Rabu, 04 November 2015

“ Merubah Mindset Untuk Meraih Mimpi “










“ Merubah Mindset Untuk Meraih Mimpi “
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut. Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. "Mindset itu adalah cetakan/pola pikir kita yg terbentuk dari masa lalu kita, lingkungan kita, sehari-hari kita, perbuatan kita dsb-nya".
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada hari Rabu 4/11/2015 ,  10 Guru – Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan 53 Siswa SMP PGRI 6 Surabaya ( Spegrinam Surabaya ) mendapatkan sebuah pencerahan dari Mas Mochammad Amien  tentang meraih mimpi melalui merubah Mindset yang ada dalam diri Bapak / Ibu Guru serta 53 Siswa tersebut. Mas Mochammad Amien memberikan sebuah gambaran  Tes Mindset beliau menjelaskan tentang Enak mana jadi Guru dengan jadi Buruh , Menurut  Mas Amien bahwa jadi guru lebih hebat daripada seorang buruh ,  Enak mana jadi orang pintar atau orang bodoh , Itulah tes mindset untuk membuka cakrawala guru maupun siswa untuk meraih sebuah mimpi , dimana Mas Amien mengajak seluruh  guru – guru dan seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya  selalu bersyukur atas apa yang diberikan tuhan , dimana beliau mengajak seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan Bapak / Ibu Guru untuk bangkit meraih mimpi dan prestasi walaupun dari sekolah pinggiran, Mas Amien juga mengajak kepada siswa SMP PGRI 6 jika ada masalah di rumah  untuk melakukan curhat dengan bapak / ibu guru ,dan bapak / ibu guru harus bisa bisa menerima curhatan tersebut dan memberikan kasih saying kepada siswa tanpa harus mematahkan semangat beliau untuk meraih sebuah mimpi.  Mas Amien juga menantang kepada 53 Siswa yang hadir tersebut untuk bangkit , kelak jika bertemu dengan Mas Amien menjadi orang yang sukses .Menurut Lutfia Turfa yang orang tua beliau bekerja berjualan es menyatakan beliau ingin meraih mimpi masuk sekolah negeri , dan semoga acara ini Lutfia bisa semangat dalam meraih mimpi tersebut , padahal dulu sangat minder untuk mengapai mimpi tersebut , karena kondisi ekonomi keluarga yang pas – pasan , Menurut Lutfia beliau akan membuktikan bahwa walaupun dari sekolah pinggiran bisa meraih mimpi untuk meraih prestasi
Buah Karya :
Zulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Konselor & Tim Journalis


Selasa, 03 November 2015

“ Lahan Sempit Tak Jadi Penghalang Peduli Lingkungan “















“ Lahan Sempit Tak Jadi Penghalang Peduli Lingkungan “
Pertanian dengan menggunakan sistem pot bertingkat (vertikultur) merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas.
Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Namun demikian, sistem budidaya vertikultur juga memiliki kelemahan, yaitu: (1) Investasi awal cukup tinggi. (2) Sistem penyiraman harus kontinyu serta memerlukan beberapa peralatan tambahan, misalnya tangga sebagai alat bantu penyiraman, dll.

Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen (Litbang Deptan). Vertikultur Kencana ( sistim pot bertingkat) adalah paket per 12 (lusin) pot dengan panjang/ tinggi 1m, diameter mulai 4 inchi, 2 set pasang pagar ( garden fence) berfungsi sebagai kaki dan penjepit, dikemas dalam karton duplex. Tiap pot sudah diisi media tanam yang telah teruji baik ( terdiri dari campuran kompos, tanah hitam dan bulking agent pada komposisi tertentu) dilengkapi berikut benih ( sayuran semusim seledri, sereh, cabai, azalea, kembang sepatu, sawi, selada, kubis, wortel, tomat) sehingga pelanggan dapat langsung melakukan budidaya tanpa harus mencari aneka bahan dari berbagai tempat. 
Tiap paket 12 buah dilengkapi bahan habis pakai untuk penggantian dan perawatan berupa 1 kantong kompos, Pupuk Formula Gramafix khusus Sayuran dan 1 botol pupuk cair Gramafert. Bagi siapapun, dengan memiliki Vertikulture dariKencanaOnline.Com ini dapat melakukan budidaya pertanian guna menghasilkan sayuran secara mandiri. 
Kencana Vertikultur cocok ditempatkan di berbagai bagian rumah dan pekarangan, atau bagi korporasi ( pabrik, hotel, restoran, pertambangan) menyediakan tanaman hidup di halaman kantor, pabrik, area kerja, lahan bekas tambang bagi penyediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan maupun proyek lainnya ( pemerintah, lembaga dan instansi) yang berkepentingan menambah area teduh, hijau dan lingkungan lestari.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2015 akan segera diperingati. Puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Setiap tahunnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (dulu Kementerian Lingkungan Hidup) menetapkan tema dan maskot, berupa sepasang hewan dan tumbuhan, setiap tahunnya. Pada pelaksanaan peringatan di tahun 2015 ini, tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir ,  Tim Kader Spegrinam Surabaya  Pada hari Selasa 3/11/2015  Memperingati Hari Puspa dan Satwa Nasional , adapun kegiatan yang dilakukan oleh Tim kader Spegrinam Surabaya yang dimotori oleh Lutfia Turfa melakukan kegiatan pembuatan Verticulture , dimana pembuatan Verticulture tersebut menurut Lutfia Turfa bahwa kegiatan tersebut adalah Program yang di paparkan  oleh Tim Kader Spegrinam pada saat acara Workhsop II Surabaya Eco School 2015,  Adapun kegiatan Verticulture tersebut Tim kader Spegrinam Surabaya tampak semangat karena di damping oleh Kak Aries dan pak Bambang dari Tunas Hijau serta di dampingi oleh Ibu  Mei Ratna Susanti , S.Si , Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si mengajak seluruh kader Spegrinam untuk peduli lingkungan , walaupun kondisi lahan sekolah tidak luas tetapi tidak menjadi  penghalang untuk peduli  dan Berbudaya Lingkungan . Moch. Yasin Tim kader Spegrinam kelas 9 Sangat antusias dalam menggergraji paralon , adapun bibit yang di tanam di Verticulture tersebut yaitu bibit sawi dan bayam , diharapkan 2 bulan lagi pas liburan Tim kader Spegrinam Surabaya bisa memanen  sawi dan bayam tersebut dari hasil verticulture sekolah. Menurut Fransiska Nur Syahfitri Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 9 Bahwa lahan sempit bisa tetap eksis untuk peduli dan Berbudaya Lingkungan , karena dengan lahan sempit lebih mudah untuk melakukan penataan lingkungan.
Buah Karya  :
Zulfarhan Mustofa Hadi

Ketua Konselor Spegrinam & Tim Journalis Spegrinam

Kamis, 29 Oktober 2015

“ Workhsop 22 Terbaik Surabaya Eco School “




















“ Workhsop 22 Terbaik Surabaya Eco School “
Lokakarya (Inggris: academic workshop) adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah : Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya. Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA). Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya. Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Alhamdulilah masuk menjadi 22 Sekolah Terbaik Surabaya Eco School 2015 yang di selenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia Dimana pada hari Kamis 29/10/2015 22 Sekolah Terbaik Surabaya Eco School 2015 tersebut mengikuti kegiatan Workhsop II Surabaya Eco School 2015 yang di selenggarakan di SMP Negeri 11 Surabaya Jl. Sawah Pulo No.1 Surabaya. Tim kader Spegrinam yang berangkat ke Workhsop Surabaya Eco School 2015 antara lain : Lutfia Turfa , Fransiska Nur Syahfitri , Moch. Yasin , Zulfarhan Mustofa Hadi , Nevela Anindita Syahrini , Yuda Agustian , Syaiful Bahri didampingi oleh 2 Orang guru kami yaitu Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si dan Ibu Yuni Ismaryati , S.Pd, dalam kesempatan tersebut turut hadir Bapak Kepala Sekolah kami SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd yang selalu mendampingi kegiatan kami walaupun beliau begitu banyak kesibukannya. Tim kader Spegrinam pada pameran pagi hari ini di SMP Negeri 11 Juga membawakan poster lingkungan unggulan program yang sudah berjalan di SMP PGRI 6 Surabaya sekolah hijau, Dalam kesempatan ini 22 Sekolah terbaik Surabaya Eco School 2015 mendapatkan tugas dari Tunas Hijau  yaitu On The Spot  membuat Program Lingkungan yang sudah berjalan serta membuat artikel dari program unggulan yang ada di masing – masing sekolah , dalam kesempatan ini Tim kader SMP PGRI 6 Surabaya Lutfia Turfa sangat tertarik terhadap kantin Apung yang ada di SMP Negeri 26 Surabaya dan beliau berharap agar SMP PGRI 6 Surabaya bisa membuat kantin apung dan kantin yang bebas dari 3 P ( Pengawet , Pemanis dan perasa ) , sehingga dengan adanya kantin bebas 3 P Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya menjadi sekolah sehat, setelah mengerjakan tugas dari Tunas Hijau Tim Kader Spegrinam Surabaya juga memaparkan tentang Program yang sudah berjalan , Program lingkungan yang akan datang serta Program Inovasi di SMP PGRI 6 Surabaya. Menurut Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si bahwa beliau selaku Pendamping berharap agar Tim kader Spegrinam Surabaya mengembangkan program – program inovasi yang lain dan yang lebih menantang.
Buah Karya:
Fransiska Nur Syahfitri
Tim Journalis Spegrinam



Sabtu, 10 Oktober 2015

“ Penelitian Kader Spegrinam Tentang Aplikasi Mol dalam Kompos “


“ Penelitian Kader Spegrinam Tentang Aplikasi Mol dalam Kompos “

Mol adalah satuan dasar SI yang mengukur jumlah zat Istilah "mol" pertama kali diciptakan oleh Wilhem Ostwald dalam bahasa Jerman pada tahun 1893, walaupun sebelumnya telah terdapat konsep massa ekuivalen seabad sebelumnya. Istilah mol diperkirakan berasal dari kata bahasa Jerman Molekül. Nama gram atom dan gram molekul juga pernah digunakan dengan artian yang sama dengan mol, namun sekarang sudah tidak digunakan. Terdapat miskonsepsi yang umum bahwa mol didefinisikan menurut tetapan Avogadro (juga disebut "bilangan Avogadro"). Namun kita tidak perlulah mengetahui jumlah atom ataupun molekul yang ada dalam suatu zat untuk menggunakan satuan mol, dan sebenarnya pula pengukuran jumlah zat dilakukan pertama kali sebelum adanya teori atom modern. Definisi mutakhir mol disepakati pada tahun 1960-an. Sebelumnya, definisi mol didasarkan pada berat atom hidrogen, berat atom oksigen, dan massa atom relatif oksigen-16. Keempat definisi ini memiliki tingkat perbedaan yang lebih kecil dari 1%. Metode yang paling umum untuk mengukur jumlah zat adalah dengan mengukur massanya dan kemudian membagi nilai massanya dengan massa molar zat tersebut Massa molar dapat dihitung dengan mudah dari nilai tabulasi bobot atom dan tetapan massa molar (didefinisikan sebagai 1 g/mol). Metode lainnya meliputi penggunaan volume molar ataupun pengukuran muatan listrik. Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara.

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir Kota Surabaya , Tim Kader Spegrinam Surabaya yang terdiri dari Lutfia Turfa dan Fransiska Nur Syahfitri  Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 9 didampingi oleh guru IPA  yaitu Ibu Rini Hapsari , S.Si dan Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si pada hari Sabtu 10/10/2015 Melakukan sebuah penelitian tentang kompos  yang dimana biasanaya SMP PGRI 6 Surabaya hanya bergelut dengan sampah – sampah , tapi kini sampah tersebut oleh Lutfia Turfa dan Fransiska Nur syahfitri dilakukan Penelitian tentang mol yang terkandung dalam kompos tersebut. Adapun sampah yang diamati oleh Tim Kader SMP PGRI 6 Surabaya yaitu REBUNG BAMBU, BATANG PISANG, SISA BUAH, dimana sampah – sampah tersebut dicarik mol yang terkandung di masing – masing sampah tersebut.  Adapun bahan – bahan yang di siapkan yaitu Air Leri ( Air pususuan beras ) Batang Pisang , Rebung Bambu , Sisa – sisa buah , Selang , Toples . Lutfia Turfa dan Fransiska Nur Syahfitri sangat antusias melakukan kegiatan pagi hari ini yang di dampingi dan mendengarkan arahan dari  Ibu Rini Hapsari , S.Si dan Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si . Menurut Lutfia Turfa bahwa beliau sangat senang dengan kegiatan penelitian hari ini , karena beliau bisa menambah ilmu dimana sampah tidak hanya dilihat saja tetapi bisa di amati untuk diteliti, Lutfia berharap agar Ibu Mei Ratna Susanti dan Ibu Rini Hapsari bisa melakukan penelitian lingkungan lain di SMP PGRI 6 Surabaya.

Buah Karya :

Zulfarhan Mustofa Hadi

Ketua Konselor Spegrinam Surabaya & Ketua Kader Spegrinam

 

Rabu, 07 Oktober 2015

“ Mengiringi Drumband Di Pernikahan Warga Bulak Banteng”


“ Mengiringi Drumband Di Pernikahan Warga Bulak Banteng”

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula. Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

SMP  PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli  dan Berbudaya lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7-9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada  hari Rabu 7/10/2015 , 35 Siswa Tim Drumband SMP PGRI 6 Surabaya  menghadiri undangan warga di Dukuh Bulak Banteng Perintis Utama , Dimana Tim drumband SMP PGRI 6 undangan tersebut mengiring Manten  dari Dukuh Bulak Banteng Perintis Utama sampai Ke Dukuh Bulak Banteng Suropati , dimana warga di sekitar bulak banteng sangat kagum dengan penampilan drumband sekolah kami , Menurut Bapak Kepala Sekolah kami Banu Atmoko S.Pd yang ikut mendampingi kegiatan kami tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengajak warga SMP PGRI 6 Surabaya untuk bersosialisasi serta membantu warga yang membutuhkan bantuan untuk memakai drumband di sekolah SMP PGRI 6 Surabaya.

Buah Karya :

Zulfarhan Mustofa Hadi

Ketua Konselor SMP PGRI 6 Surabaya