersih – bersih lingkungan pada pagi hari ini menjalankan himbauan dari Ibu Walikota Surabaya dalam menghadapi musim penghujan dan agar kota Surabaya khususnya SMP PGRI 6 Surabaya terbebas dari banjir pada saat musim penghujan datang , karena setiap hari seluruh siswa spegrinam mempunyai sikap peduli dan berbudaya lingkungan baik di sekolah maupun di rumah.


Sabtu, 08 Oktober 2016

“ Motivasi Jangan Takut Gagal Dalam Menghadapi Ujian Nasional “








“  Motivasi Jangan Takut Gagal Dalam Menghadapi Ujian  Nasional “
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitasarah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslowteori X dan teori Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah 'alasan' yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan 'semangat', seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya. Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau 
sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli  dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Dalam rangka mempersiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang tinggal 8 bulan lagi , SMP PGRI 6 Surabaya pada hari Sabtu 8/10/2016 memberikan motivasi kepada Bapak / Ibu Orang Tua / Wali Murid mulai dari Kelas 7 – Kelas 9 , Dalam kesempatan tersebut yang memberikan motivasi kepada Bapak / Ibu Orang Tua / Wali Murid adalah Mas Amrullah , S.Pd Kepala Cabang Primagama Suramadu, sebelum motivasi di berikan Bapak Kepala Spegrinam Surabaya menyampaikan bahwa walaupun Ujian Nasional Berbasis Komputer masih kurang 8 bulan , tetapi insyah alah di SMP PGRI 6 Surabaya ( Spegrinam Surabaya ) Sudah mempersiapkan hal tersebut , dimana kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan oleh siswa / siswi kelas 9 Saja , tetapi siswa / siswi kelas 7 dan kelas 8 Juga dipersiapkan, Adapun Program yang di siapkan oleh SMP PGRI 6 Surabaya adalah Program Religius yaitu program Sholat Dhuha , Pembacaan Asmaul Husnah , Istighosah serta Program Akademik yaitu Program UTS , UAS baik kelas 7 Sampai kelas 9 Yang dilakukan secara On Line, Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa beliau berharap agar Nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer yang diraih oleh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dapat Optimal serta dapat lulus Barokah dengan nilai yang terbaik , sehingga bisa membanggakan orang tua , serta mengharumkan nama SMP PGRI 6 Surabaya. Dalam kesempatan ini mas Amrullah , S.Pd mengajak wali murid SMP PGRI 6 Surabaya untuk selalu ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan putra / putrinya , apalagi dalam menghadapi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016 – 2017 , Serta beliau mengajak wali murid tidak bosan – bosannya untuk setiap hari selalu mendoakan putra / putrinya lulus barokah dengan nilai optimal, serta beliau juga mengajak agar jangan ragu dalam mendidik putra / putrinya serta jangan takut untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi , karena dengan doa restu dari orang tua inysah allah impian dari putra / putri tersebut dapat terwujud , khususnya siswa / siswi kelas 9 Dalam Menghadapi Ujian Nasional berbasis computer yang akan dilaksanakan pada bulan Awal Mei 2017. Kata Amrullah “ Kepala Cabang Primagama Suramadu Surabaya”