Minggu, 15 November 2015

“Hijau Kotaku Bersih Pantaiku “











Hijau Kotaku Bersih Pantaiku   “
Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut. Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara. Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang tertinggi. Garis laut dapat berubah karena adanya abrasi, yaitu pengikisan  pantai oleh hantaman gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya areal daratan. Ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan dalam mengamankan garis pantai seperti pemecah gelombang dan pengembangan vegetasi di pantai. Untuk mengatasi abrasi/penggerusan garis pantai dari gelombang/ombak dapat digunakan pemecah gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang. Berbagai cara yang ditempuh untuk memecahkan gelombang diantaranya dengan menggunakan tumpukan tetrapod yang terbuat dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai. Hutan bakau dapat membantu mengatasi gelombang serta sekaligus bermanfaat untuk kehidupan binatang serta tempat berkembang biak ikan-ikan tertentu. Hutan bakau disebagian besar pantai Utara sudah hilang karena ulah manusia, yang pada gilirannya akan menggerus pantai. Terumbu karang juga merupakan pemecah gelombang alami, sehingga sangat perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan dalam mempertahankan garis pantai.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Pada hari Minggu 15/11/2015 yang merupakan hari untuk istirahat berkumpul  bersama keluarga , tapi  tidak demikian untuk sebagian Tim kader Spegrinam Surabaya , Dimana Tim Kader Spegrinam yang terdiri dari Damar Cahyono , Rafil , Husna , Dayat serta di damping guru pramuka Kak Heri Kuswanto mengikuti kegiatan penyelamatan pantai dengan melakukan kegiatan bersih – bersih pantai di daerah Kejawen Lor  yang diadakan oleh Tunas Hijau Indonesia bersama dengan warga Kejawen Lor , Rafil Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 8 sangat antusias dalam kegiatan bersih – bersih tersebut , karena menurut Rafil bahwa kegiatan ini sangat positif untuk bisa menjadikan pantai kenjeran menjadi pantai kebanggaan warga kota Surabaya dari bebas sampah , apalagi menurut  Pak Heri Kuswanto  bahwa tujuan kegiatan ini adalah bakti darma pramuka yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia . Hijau Kotaku Bersih Pantaiku Itulah Slogan yang dikeluarkan oleh Tim Kader Spegrinam Surabaya sebagai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan .
Buah Karya :
Damar Cahyono



Rabu, 04 November 2015

“ Merubah Mindset Untuk Meraih Mimpi “










“ Merubah Mindset Untuk Meraih Mimpi “
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut. Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. "Mindset itu adalah cetakan/pola pikir kita yg terbentuk dari masa lalu kita, lingkungan kita, sehari-hari kita, perbuatan kita dsb-nya".
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada hari Rabu 4/11/2015 ,  10 Guru – Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan 53 Siswa SMP PGRI 6 Surabaya ( Spegrinam Surabaya ) mendapatkan sebuah pencerahan dari Mas Mochammad Amien  tentang meraih mimpi melalui merubah Mindset yang ada dalam diri Bapak / Ibu Guru serta 53 Siswa tersebut. Mas Mochammad Amien memberikan sebuah gambaran  Tes Mindset beliau menjelaskan tentang Enak mana jadi Guru dengan jadi Buruh , Menurut  Mas Amien bahwa jadi guru lebih hebat daripada seorang buruh ,  Enak mana jadi orang pintar atau orang bodoh , Itulah tes mindset untuk membuka cakrawala guru maupun siswa untuk meraih sebuah mimpi , dimana Mas Amien mengajak seluruh  guru – guru dan seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya  selalu bersyukur atas apa yang diberikan tuhan , dimana beliau mengajak seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan Bapak / Ibu Guru untuk bangkit meraih mimpi dan prestasi walaupun dari sekolah pinggiran, Mas Amien juga mengajak kepada siswa SMP PGRI 6 jika ada masalah di rumah  untuk melakukan curhat dengan bapak / ibu guru ,dan bapak / ibu guru harus bisa bisa menerima curhatan tersebut dan memberikan kasih saying kepada siswa tanpa harus mematahkan semangat beliau untuk meraih sebuah mimpi.  Mas Amien juga menantang kepada 53 Siswa yang hadir tersebut untuk bangkit , kelak jika bertemu dengan Mas Amien menjadi orang yang sukses .Menurut Lutfia Turfa yang orang tua beliau bekerja berjualan es menyatakan beliau ingin meraih mimpi masuk sekolah negeri , dan semoga acara ini Lutfia bisa semangat dalam meraih mimpi tersebut , padahal dulu sangat minder untuk mengapai mimpi tersebut , karena kondisi ekonomi keluarga yang pas – pasan , Menurut Lutfia beliau akan membuktikan bahwa walaupun dari sekolah pinggiran bisa meraih mimpi untuk meraih prestasi
Buah Karya :
Zulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Konselor & Tim Journalis


Selasa, 03 November 2015

“ Lahan Sempit Tak Jadi Penghalang Peduli Lingkungan “















“ Lahan Sempit Tak Jadi Penghalang Peduli Lingkungan “
Pertanian dengan menggunakan sistem pot bertingkat (vertikultur) merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas.
Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Namun demikian, sistem budidaya vertikultur juga memiliki kelemahan, yaitu: (1) Investasi awal cukup tinggi. (2) Sistem penyiraman harus kontinyu serta memerlukan beberapa peralatan tambahan, misalnya tangga sebagai alat bantu penyiraman, dll.

Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen (Litbang Deptan). Vertikultur Kencana ( sistim pot bertingkat) adalah paket per 12 (lusin) pot dengan panjang/ tinggi 1m, diameter mulai 4 inchi, 2 set pasang pagar ( garden fence) berfungsi sebagai kaki dan penjepit, dikemas dalam karton duplex. Tiap pot sudah diisi media tanam yang telah teruji baik ( terdiri dari campuran kompos, tanah hitam dan bulking agent pada komposisi tertentu) dilengkapi berikut benih ( sayuran semusim seledri, sereh, cabai, azalea, kembang sepatu, sawi, selada, kubis, wortel, tomat) sehingga pelanggan dapat langsung melakukan budidaya tanpa harus mencari aneka bahan dari berbagai tempat. 
Tiap paket 12 buah dilengkapi bahan habis pakai untuk penggantian dan perawatan berupa 1 kantong kompos, Pupuk Formula Gramafix khusus Sayuran dan 1 botol pupuk cair Gramafert. Bagi siapapun, dengan memiliki Vertikulture dariKencanaOnline.Com ini dapat melakukan budidaya pertanian guna menghasilkan sayuran secara mandiri. 
Kencana Vertikultur cocok ditempatkan di berbagai bagian rumah dan pekarangan, atau bagi korporasi ( pabrik, hotel, restoran, pertambangan) menyediakan tanaman hidup di halaman kantor, pabrik, area kerja, lahan bekas tambang bagi penyediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan maupun proyek lainnya ( pemerintah, lembaga dan instansi) yang berkepentingan menambah area teduh, hijau dan lingkungan lestari.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2015 akan segera diperingati. Puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Setiap tahunnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (dulu Kementerian Lingkungan Hidup) menetapkan tema dan maskot, berupa sepasang hewan dan tumbuhan, setiap tahunnya. Pada pelaksanaan peringatan di tahun 2015 ini, tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir ,  Tim Kader Spegrinam Surabaya  Pada hari Selasa 3/11/2015  Memperingati Hari Puspa dan Satwa Nasional , adapun kegiatan yang dilakukan oleh Tim kader Spegrinam Surabaya yang dimotori oleh Lutfia Turfa melakukan kegiatan pembuatan Verticulture , dimana pembuatan Verticulture tersebut menurut Lutfia Turfa bahwa kegiatan tersebut adalah Program yang di paparkan  oleh Tim Kader Spegrinam pada saat acara Workhsop II Surabaya Eco School 2015,  Adapun kegiatan Verticulture tersebut Tim kader Spegrinam Surabaya tampak semangat karena di damping oleh Kak Aries dan pak Bambang dari Tunas Hijau serta di dampingi oleh Ibu  Mei Ratna Susanti , S.Si , Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si mengajak seluruh kader Spegrinam untuk peduli lingkungan , walaupun kondisi lahan sekolah tidak luas tetapi tidak menjadi  penghalang untuk peduli  dan Berbudaya Lingkungan . Moch. Yasin Tim kader Spegrinam kelas 9 Sangat antusias dalam menggergraji paralon , adapun bibit yang di tanam di Verticulture tersebut yaitu bibit sawi dan bayam , diharapkan 2 bulan lagi pas liburan Tim kader Spegrinam Surabaya bisa memanen  sawi dan bayam tersebut dari hasil verticulture sekolah. Menurut Fransiska Nur Syahfitri Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 9 Bahwa lahan sempit bisa tetap eksis untuk peduli dan Berbudaya Lingkungan , karena dengan lahan sempit lebih mudah untuk melakukan penataan lingkungan.
Buah Karya  :
Zulfarhan Mustofa Hadi

Ketua Konselor Spegrinam & Tim Journalis Spegrinam