Jumat, 08 Mei 2026

Tak Ada Kata Lelah: Semangat Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Membumikan Selawat di Jumat Berkah












Tak Ada Kata Lelah: Semangat Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Membumikan Selawat di Jumat Berkah

 

Pagi yang tenang di kawasan Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Surabaya, mendadak syahdu. Suara lantunan ayat-ayat suci berkumandang dengan kompak, memecah keheningan pagi. Di dalam aula SMP PGRI 6 Surabaya (Sekolah Inspirasi), terlihat ratusan siswa duduk bersila dengan rapi. Tidak ada gurauan, tidak ada wajah mengantuk yang tampak; yang ada hanyalah gema doa yang tulus. Bagi siswa-siswi SMP PGRI 6 Surabaya, hari Jumat bukan sekadar akhir pekan sekolah. Ini adalah momen Jumat Berkah, di mana "tak ada kata lelah" untuk mengejar rida Ilahi melalui pembacaan Yasin, Tahlil, dan Ratibul Haddad.

Kegiatan rutin ini telah menjadi napas bagi Sekolah Inspirasi. Sejak bel pagi berbunyi, para siswa sudah bersiap dengan kitab kecil di tangan mereka. Pembacaan Yasin dan Tahlil ditujukan untuk mendoakan para leluhur, keluarga besar sekolah, serta bangsa Indonesia. Namun, yang membuat suasana semakin khidmat adalah pembacaan Ratibul Haddad. Dzikir yang berisi kumpulan doa dan selawat ini dipercaya menjadi benteng diri bagi para remaja agar tetap berada di jalur yang positif di tengah gempuran arus modernisasi.

Mungkin bagi sebagian remaja, duduk diam selama satu jam untuk berdzikir terasa berat. Namun, siswa SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan hal berbeda. Ada beberapa alasan mengapa semangat mereka tak pernah luntur:

a) Pembangunan Karakter: Sekolah menekankan bahwa kecerdasan otak (IQ) harus seimbang dengan kecerdasan spiritual (SQ).

b) Kedisiplinan Diri: Bangun lebih pagi dan fokus dalam kekhusyukan adalah latihan disiplin yang nyata.

c) Rasa Kekeluargaan: Saat melantunkan doa bersama, sekat antar kelas hilang. Mereka adalah satu keluarga besar yang saling mendoakan.

 

 

Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa dampak signifikan terhadap perilaku siswa di kelas.

"Anak-anak menjadi lebih tenang, sopan kepada guru, dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama. Energi positif dari dzikir pagi terbawa hingga jam pelajaran usai."

Melalui pembacaan Yasin, Tahlil, dan Haddad, SMP PGRI 6 Surabaya berhasil membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga tempat untuk menanamkan benih iman yang kokoh.

Di balik label "Sekolah Inspirasi", terselip harapan besar agar para lulusannya nanti tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang religius. Bagi mereka, lelah itu wajar sebagai manusia, namun menyerah pada rasa lelah dalam beribadah bukanlah pilihan. Semangat Jumat Berkah ini akan terus bergulir, menjadi bukti nyata bahwa di sudut kota Surabaya, ada generasi muda yang tetap menjaga tradisi langit tetap membumi.

SMP PGRI 6 Surabaya: Tiada Hari Tanpa Prestasi, Tiada Jumat Tanpa Doa.

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id  

    NO HP 083857963

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar