Kamis, 12 Maret 2015

“ Tubuh Sehat Modal Lingkungan Kuraih “ .

“ Tubuh Sehat Modal Lingkungan Kuraih “ .
Kerap Kita mendengar ungkapan yang populer “mens sana in corporisano” di dalam raga yang sehat terkandung jiwa yang kuat. Namun kerap juga muncul tanda tanya, betulkah ungkapan tersebut? Adakah hubungan tubuh dan jiwa? Atau itu cuma motto yang diciptakan guna menyemangati masyarakat supaya memiliki kebiasaan yang lebih sehat di tengah masyarakat yang belum terbiasa dengan perilaku hidup sehat. Sejumlah orang mengatakan bahwa tubuh yang sehat itu tak berkorelasi dengan kesehatan mental. Adalah kenyataan kalangan atlet tentu memiliki fisik yang kuat namun tetap saja kerap adu jotos dan memiliki temperamen negatif. Kalangan pengusaha tak memungkinkan melakukan olahraga namun lebih banyak bermeditasi malah memiliki jiwa yang lebih sehat dan tenang ketika membuat keputusan bisnis. Ataupun kalangan pemuka agama yang kendati sedikit melakukan olahraga namun mental mereka bersih sekaligus kuat.
Penalaran di atas memang betul, betapa tak lantas orang dengan fisik sehat pasti memiliki jiwa kuat. Namun begitu tetap saja terdapat korelasi kesehatan tubuh dengan kesehatan jiwa. Tapi yang dimaksud korelasi tak terus berarti sebab akibat, kendati untuk sejumlah kejadian memperlihatkan terdapatnya hubungan sebab akibat yang kentara antara kesehatan tubuh dengan kesehatan jiwa. Gampang saja kita membuat perumpamaan jika kesehatan tubuh bisa memberi pengaruh pada kesehatan jiwa. Apabila anda sempat mendapatkan sakit gigi, bagaimana perilaku anda? Perilaku anda tentu agak berubah saat tubuh anda menderita nyeri atau sakit. Bisa saja anda membungkam saja di kamar atau malah anda sedikit sedikit marah marah serta mengeluh. Perumpamaan sederhana tersebut bisa kita gunakan untuk mendeskripsikan bahwa kesehatan tubuh itu nyatanya sanggup memberi pengaruh pada suasana psikologis anda. Mood anda bisa terpengaruh kemudian akan berakibat pada perilaku anda. Perumpamaan lain yang lebih rumit ialah pengidap masalah mental organik (epilepsi), gegar otak, dan individu pecandu narkoba. Dalam kejadian itu pada mulanya mereka memang memiliki mental yang sehat, namun sesudah mereka mengalami kerusakan otak, berubah juga kesadaran, pola pikir dan kepribadian mereka. Kejadian tersebut bisa menguatkan dugaan bahwa kesehatan tubuh sanggup memberi pengaruh pada kesehatan jiwa.
Tim Kader Spegrinam Surabaya yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir Kota Surabaya Pada hari Jum’at 13/3/2015 dengan cuaca yang sangat cerah Tim Kader Spegrinam datang pada pagi hari jam 05.00 , dimana setiap hari Jum’at kami melakukan kegiatan olah raga pagi diawali dengan lari pagi , selesai lari pagi kami seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya ( Spegrinam Surabaya ) bersama dengan Ibu Nurhayati guru Pendidikan Jasmani , Olah Raga & Kesehatan melakukan senam aerobic , Senam Sehat Bangsaku dan senam Salsa , selesai senam Fransiska Nur Syahfitri dan Siti Waqiah Tim Kader Spegrinam Surabaya kelas 8 mengajak Tim Kader Spegrinam Surabaya untuk menata kardos – kardos aqua serta Koran – Koran bekas , dimana Koran – Koran bekas yang terkumpul pada pagi hari ini sebanyak 11 Kg , dimana uang yang di dapatkan dari hasil penjualan Koran pagi ini adalah Rp. 22.000 ,- sedangkan kardos aqua pagi hari ini terkumpul 50 buah kardos , dimana uang yang terkumpul dari hasil penjualan kardos aqua adalah Rp. 25.000 ,- Setelah uang dari hasil penjualan Koran bekas dan kardos aqua tersebut Fransiska Nur Syahfitri dan Siti Waqiah langsung memasukan ke dalam buku kas penerimaan pada pagi hari ini , dimana dalam pengisian buku kas tersebut di bimbing dan diajari oleh Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd. Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa uang modal yang terkumpul itu untuk kegiatan Lingkungan , disamping itu tujuan kegiatan ini menurut Banu Atmoko , S.Pd adalah melatih siswa /siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk mempunyai jiwa wira usaha serta menurut Banu Atmoko , S.Pd “ Tubuh Sehat Modalpun Kuraih “ .
Buah Karya :
Dzulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Tim Konselor Spegrinam Surabaya










Rabu, 11 Maret 2015

“ Modal Usaha Untuk Kegiatan Lingkungan di Sekolah Hijau



  Modal Usaha Untuk Kegiatan Lingkungan  di Sekolah Hijau “
MODAL adalah segala sesuatu baik berupa uang maupun keseluruhan barang-barang yang masih ada dalam proses produksi dan digunakan untuk biaya usaha Wirausaha atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.
Barang bekas adalah barang yang sudah tidak terpakai atau tidak dibutuhkan lagi oleh pemiliknya, namun belum tentu barang itu tidak bisa digunakan lagi. Biasanya alasan orang untuk tidak menggunakannya lagi adalah sudah bosan, atau ingin sesuatu yang baru, yah namanya juga manusia, tidak pernah puas yang positifnya memberikan naluri untuk berkembang. Atau kemungkinan sedang membutuhkan uang sehingga sumber alternatif untuk mendapatkan uang cepat ( BUC ) yaitu dengan menjual barang-barangnya yang kiranya bisa dijual , Dimana pada Hari Rabu 11/3/2015 Tim Kader Spegrinam Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir  mengumpulkan barang – barang bekas untuk modal kegiatan Eco Preneur ( Wira Usaha Lingkungan )  , dimana Tim Kader Spegrinam Surabaya pada hari ini  Tim Kader Spegrinam berhasil mengumpulkan kardos sebanyak 60 kardos dimana per kardos di hargai Rp. 500  oleh Penjualnya , jadi dari hasil Jual kardos sudah dapat Rp. 30.000 ,- , disamping kardos Tim Kader Spegrinam Surabaya juga mengumpulkan Koran – Koran bekas , yang dimana oleh Tim Kader Spegrinam Surabaya Koran – Koran tersebut di tata  untuk disiapkan di timbang.  Fransiska Nur Syahfitri Tim Kader Spegrinam Surabaya Kelas 8  mengajak Tim Kader Spegrinam untuk mencarik modal usaha kegiatan Eco Preneur yang lain yatu mereka menata gelas – gelas aqua  yang dimana setelah terkumpul banyak nanti gelas – gelas aqua tersebut di timbang ke pengepul dimana uangnya nanti bisa digunakan untuk kegiatan usaha lingkungan yang ada di sekolah kami SMP PGRI 6 Surabaya , Menurut Banu Atmoko , S.Pd mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah  untuk mencarik modal usaha untuk kegiatan lingkungan serta mengajak seluruh siswa untuk peduli dan berbudaya lingkungan dengan mengoptimalkan barang – barang bekas sehingga kondisi lingkungan bisa tampak bersih dan hijau selalu “ .
Buah Karya :
Dzulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Tim Konselor Spegrinam Surabaya












Jumat, 27 Februari 2015

“ Bersih , Hijau Tuk Dukung Surabaya Eco City dan Sekolah Bebas Narkoba “


















“ Bersih , Hijau Tuk Dukung Surabaya Eco City dan
Sekolah Bebas Narkoba “
Indonesia menjadi negara pertama yang meluncurkan pedoman kerangka kerja 10 tahun penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production/SCP). Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) di Rio de Janeiro pada 21 Juni 2012 menjadi landasan dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Pembangungan peri kehidupan manusia yang hakiki adalah hanya apabila terjadi keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup,” Jika lingkungan tidak dikelola dengan baik dan pola konsumsi dan produksi tidak berubah maka akan lingkungan rusak begitu juga dengan masa depan generasi selanjutnya.
Pada hari Rabu 25/2/2015 , Spegrinam Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir pada malam hari Menghadiri undangan dari Team Leader Proyek Switch Asia Indonesia  di Hotel Garden Palace , dimana Spegrinam Surabaya pada kesempatan ini hadir wali – wali murid yang mengikuti rangkiaan lomba yang diadakan oleh Switch Asia , Kementerian Lingkungan Hidup Serta  Tunas Hijau Indonesia, pada kesempatan tersebut hadir Dr. Edzard Ruehe  Tim Leader SCP Switch Asia di Indonesia , Ir. Noer Adi Wardoyo , M.T ( Asisten Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) Serta Hadir dari Pemkot Surabaya Ir. Musdiq Ali Suhudi , M.T ( Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kota Surabaya ) mewakili Ibu Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini ,M.T yang tidak bisa hadir karena ada acara di Jakarta .  Pada kesempatan tersebut  Dr. Edzard Ruehe   menjelaskan Program SCP yang sudah berjalan di Indonesia dimana yang menjadi Percontohan yaitu Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta , dimana menurut Dr. Edzard Ruehe   beliau bangga dengan warga Kota Surabaya karena seluruh Steack holder mendukung Program tersebut . Pada kesempatan tersebut  Ir. Noer Adi Wardoyo , M.T ( Asisten Standarisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) menyapaikan sambutannya  ndonesia berani mengambil inisiatif meluncurkan dokumen tersebut karena sejak dua tahun terakhir Indonesia sudah mempersiapkan beberapa hal. “Sudah dua tahun terakhir kita mempersiapkan dan menghimpun kegiatan yang sudah memenuhi kriteria SCP seperti green building, green tourism, dan green industri,” Program-program tersebut merupakan program “Quick Wins” yang diusung oleh KLH bersama kementerian teknis terkait, yaitu Kementerian PU, LKPP, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pariwisata. Untuk pelaksanaannya, program tersebut akan dimasukan dalam Rencana Pembangunan jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2015 – 2019. KLH sendiri telah membuat perangkat kebijakan pendukung pelaksanaan SCP, seperti Produksi Bersih (Eko-efisiensi), Verifikasi Kinerja Teknologi Ramah Lingkungan, dan Sistem Manajemen Lingkungan untuk penerapan produksi berkelanjutan, Kriteria Ekolabel untuk sertifikasi produk ramah lingkungan dan pengadaan barang/jasa ramah lingkungan untuk penerapan konsumsi berkelanjutan.
KLH juga membuat Sistem Kompetensi Keahlian dan Lembaga Penyedia Jasa untuk penyediaan Sumberdaya Manusia (SDM) yang kompeten; dan Pembinaan dan peningkatan kapasitas produsen dan konsumen, termasuk pihak pendukung, antara lain sektor pembiayaan (“green banking”) dan menurut  Ir. Noer Adi Wardoyo , M.T agar Program ini terus dilanjutkan serta diharapkan Surabaya bisa menjadi Kota Pertama dan Kota Percontohan Eco City di Indonesia bahkan di Dunia , Pada kesempatan tersebut KLH Menyerahkan hadiah Lomba kegiatan Program tersebut dimana SMP PGRI 6 Surabaya masuk Juara II Lomba SPC tersebut dalam hal ini Bapak Kepala Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya Banu Atmoko , S.Pd yang naik ke atas panggung tersebut. Menurut Bapak Banu Atmoko , S.Pd dengan keberhasilan ini diharapkan seluruh siswa / siswi serta orang tua wali murid lebih untuk peduli dan Berbudaya Lingkungan , sehingga harapan ke depan selain sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Spegrinam Surabaya ke depan menjadi Sekolah Bebas Narkoba dan Bebas Sampah.
Buah Karya :
Dzulfarhan Mustofa Hadi
Ketua Tim Konselor Spegrinam

Rabu, 10 Desember 2014

ARTIKEL LUANGKAN WAKTUMU 40 MENIT BUAT LINGKUNGAN



“ LUANGKAN 40 MENIT  UNTUK PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Pendidikan sangat mempengaruhi perkembangan fisik, daya jiwa (akal, rasa dan kehendak), sosial dan moralitas manusia serta merupakan alat terpenting untuk menjaga diri dan memelihara nilai-nilai positif. Tentunya dengan pengaruh yang ditimbulkan pendidikan ini memberikan dampak pada bertambahnya pengetahuan dan keterampilan serta akan menolong dalam pembentukan sikap yang positif. Pendidikan memberikan peluang kepada masyarakat untuk melakukan suatu tindakan atau pengalaman yang mempengaruhi pertumbuhan atau perkembangan jiwa, watak, atau kemampuan fisik mereka melalui lembaga-lembaga pendidikan yang dengan sengaja mentransformasikan warisan budayanya, yaitu pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan dari generasi ke generasi. Semua pihak diharapkan dapat turut serta melakukan penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup dengan mengembangkan sikap, bentuk-bentuk perilaku, kemampuan sosial dan kemampuan individu yang mencintai lingkungan Pendidikan lingkungan hidup di sekolah merupakan salah satu dari penerapan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan hidup menanamkan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi pengetahuan (kognitif), kesadaran atau kemauan (afektif), dan tindakan (psikomotor) untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.
Luangkanlah waktumu walaupun hanya 40 Menit untuk peduli dan berbudaya lingkungan , karena jika kita tidak bisa merawat lingkungan ini dengan baik , maka lingkungan ini akan rusak. Kata “ Lutfia Turfa “. Tim Kader Spegrinam Surabaya , Kelas 8 , Makanya pada hari Rabu 10/12/2014 , Sebelum kegiatan pelajaran Tim kader Spegrinam Surabaya sekolah Peduli dan Berbudaya lingkungan meluangkan waktunya 40 menit untuk bersih – bersih lingkungan sekolah. Dimana ada yang menyapu halaman sekolah , Tim kader Spegrinam putra kelas 7 mengambil sampah – sampah plastic sebagai bukti untuk memerangi sampah plastic di sekolah , di samping itu Ita Sugiarti bersama dengan Bapak Kepala Sekolah kami membersihkan toilet kami dimana kepala sekolah kami yang menyiram lantai kamar mandi dengan air sedangkan ita sugiarti yang menyapu halaman tersebut, sedangkan Lutfia Turfa , Fransiska Nur Syahfitri dan Siti Waqiah menyapu halaman depan musholah , Tak menyangka waktu sudah jam 07.00 kita pun cuci tangan dan masuk ke dalam kelas.
Menurut Bapak Kepala Sekolah kami Banu Atmoko , S.Pd menyatakan bahwa walaupun kegiatan pembiasaan peduli dan berbudaya lingkungan sebentar , tidak jadi masalah karena sekolah Spegrinam tampak bersih , hijau dan indah , sehingga diharapkan dengan kami siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya bisa menunjukan prestasi yang cemerlang dan tidak terkena penyakit , apalagi sekarang musim penghujan yang harus menjaga kebersihan lingkungan.
Buah Karya :
DZULFARHAN MUSTOFA HADI
Ketua Tim Kader Spegrinam Surabaya