Transformasi Ruang Kelas: Menyongsong Pembelajaran Yang Aman Dan Nyaman Masa Depan
Dunia pendidikan tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Kapur dan papan tulis kayu kini mulai berganti peran dengan teknologi sentuh yang dinamis. Menanggapi perubahan ini, program Sosialisasi Papan Interaktif Digital dan Digitalisasi Pembelajaran intensif digelar untuk membekali para pendidik dengan senjata utama di era industri 4.0.Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Peserta didik masa kini adalah digital natives yang lebih cepat menyerap informasi melalui konten visual dan interaktif. Papan interaktif digital (Interactive Flat Panel Display) hadir sebagai solusi pusat kendali di dalam kelas. Alat ini menggabungkan fungsi komputer, televisi, dan papan tulis menjadi satu perangkat pintar yang mampu menghidupkan suasana belajar.
Manfaat Utama Papan Interaktif Digital:
1. Visualisasi yang Hidup: Materi yang abstrak seperti anatomi tubuh atau simulasi tata surya dapat ditampilkan melalui video 4K dan model 3D.
2. Kolaborasi Real-Time: Siswa dapat maju ke depan dan berinteraksi langsung dengan konten, melakukan anotasi, hingga menyimpan hasil diskusi secara otomatis ke format PDF atau gambar.
3. Konektivitas Tanpa Batas: Guru dapat dengan mudah membagikan layar (screen sharing) dari ponsel atau laptop tanpa kabel yang rumit.
Fokus Pelatihan: Bukan Sekadar Mengoperasikan Alat
Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya berfokus pada cara menyalakan alat (aspek teknis), tetapi lebih dalam pada pedagogi digital. Para guru dilatih untuk:
1) Menyusun Konten Kreatif: Memanfaatkan perangkat lunak bawaan papan interaktif untuk membuat kuis interaktif dan permainan edukatif.
2) Manajemen Kelas Digital: Mengintegrasikan papan interaktif dengan platform pembelajaran seperti Google Classroom atau Microsoft Teams.
3) Evaluasi Interaktif: Melakukan penilaian cepat (polling) di akhir pelajaran di mana siswa dapat menjawab langsung dari bangku masing-masing dan hasilnya langsung muncul di layar utama.
Di era digitalisasi pendidikan, menghadirkan teknologi ke dalam kelas bukan hanya soal kecanggihan fitur, tetapi juga soal pengalaman pengguna (User Experience). Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang efektif adalah yang mampu menciptakan rasa aman secara digital dan kenyamanan secara kognitif bagi siswa. Tanpa rasa aman dan nyaman, teknologi justru bisa menjadi distraksi atau sumber kecemasan baru bagi peserta didik. Berikut adalah pilar utama dalam menyusun MPI yang berpusat pada kesejahteraan siswa:
1. Keamanan Data dan Lingkungan Digital
Langkah pertama dalam MPI yang "Aman" adalah perlindungan terhadap privasi. Siswa harus merasa bahwa ruang digital mereka tidak mengancam.
a) Bebas Iklan dan Konten Eksternal: MPI yang aman harus terisolasi dari iklan pihak ketiga atau tautan luar yang tidak terverifikasi yang berpotensi mengandung konten tidak pantas.
b) Perlindungan Privasi: Jika MPI menggunakan sistem login, pastikan data personal siswa terenkripsi dan tidak disalahgunakan.
c) Moderasi Konten: Dalam fitur diskusi interaktif, sistem harus memiliki filter otomatis untuk mencegah perundungan siber (cyberbullying).
2. Kenyamanan Visual dan Ergonomi Kognitif
Kenyamanan sering kali berkaitan dengan bagaimana otak memproses informasi tanpa merasa lelah (minimal cognitive load).
a. Antarmuka yang Ramah (User-Friendly): Navigasi yang konsisten dan ikon yang mudah dipahami membuat siswa tidak merasa tersesat saat menggunakan aplikasi.
b. Pemilihan Warna dan Tipografi: Gunakan kontras yang cukup namun tidak menyakitkan mata. Hindari warna neon yang terlalu dominan. Gunakan font yang mudah dibaca seperti Sans Serif dengan ukuran yang proporsional.
c. Aksesibilitas: MPI yang nyaman adalah yang inklusif, menyediakan opsi teks untuk audio (caption) bagi siswa dengan gangguan pendengaran atau pengaturan kontras bagi siswa dengan keterbatasan penglihatan.
