Sabtu, 14 November 2015
Rabu, 04 November 2015
“ Merubah Mindset Untuk Meraih Mimpi “
“ Merubah Mindset Untuk
Meraih Mimpi “
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur,
terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye
movement/REM sleep). Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam
dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang
disebut lucid dreaming.
Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi
tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam
mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut. Pemimpi juga
dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk.
Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. "Mindset itu adalah cetakan/pola pikir kita yg terbentuk dari masa
lalu kita, lingkungan kita, sehari-hari kita, perbuatan kita dsb-nya".
SMP
PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di
Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada
hari Rabu 4/11/2015 , 10 Guru – Guru SMP
PGRI 6 Surabaya dan 53 Siswa SMP PGRI 6 Surabaya ( Spegrinam Surabaya )
mendapatkan sebuah pencerahan dari Mas Mochammad Amien tentang meraih mimpi melalui merubah Mindset
yang ada dalam diri Bapak / Ibu Guru serta 53 Siswa tersebut. Mas Mochammad
Amien memberikan sebuah gambaran Tes
Mindset beliau menjelaskan tentang Enak mana jadi Guru dengan jadi Buruh ,
Menurut Mas Amien bahwa jadi guru lebih
hebat daripada seorang buruh , Enak mana
jadi orang pintar atau orang bodoh , Itulah tes mindset untuk membuka cakrawala
guru maupun siswa untuk meraih sebuah mimpi , dimana Mas Amien mengajak seluruh
guru – guru dan seluruh siswa SMP PGRI 6
Surabaya selalu bersyukur atas apa yang
diberikan tuhan , dimana beliau mengajak seluruh siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan
Bapak / Ibu Guru untuk bangkit meraih mimpi dan prestasi walaupun dari sekolah
pinggiran, Mas Amien juga mengajak kepada siswa SMP PGRI 6 jika ada masalah di
rumah untuk melakukan curhat dengan
bapak / ibu guru ,dan bapak / ibu guru harus bisa bisa menerima curhatan
tersebut dan memberikan kasih saying kepada siswa tanpa harus mematahkan
semangat beliau untuk meraih sebuah mimpi.
Mas Amien juga menantang kepada 53 Siswa yang hadir tersebut untuk
bangkit , kelak jika bertemu dengan Mas Amien menjadi orang yang sukses
.Menurut Lutfia Turfa yang orang tua beliau bekerja berjualan es menyatakan
beliau ingin meraih mimpi masuk sekolah negeri , dan semoga acara ini Lutfia
bisa semangat dalam meraih mimpi tersebut , padahal dulu sangat minder untuk
mengapai mimpi tersebut , karena kondisi ekonomi keluarga yang pas – pasan ,
Menurut Lutfia beliau akan membuktikan bahwa walaupun dari sekolah pinggiran
bisa meraih mimpi untuk meraih prestasi
Buah
Karya :
Zulfarhan
Mustofa Hadi
Ketua
Konselor & Tim Journalis
Selasa, 03 November 2015
“ Lahan Sempit Tak Jadi Penghalang Peduli Lingkungan “
“ Lahan Sempit Tak Jadi
Penghalang Peduli Lingkungan “
Pertanian dengan menggunakan sistem pot
bertingkat (vertikultur) merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam
budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas.
Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Namun demikian, sistem budidaya vertikultur juga memiliki kelemahan, yaitu: (1) Investasi awal cukup tinggi. (2) Sistem penyiraman harus kontinyu serta memerlukan beberapa peralatan tambahan, misalnya tangga sebagai alat bantu penyiraman, dll.
Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen (Litbang Deptan). Vertikultur Kencana ( sistim pot bertingkat) adalah paket per 12 (lusin) pot dengan panjang/ tinggi 1m, diameter mulai 4 inchi, 2 set pasang pagar ( garden fence) berfungsi sebagai kaki dan penjepit, dikemas dalam karton duplex. Tiap pot sudah diisi media tanam yang telah teruji baik ( terdiri dari campuran kompos, tanah hitam dan bulking agent pada komposisi tertentu) dilengkapi berikut benih ( sayuran semusim seledri, sereh, cabai, azalea, kembang sepatu, sawi, selada, kubis, wortel, tomat) sehingga pelanggan dapat langsung melakukan budidaya tanpa harus mencari aneka bahan dari berbagai tempat.
Tiap paket 12 buah dilengkapi bahan habis pakai untuk penggantian dan perawatan berupa 1 kantong kompos, Pupuk Formula Gramafix khusus Sayuran dan 1 botol pupuk cair Gramafert. Bagi siapapun, dengan memiliki Vertikulture dariKencanaOnline.Com ini dapat melakukan budidaya pertanian guna menghasilkan sayuran secara mandiri.
Kencana Vertikultur cocok ditempatkan di berbagai bagian rumah dan pekarangan, atau bagi korporasi ( pabrik, hotel, restoran, pertambangan) menyediakan tanaman hidup di halaman kantor, pabrik, area kerja, lahan bekas tambang bagi penyediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan maupun proyek lainnya ( pemerintah, lembaga dan instansi) yang berkepentingan menambah area teduh, hijau dan lingkungan lestari. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2015 akan segera diperingati. Puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Setiap tahunnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (dulu Kementerian Lingkungan Hidup) menetapkan tema dan maskot, berupa sepasang hewan dan tumbuhan, setiap tahunnya. Pada pelaksanaan peringatan di tahun 2015 ini, tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.
Kelebihan sistem pertanian vertikultur: (1) Efisiensi dalam penggunaan lahan. (2) Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida. (3) Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu. (4) Mudah dalam hal monitoring/pemeliharaan tanaman. Namun demikian, sistem budidaya vertikultur juga memiliki kelemahan, yaitu: (1) Investasi awal cukup tinggi. (2) Sistem penyiraman harus kontinyu serta memerlukan beberapa peralatan tambahan, misalnya tangga sebagai alat bantu penyiraman, dll.
Jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya a) tanaman sayur semusim (sawi,selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), b) tanaman bunga seperti anggrek, mawar, melati, azalea, kembang sepatu, dll; dan c) tanaman obat-obatan yang sekulen (Litbang Deptan). Vertikultur Kencana ( sistim pot bertingkat) adalah paket per 12 (lusin) pot dengan panjang/ tinggi 1m, diameter mulai 4 inchi, 2 set pasang pagar ( garden fence) berfungsi sebagai kaki dan penjepit, dikemas dalam karton duplex. Tiap pot sudah diisi media tanam yang telah teruji baik ( terdiri dari campuran kompos, tanah hitam dan bulking agent pada komposisi tertentu) dilengkapi berikut benih ( sayuran semusim seledri, sereh, cabai, azalea, kembang sepatu, sawi, selada, kubis, wortel, tomat) sehingga pelanggan dapat langsung melakukan budidaya tanpa harus mencari aneka bahan dari berbagai tempat.
Tiap paket 12 buah dilengkapi bahan habis pakai untuk penggantian dan perawatan berupa 1 kantong kompos, Pupuk Formula Gramafix khusus Sayuran dan 1 botol pupuk cair Gramafert. Bagi siapapun, dengan memiliki Vertikulture dariKencanaOnline.Com ini dapat melakukan budidaya pertanian guna menghasilkan sayuran secara mandiri.
Kencana Vertikultur cocok ditempatkan di berbagai bagian rumah dan pekarangan, atau bagi korporasi ( pabrik, hotel, restoran, pertambangan) menyediakan tanaman hidup di halaman kantor, pabrik, area kerja, lahan bekas tambang bagi penyediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan maupun proyek lainnya ( pemerintah, lembaga dan instansi) yang berkepentingan menambah area teduh, hijau dan lingkungan lestari. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2015 akan segera diperingati. Puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Setiap tahunnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (dulu Kementerian Lingkungan Hidup) menetapkan tema dan maskot, berupa sepasang hewan dan tumbuhan, setiap tahunnya. Pada pelaksanaan peringatan di tahun 2015 ini, tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.
SMP
PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di
Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , Tim Kader Spegrinam Surabaya Pada hari Selasa 3/11/2015 Memperingati Hari Puspa dan Satwa Nasional ,
adapun kegiatan yang dilakukan oleh Tim kader Spegrinam Surabaya yang dimotori
oleh Lutfia Turfa melakukan kegiatan pembuatan Verticulture , dimana pembuatan
Verticulture tersebut menurut Lutfia Turfa bahwa kegiatan tersebut adalah
Program yang di paparkan oleh Tim Kader
Spegrinam pada saat acara Workhsop II Surabaya Eco School 2015, Adapun kegiatan Verticulture tersebut Tim
kader Spegrinam Surabaya tampak semangat karena di damping oleh Kak Aries dan
pak Bambang dari Tunas Hijau serta di dampingi oleh Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si , Ibu Mei Ratna
Susanti , S.Si mengajak seluruh kader Spegrinam untuk peduli lingkungan ,
walaupun kondisi lahan sekolah tidak luas tetapi tidak menjadi penghalang untuk peduli dan Berbudaya Lingkungan . Moch. Yasin Tim
kader Spegrinam kelas 9 Sangat antusias dalam menggergraji paralon , adapun
bibit yang di tanam di Verticulture tersebut yaitu bibit sawi dan bayam ,
diharapkan 2 bulan lagi pas liburan Tim kader Spegrinam Surabaya bisa
memanen sawi dan bayam tersebut dari
hasil verticulture sekolah. Menurut Fransiska Nur Syahfitri Tim Kader Spegrinam
Surabaya kelas 9 Bahwa lahan sempit bisa tetap eksis untuk peduli dan Berbudaya
Lingkungan , karena dengan lahan sempit lebih mudah untuk melakukan penataan
lingkungan.
Buah
Karya :
Zulfarhan
Mustofa Hadi
Ketua
Konselor Spegrinam & Tim Journalis Spegrinam
Kamis, 29 Oktober 2015
“ Workhsop 22 Terbaik Surabaya Eco School “
“ Workhsop 22 Terbaik Surabaya Eco School “
Lokakarya (Inggris: academic workshop) adalah suatu
acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan
mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Konservasi adalah
pelestarian atau perlindungan. Secara
harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan
menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah : Upaya efisiensi dari
penggunaan energi,
produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi
energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya. Di Indonesia,
berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati]
adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara
bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara
dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka
margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA),
sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan
Kawasan Pelestarian Alam (KPA). Cagar alam karena
keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu
yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka
margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis
satwanya. Taman nasional mempunyai ekosistem asli
yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang
budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi
tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu
pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
SMP
PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di
Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir ,
Alhamdulilah masuk menjadi 22 Sekolah Terbaik Surabaya Eco School 2015 yang di
selenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia Dimana pada hari Kamis 29/10/2015 22
Sekolah Terbaik Surabaya Eco School 2015 tersebut mengikuti kegiatan Workhsop
II Surabaya Eco School 2015 yang di selenggarakan di SMP Negeri 11 Surabaya Jl.
Sawah Pulo No.1 Surabaya. Tim kader Spegrinam yang berangkat ke Workhsop
Surabaya Eco School 2015 antara lain : Lutfia Turfa , Fransiska Nur Syahfitri ,
Moch. Yasin , Zulfarhan Mustofa Hadi , Nevela Anindita Syahrini , Yuda Agustian
, Syaiful Bahri didampingi oleh 2 Orang guru kami yaitu Ibu Mei Ratna Susanti ,
S.Si dan Ibu Yuni Ismaryati , S.Pd, dalam kesempatan tersebut turut hadir Bapak
Kepala Sekolah kami SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd yang selalu
mendampingi kegiatan kami walaupun beliau begitu banyak kesibukannya. Tim kader
Spegrinam pada pameran pagi hari ini di SMP Negeri 11 Juga membawakan poster
lingkungan unggulan program yang sudah berjalan di SMP PGRI 6 Surabaya sekolah
hijau, Dalam kesempatan ini 22 Sekolah terbaik Surabaya Eco School 2015
mendapatkan tugas dari Tunas Hijau yaitu
On The Spot membuat Program Lingkungan
yang sudah berjalan serta membuat artikel dari program unggulan yang ada di
masing – masing sekolah , dalam kesempatan ini Tim kader SMP PGRI 6 Surabaya
Lutfia Turfa sangat tertarik terhadap kantin Apung yang ada di SMP Negeri 26
Surabaya dan beliau berharap agar SMP PGRI 6 Surabaya bisa membuat kantin apung
dan kantin yang bebas dari 3 P ( Pengawet , Pemanis dan perasa ) , sehingga
dengan adanya kantin bebas 3 P Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya menjadi sekolah
sehat, setelah mengerjakan tugas dari Tunas Hijau Tim Kader Spegrinam Surabaya
juga memaparkan tentang Program yang sudah berjalan , Program lingkungan yang
akan datang serta Program Inovasi di SMP PGRI 6 Surabaya. Menurut Ibu Mei Ratna
Susanti , S.Si bahwa beliau selaku Pendamping berharap agar Tim kader Spegrinam
Surabaya mengembangkan program – program inovasi yang lain dan yang lebih
menantang.
Buah
Karya:
Fransiska
Nur Syahfitri
Tim
Journalis Spegrinam
Sabtu, 10 Oktober 2015
“ Penelitian Kader Spegrinam Tentang Aplikasi Mol dalam Kompos “
“ Penelitian Kader Spegrinam Tentang Aplikasi
Mol dalam Kompos “
Mol adalah satuan dasar SI yang mengukur jumlah zat Istilah
"mol" pertama kali diciptakan oleh Wilhem Ostwald
dalam bahasa Jerman pada tahun 1893, walaupun
sebelumnya telah terdapat konsep massa ekuivalen
seabad sebelumnya. Istilah mol diperkirakan berasal dari kata bahasa
Jerman Molekül. Nama gram atom dan gram molekul juga
pernah digunakan dengan artian yang sama dengan mol, namun sekarang sudah tidak
digunakan. Terdapat miskonsepsi
yang umum bahwa mol didefinisikan menurut tetapan Avogadro (juga disebut "bilangan Avogadro").
Namun kita tidak perlulah mengetahui jumlah atom ataupun molekul yang ada dalam
suatu zat untuk menggunakan satuan mol, dan sebenarnya pula pengukuran jumlah
zat dilakukan pertama kali sebelum adanya teori atom modern. Definisi mutakhir
mol disepakati pada tahun 1960-an. Sebelumnya, definisi mol didasarkan pada
berat atom hidrogen, berat atom oksigen, dan massa atom
relatif oksigen-16. Keempat definisi ini memiliki tingkat perbedaan
yang lebih kecil dari 1%. Metode yang paling umum
untuk mengukur jumlah zat adalah dengan mengukur massanya
dan kemudian membagi nilai massanya dengan massa molar zat tersebut Massa molar dapat dihitung dengan
mudah dari nilai tabulasi bobot atom dan tetapan massa
molar (didefinisikan sebagai 1 g/mol). Metode lainnya meliputi
penggunaan volume molar ataupun pengukuran muatan listrik. Kompos adalah hasil penguraian
parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat
dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford,
2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik
mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang
memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses
alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi
membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan
aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu
bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan
alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan
mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat
pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya
Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan
Wonokusumo , Kecamatan Semampir Kota Surabaya , Tim Kader Spegrinam Surabaya
yang terdiri dari Lutfia Turfa dan Fransiska Nur Syahfitri Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 9
didampingi oleh guru IPA yaitu Ibu Rini
Hapsari , S.Si dan Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si pada hari Sabtu 10/10/2015
Melakukan sebuah penelitian tentang kompos
yang dimana biasanaya SMP PGRI 6 Surabaya hanya bergelut dengan sampah –
sampah , tapi kini sampah tersebut oleh Lutfia Turfa dan Fransiska Nur
syahfitri dilakukan Penelitian tentang mol yang terkandung dalam kompos
tersebut. Adapun sampah yang diamati oleh Tim Kader SMP PGRI 6 Surabaya yaitu REBUNG BAMBU, BATANG PISANG, SISA
BUAH, dimana sampah – sampah tersebut dicarik mol yang terkandung di masing –
masing sampah tersebut. Adapun bahan –
bahan yang di siapkan yaitu Air Leri ( Air pususuan beras ) Batang Pisang ,
Rebung Bambu , Sisa – sisa buah , Selang , Toples . Lutfia Turfa dan Fransiska
Nur Syahfitri sangat antusias melakukan kegiatan pagi hari ini yang di dampingi
dan mendengarkan arahan dari Ibu Rini
Hapsari , S.Si dan Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si . Menurut Lutfia Turfa bahwa
beliau sangat senang dengan kegiatan penelitian hari ini , karena beliau bisa
menambah ilmu dimana sampah tidak hanya dilihat saja tetapi bisa di amati untuk
diteliti, Lutfia berharap agar Ibu Mei Ratna Susanti dan Ibu Rini Hapsari bisa
melakukan penelitian lingkungan lain di SMP PGRI 6 Surabaya.
Buah Karya :
Zulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Konselor Spegrinam Surabaya & Ketua Kader
Spegrinam
Rabu, 07 Oktober 2015
“ Mengiringi Drumband Di Pernikahan Warga Bulak Banteng”
“ Mengiringi Drumband Di Pernikahan Warga
Bulak Banteng”
Pernikahan adalah upacara pengikatan janji
nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan
maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan
memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat
atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama
tertentu pula. Pengesahan secara hukum
suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan
pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri
biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan
adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman
dan keluarga. Wanita dan pria yang
sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya
selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri
dalam ikatan perkawinan.
SMP
PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli
dan Berbudaya lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7-9
Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada
hari Rabu 7/10/2015 , 35 Siswa Tim Drumband SMP PGRI 6 Surabaya menghadiri undangan warga di Dukuh Bulak
Banteng Perintis Utama , Dimana Tim drumband SMP PGRI 6 undangan tersebut
mengiring Manten dari Dukuh Bulak
Banteng Perintis Utama sampai Ke Dukuh Bulak Banteng Suropati , dimana warga di
sekitar bulak banteng sangat kagum dengan penampilan drumband sekolah kami ,
Menurut Bapak Kepala Sekolah kami Banu Atmoko S.Pd yang ikut mendampingi
kegiatan kami tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengajak warga SMP
PGRI 6 Surabaya untuk bersosialisasi serta membantu warga yang membutuhkan bantuan
untuk memakai drumband di sekolah SMP PGRI 6 Surabaya.
Buah Karya :
Zulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Konselor SMP PGRI 6 Surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)