Kamis, 22 November 2018

“ Sehat Dan Bugar Dengan Permainan Bola Basket”

























“ Sehat Dan Bugar Dengan Permainan Bola Basket”
Bola basket (bahasa Inggrisbasketball) adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu : 1) Forward, pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2) Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan memasukkan bola, dan 3) Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya. Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika SelatanEropa SelatanLithuania, dan juga di Indonesia. Banyak kompetisi bola basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan Indonesia Basketball League (IBL) di Indonesia.
Setelah mengikuti  pelatihan Pelaksanaan JR NBA Coaching Company Baik SD ,SMP , SMA /SMK Se Jawa Timur yang diadakan Di GOR CLS , SMP PGRI 6 Surabaya Sebagai Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 -9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 23/11/2018 Guru Olah Raga SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Nurhayati dan Heri Kuswanto Mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya untuk melakukan permainan Bola Basket hasil dari pelatihan di GOR CLS Tersebut. Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya ikut  larut dalam pernainan Bola Basket tersebut. Ibu  Nurhayati memberikan Tekhnik dalam permainan Bola Basket  serta beliau mengajarkan Tekhnik Tekhnik dalam bermain Basket , serta Mengajarkan konsentrasi dengan permainan Tepuk mata , Tepuk hidung dan Tepuk Telinga . Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd bahwasannya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut , dimana Anak Didik SMP PGRI 6 Surabaya dapat melakukan kegiatan latihan Basket  yang saat ini di Kota Surabaya lagi Ngetrend Untuk Pelajar Di Kota Surabaya, Serta di harapkan dengan kegiatan tersebut di harapkan seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya semakin sehat dan semakin Kuat Serta semakin berprestasi dan berkarya, Di samping itu Menurut Kepala Sekolah Kelahiran Bulan April Tersebut bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah Mengaplikasikan materi yang telah di dapat dari hasil pelatihan di GOR CLS Tersebut.

Minggu, 18 November 2018

“ Jadikan Sekolah Hijau , Aman Dan Nyaman Di Peringatan Hari Pohon “






















“ Jadikan Sekolah Hijau , Aman Dan Nyaman Di Peringatan Hari Pohon “
Degradasi hutan dan lahan yang disebabkan oleh pembalakan liar, perambahan hutan, pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan pembangunan lain dan penggunaan lahan yang tidak memeperhatikan kaidahkaidah konservasi, berakibat terjadinya bencana banjir, kekeringan dan tanah longsor maupun kontribusi yang nyata terhadap pemanasan global.Upaya memulihkan kerusakan hutan dan lahan dilaksanakan dengan merehabilitasi kembali hutan rusak dan lahan kritis melalui kegiatan menanam, baik secara keproyekan maupun gerakan menanam secara massal oleh masyarakat luas sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap upaya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan. Sekolah yang hijau, bersih dan nyaman merupakan sekolah yang diantarkita yang mengidam-idamkan sekolah yang memiliki lingkungan seperti itu,. Namun, semua itu bukanlah sebuah angan-angan dan keinginan yang tinggi. Semua itu merupakan salah satu keinginan kecil yang dengan mudah dapat kita rasakan. Dan beruntungnya, kita berada dan bersekolah yang memiliki lingungan seperti itu, bersih, hijau, nyaman dan tidak melupakan fasilitas pendukung pada umumnya.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Dalam  rangka  memperingati Hari Pohon , seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Pada Hari Senin 19/11/2018   seperti biasa melaksanakan kegiatan Upacara Bendera dalam rangka Pengembangan Pendidikan Karakter dalam kesempatan ini yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ibu DINA AYU SEPTYARINI , S.Pd , Selesai Upacara Bendera Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Membawa dan mengumpulkan tanaman yang sudah mereka bawak dari rumah masing – masing , Dimana tanaman – Tanaman Tersebut oleh seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  di beri Nama dan Kelas masing – masing. Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd bahwa Tujuan dari kegiatan tersebut adalah Dalam Rangka Peringatan Hari Pohon , Disamping itu Menurut  Kepala Sekolah Yang Bulan April tersebut bahwa tujuan dari kegiatan tersebut Menjadikan Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Menjadi Sekolah Hijau sehingga Anak Didik dapat nyaman dan aman dalam belajar , sehingga mereka bisa berprestasi dan berkarya , di samping itu tanaman – tanaman tersebut di rawat sendiri oleh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya makanya ada Nama Dan Kelas Masing – masing , sehingga mereka dapat menjaga dan merawat tanaman tersebut seperti merawat diri sendiri.


Jumat, 16 November 2018

“ Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pelatihan Baris Berbaris “



















“ Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pelatihan Baris Berbaris “
Orientasi pendidikan yang ada dalam kurun waktu satu daswarsa ini melenceng jauh dari tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-undang dasar. Tujuan pendidikan yang selama ini ada hanya sekedar mengejar nilai kognitif tanpa begitu memperhatikan perkembangan sikap dan perilaku peserta didik. Hal tersebut tercemin dalam muatan materi yang ada di Ujian Nasional (UN) dari tahun ke tahun. Esensi dari pendidikan tidak pernah tersentuh untuk dikembangkan. Pendidikan yang diberikan di sekolah hanya sebatas pengajaran, bukan mendidik. Fenomena yang terjadi di proses pendidikan kita adalah siswa hanya dituntut sekedar tahu (knowing objective), bukan mencetak siswa sebagai pelaku (being objective). Padahal menurut Undang - Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 3 setelah diamandemen menyebutkan “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”. Pada pasal yang sama, yakni pasal 31 ayat 5 disebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”. Ki Hadjar Dewantara pernah menyampaikan bahwa “pendidikan merupakan sesuatu yang lebih luas dan esensial daripada pengajaran. Pendidikan bermaksud menuntun segala kekuatan kodrat yang ada ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses belajar menjadi manusia seutuhnya dengan mempelajari, menghayati dan mengembangkan kehidupan sepanjang hidup, yang diperatarai sekaligus membentuk kebudayaan dan peradaban. Pendidikan juga harus mampu untuk membentuk kepribadian (karakter), penguasaan terhadap tsaqâfah (kebudayaan) dan penguasaan ilmu kehidupan (IPTEK, keahlian, dan ketrampilan).Bangsa kita sangat menaruh harapan terhadap dunia pendidikan. Dari pendidikan inilah diharapkan masa depan dibangun dalam landasan kuat. Landasan yang berpijak pada norma-norma moral agama dan budaya ketimuran. Namun, ada sebuah keresahan yang cukup beralasan bagi setiap orang tua, guru dan masyarakat manakala melihat perkembangan saat ini. Dominasi hiburan dan perkembangan teknologi kerap menyeret anak-anak dalam keterlenaan. Sementara agama dan norma-norma yang berlaku di kultur masyarakat masih jarang digunkan sebagai filter budaya yang sering menyesatkan. Lalu, kepada siapa lagi kita menaruh harapan?. Begitu besar harapan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Untuk itulah muncul sebuah pertanyaan, “Apa relevansi pendidikan untuk masyarakat?” . Pendidikan menempati tempat yang sangat strategis dalam membentuk karakter anak bangsa. Baik buruknya suatu bangsa ditentukan oleh pola pendidikan yang ada. Terjadinya perubahan pola pendidikan bertujuan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, baik yang menyangkut sistem, model, dan strategi. Semakin dipenuhi tuntutan tersebut, seringkali muncul masalah-masalah yang lain. Oleh karena itu, dibutuhkan kemandirian dalam mengemas pendididkan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama anak didik yang akan terjun ke masyarakat. Mendidik anak perlu pemahaman agar potensi yang dimiliki bisa berkembang sesuai harapan. Untuk mencapai tujuan pendidikan pemerintah mengadakan berbagai perbaikan dan peningkatan mutu dibidang pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat kebijakan terkait Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) yang tertuang pada Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2015. Penumbuhan Budi Pekerti adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru untuk jenjang sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, sampai dengan kelulusan sekolah. Sedangkan pembiasaan menurut permen tersebut adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membentuk generasi berkarakter positif. Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan disiplin, patriotisme, tanggung jawab serta membentuk sikap lahir dan bathin yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab. Menumbuhkan adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. 
Disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri. 
Dalam Melatih Menumbuhkembangkan Penguatan Karakter Pelajar di Kota Surabaya , Pada Hari Sabtu- Minggu 17-18 November 2018 , Pelajar Kota Surabaya Wilayah Utara Mengikuti kegiatan Pelatihan Baris  Berbaris Yang diadakan Di SMP Negeri 11 Surabaya JL. Sawah Pulo No. 1 Surabaya Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan GARNISUN. Sebelum memulai kegiatan tersebut , Kegiatan ini di buka oleh Bapak Kepala SMP Negeri 11 Surabaya Bapak Drs. Muhamad Sufyan , M.Si Dalam sambutannya Bapak Drs. Muhamad Sufyan , M.Si Menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan Siswa / siswi Kota Surabaya Khususnya Pelajar Surabaya Utara dapat Menumbuhkan Karakter yang Hebat serta di harapkan selesai dari acara Pelatihan Baris Berbaris dapat menularkan ilmu yang di dapat ke Sekolah masing – masing, karena yang hadir di kegiatan Pelatihan Baris Berbaris ini adalah Anak – Anak Pilihan yang Tangguh yang Aktif Untuk di Cetak menjadi Generasi Yang Hebat dan Berprestasi . Selesai Upacara Pembukaan tersebut Seluruh Peserta Diajak Ke lapangan untuk berlatih baris –berbaris  dan Besok akan di ajak Praktek Baris Berbaris  tersebut.