3. Keamanan Psikologis: Bebas dari Rasa Takut Salah
MPI yang baik memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen.
a) Umpan Balik Positif (Constructive Feedback): Alih-alih menampilkan tanda silang merah besar dan suara "tetot" yang mengagetkan saat siswa salah menjawab, gunakan pesan yang menyemangati seperti "Coba lagi, kamu hampir berhasil!".
b) Mode Belajar Mandiri: Berikan kontrol penuh kepada siswa untuk mengulang materi sesuka mereka tanpa tekanan waktu yang berlebihan, sehingga mereka merasa nyaman belajar sesuai ritme masing-masing.
4. Interaktivitas yang Menyenangkan, Bukan Membingungkan
Interaksi dalam MPI harus memiliki tujuan yang jelas.
a. Gamifikasi yang Sehat: Menambahkan elemen permainan seperti poin atau lencana dapat meningkatkan motivasi, asalkan tidak menciptakan kompetisi yang tidak sehat yang justru memicu stres pada siswa.
b. Konten Multimedia yang Seimbang: Paduan antara video, gambar, dan teks harus seimbang agar tidak terjadi information overload yang membuat siswa merasa kewalahan.
Dalam mewujudkan Pembelajaran yang aman Dan nyaman bagi murid di Wilayah Surabaya Utara , Pada Hari Rabu 21/1/2026 Di Aula SMP TARUNA JAYA Surabaya Jl. Kedinding Tengah Sekolahan No.40, Tanah Kali Kedinding, Kec. Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur 60129 Sebanyak 34 Guru TIK SMP Swasta Surabaya Utara Mengikuti kegiatan PELATIHAN SOSIALIASI PAPAN INTERAKTIF DIGITAL DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN
Dalam sambutannya Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Langkah menuju digitalisasi pembelajaran adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM bangsa. Dengan sinergi antara infrastruktur yang canggih dan pendidik yang kompeten, ruang kelas akan berubah menjadi pusat inovasi yang menyenangkan bagi generasi mendatang serta Multimedia Pembelajaran Interaktif bukan sekadar memindahkan materi buku ke layar. MPI yang sukses adalah yang mampu memanusiakan teknologi—menjadikannya alat yang melindungi privasi, menghargai proses belajar, dan memanjakan indra penggunanya. Ketika siswa merasa aman dari ancaman digital dan nyaman secara mental, gerbang kreativitas dan penyerapan ilmu akan terbuka lebar.
Dalam kesempatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ibu Febrina Kusumawati, S.Si, MM Dan Didampingi Bapak Kepala Bidang Sekdasmen BapakACHMAD SUFYAN S.Pd , M.Pd
Dalam kesempatan tersebut Paparan Pengimbasan yang di sampaikan oleh Rohmatia Nadilla, S.Pd., Gr. ( Dari SMP PGRI 6 Surabaya )Pitra Jaya Burnama Yudha.M.Pd ( Dari SMP KATOLIK Pecinta Damai ) RAYHAN FATHONI ANDI RAFIF, S.Kom. ( Dari SMP WACHID HASYIM 1 Surabaya )Iwan Aji Pratama, S.Pd ( Dari SMP Sasana Bhakti Surabaya )Yohanes Prabekti, S.Kom ( Dari SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 )Novan Prasetya Nyuwono, S.Pd.Gr ( Dari SMP BARUNAWATI ) Yang memaparkan PENGIMBASAN Papan DIGITAL Tersebut
Selepas Materi Pengimbasan tersebut Bapak SYAHRUL ,S.Pd Gr Selaku Sekretaris MKKS SMP Swasta Utara Sekaligus Kepala SMP Kemala BHAYANGKARI 6 Surabaya Memaparkan tentang Multimedia pembelajaran interaktif (MPI)
Di akhir Acara Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya mengajak 34 Guru TIK Pembelajaran Interaktif yang Aman dan Nyaman Di SMP Swasta Surabaya Utara .
"Teknologi adalah alat, namun keamanan siswa adalah fondasi. Bangunlah dunia digital yang melindungi, bukan yang mengeksploitasi."
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar