Senin, 14 November 2022

“ KONDISI LAPANGAN TIDAK MEMPENGARUHI UNTUK DISPLAY DRUMBAND CERIA NADA SPEGRINAM SURABAYA “

















































 

“ KONDISI LAPANGAN TIDAK MEMPENGARUHI

UNTUK DISPLAY DRUMBAND  CERIA NADA

SPEGRINAM SURABAYA “

HARI KE – 310

 

Pada awal kegiatan, anggota drumband yang nantinya akan mendapat peran menjadi pemain drumband, sebelum mengikuti latihan alat musik atau display, mereka harus dibekali terlebih dahulu dengan beberapa latihan fisik. Dari kegiatan latihan fisik ini dapat dilihat bahwa drumband itu merupakan gabungan dari Olahraga dan Seni.Di Indonesia sendiri, Drumband dimasukan dalam salah satu cabang olehraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Kejurnas, dan Kejurda dibawah payung Persatuan Drumb Band Indonesia (PDBI). Latihan fisik pertama yang harus diikuti oleh setiap anggota Drumband adalah Latihan Baris Berbaris (LBB), seperti lazimnya latihan Pasukan Baris Berbaris (PBB). Secara konten gerakan pada LBB dan PBB terlihat sama. Ada gerakan kedepan, mundur, samping kiri, samping kanan, serong kiri, dan beberapa gerakan lainnya. Tetapi pada prinsipinya antara LBB dan PBB punya bentuk dan tekhnik gerakan yang berbeda. PBB lebin menitikberatkan gerakan pada kerapian dan keseragaman barisan sedangkan LBB lebih cendrung pada tempo dan keindahan gerakan dan menyesuaikan pada formasi yang dibentuk. Besar kecil langkah gerakan pada PBB harus sama sedangkan pada LBB menyesuaikan bentuk formula yang sudah dirancang oleh pelatih. Cara baris berbaris harus dipelajari oleh setiap anggota drumband dimaksudkan agar antara pemain tidak bertabrakan ketika melakukan gerakan-gerakan display. Disamping itu cara baris berbaris ini berguna sekali untuk membentuk postur dan gestur pemain supaya terlihat lebih tegas dan rapi oleh penonton atau penikmat drumband. Hentakan kaki pada LBB diupayakan untuk tidak menggetarkan badan yang akan mengganggu permainan musik terutama untuk pemain musik tiup. Dalam LBB, pelatih mengajarkan berbagai teknik melangkah seperti roda berputar yang disebut dengan teknik rollstep. Teknik rollstep dipakai untuk melangkah kedepan sehingga alat musik tidak dapat bergoyang dan pemain dapat bermain secara normal. Untuk langkah mundur dilakukan dengan cara meng-injit, bertumpu pada ujung telapak kaki.

Dalam menyiapkan TIM DRUMBAND Yang Tangguh Di SMP PGRI 6 Surabaya , Pada Hari Senin 14/11/2022 Tim Drumband Ceria Nada SPEGRINAM Surabaya Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pukul 15.00 Melakukan Kegiatan DRUMBAND  , Dalam kesempatan ini Materi Yang di ajarkan Yaitu DISPLAY lebin menitikberatkan gerakan pada kerapian dan keseragaman barisan sedangkan LBB lebih cendrung pada tempo dan keindahan gerakan dan menyesuaikan pada formasi yang dibentuk., Dimana Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dilatih Konsentrasi

Alhamdulilah Dalam Kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya merasa bangga terhadap anak didik di SMP PGRI 6 Surabaya Bisa  konsentrasi bermain Musik dengan Gerakan Kaki yang menitikberatkan gerakan pada kerapian dan keseragaman barisan , Semoga Kelak TIM DRUMBAND SPEGRINAM JADI TIM DRUMBAND Handal  Walaupun dengan kondisi LAPANGAN Yang sangat Minim Tapi Mereka masih bisa melakukan DISPLY Dengan Baik

 

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Minggu, 13 November 2022

U BERSAMA GOW , INDENPENDEN FILM DAN UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA UNTUK GENERASI HEBAT KOTA SURABAYA

 MAJ




U BERSAMA GOW , INDENPENDEN FILM

DAN UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA

UNTUK GENERASI HEBAT KOTA SURABAYA


HARI KE – 309

Anak muda sebagai generasi penerus saat ini menjadi harapan untuk melahirkan suatu terobosan yang berdampak baik dan bermanfaat untuk orang disekitarnya. Anak muda saat ini seringkali terpengaruh dengan hal-hal yang bukan merupakan esensi. Adanya distraksi, perubahan tren, sifat hedonisme dan individualisme, globalisasi, membuat anak muda menjadi mudah menilai dan menghakimi orang lain, melupakan budaya tradisional dan leluhur, melupakan budaya sopan santun, ramah, peduli dan ringan tangan yang kemudian menciptakan masalah-masalah tertentu yang seringkali tidak terlihat namun dampaknya sangat besar. Oleh karena itu marilah para generasi muda untuk tetap ikut dalam peradaban modern namun dengan karakter unggul, teguh disetiap situasi dan keadaan dunia, terdidik, berpengalaman serta berwawasan luas, dalam, dan kreatif. Ditengah kehidupan modern ini, industri kreatif menjadi salah satu sektor yang menarik anak muda untuk berkarya, berinovasi dan berprestasi. Produksi audio visual atau film pendek adalah media yang sangat diminati khususnya anak muda. Dengan menyajikan sinematografi serta makna dan pesan yang tersirat didalamnya, film pendek mampu menyasar khalayak luas dengan memanfaatkan publikasi media sosial yang menjadikannya sangat efektif. Oleh karena itu, Relatives Event Organizer berkolaborasi dengan Gerakan Organisasi WANITA ( GOW )  Surabaya mengadakan acara Festival Film Pendek dengan memilih tema utama Modernisasi Yang Berbudaya dan Bertoleransi dengan 5 pilihan topik agar mengerucut pada berbagai isu sosial ditengah kehidupan masyarakat modern saat ini.

Dalam Rangka menyiapkkan  anak muda untuk berkarya, berinovasi dan berprestasi di bidang Per Film an Pada Hari Sabtu 12/11/2022 Pukul 09.00  Di Gedung A 201 UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA Surabaya JL DINOYO 42-44 Surabaya  diadakan WORKHSOP FESTIFAL FILM Pelajar Yang Diadakan Oleh BINA ANAK ISTIMEWA Dan INDEPENDEN FILM Surabaya Bersama Gabungan Organisasi Wanita ( GOW ) Kota Surabaya dan UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA Surabaya Fakultas Ilmu Komunikasi .

Dalam sambutannya Ibu CHUSNUR ISMIATI HENDRO GUNAWAN ,S.H, MM Menyampaikan Jadi, tidak heran jika era singularity sebenarnya bukan lagi sudah dekat melainkan sudah terjadi. Era yang mempersatukan manusia dengan teknologi menjadi satu entitas singular ,  Gak bisa dihindari penyatuan tehnologi dan manusia. Disrupsi tehnologi menjadi makin mempercepat. Kata Ibu IIS Hendro Gunawan Dalam sambutan nya

Dalam kesempatan ini Tidak hanya Workhsop saja tetapi juga diadakan Lomba Film Pelajar Tersebut , Dalam Kesempatan Ini Di sampaikan Persyaratan tersebut :

B. Ketentuan Umum Peserta 

1. Peserta Merupakan Siswa/i SMP/SMA/SMK/MA aktif yang dibuktikan dengan syarat pernyataaan atau keterangan dari sekolah, berupa scan kartu pelajar yang harus dilampirkan saat pendaftaran. 

2. Satu tim terdiri dari minimal 3 orang dan maksimal 6 orang.

3. Anggota tim yang sudah didaftarkan, tidak dapat diganti dengan alasan apapun.

4. Setiam tim wajib mengirimkan 3 orang perwakilan anggota untuk mengikuti workshop. 

5. Peserta dapat mengisi formulir pendaftaran di : https://bit.ly/PendaftaranFFP2022 

6. Jika membutuhkan sertifikat workshop, peserta bisa mendapatkan dengan ongkos cetak 50 ribu, sertifikat peserta workshop dan lomba

7. Peserta wajib follow Instragram @relativesevent dan subscribe Youtube Relatives Event 

8. Peserta wajib mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan yang sudah disediakan ( di lampirkan ) lalu mengirimkannya dalam bentuk Pdf ke e-mail relativesevent@gmail.com dengan subject : Surat Pernyataan _Nama Sekolah_Nama Tim

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala  SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang ikut hadir di Acara Tersebut menghaturkan banyak terimakasih Kepada GOW , INDEPENDEN FILM Surabaya Dan UNIKA WIDYA MANDALA Surabaya Yang Sudah Memfasilitasi dan memberikan Ruang Gerak Kepada Pelajar Kota Surabaya Untuk Mengekspresikan Ide Ide Mereka Melalui Sebuah FILM Tersebut , Harapan Penulis SMP Swasta Surabaya Utara Khususnya Bisa Terus Berkarya Untuk Kota Surabaya Tercinta Melalui KARYA.


Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat