Selasa, 02 Maret 2021

EGIATAN AWARDING KOMPETISI AKM DALAM RANGKA mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik SMP SWASTA UTARA “

 

“ K























































EGIATAN AWARDING  KOMPETISI AKM

DALAM RANGKA mendorong perbaikan mutu pembelajaran

dan hasil belajar peserta didik SMP SWASTA UTARA 

Hari Ke 413

 

Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plaket atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti Hadiah Nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan Hadiah Pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Penghargaan bisa juga diberikan oleh masyarakat karena pencapaian seseorang tanpa hadiah apa-apa. Merdeka belajar adalah kebijakan besar dalam rangka mewujudkan transformasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Kompetensi. Asesmen nasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Diterapkannya kebijakan ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. “Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum, dimana melalui AKM kita bisa memetakan sekolah-sekolah di daerah berdasarkan kompetensi minimum yang harus dipersiapkan,” Kompetensi Minimun adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM ada dua yaitu terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi.Literasi yang dimaksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi.”AKM dan Survei Karakter terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. Dan AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numeras Kedua aspek kompetensi minimun ini, lanjutnya, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di kemudian hari. mengingatkan, fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti dari pentingnya mata pelajaran. Karena justru dengan literasi dan numerasi ini membantu murid-murid untuk mempelajari bidang ilmu lain, terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau kuantitatif.Bagian lain dari Asesmen Nasional adalah Survei Karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosio emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil Pelajar Pancasila. Ada enam indikator profil Pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian. ”Menurut studi nasional & internasional, tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah. Dan mengapa juga ada survei karakter dalam asesmen ini, karena pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa secara utuh. Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, values, dan perilaku yang mencerminkan Pancasila,” katanya.Dampak dari AKM diharapkan dapat memperbaiki budaya belajar, tidak ada dikotomi antara mata pelajaran UN dan mapel non UN, tidak ada mata pelajaran utama dan pelengkap, tidak ada percepatan materi atau bimbingan intensif serta meningkatkan proses pembelajaran.

Dalam rangka mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Membuat terobosan – terobosan setelah Pelatihan Penulisan SOAL AKM ( NUMERASI ) ,  Kini MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Mengadakan Lomba Kompetisi AKM yang di ikuti oleh 2.081 Siswa / Siswi SMP Swasta Surabaya Utara, Dimana Pada hari Selasa 2/3/2021 Sebanyak  41 Siswa / Siswi Terbaik SMP Swasta Surabaya Utara menerima AWARD ( Penghargaan ) Di AULA GRAHA SMK BARUNAWATI Surabaya , Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pejabat dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yaitu Ibu IKE INAYUMIKI ,S.E , M.Si Selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya , Pihak SPONSOR  Dari TELKOMSEL Basuki RAHMAT , Ketua YAYASAN Barunawati Biru Surabaya , Ibu Direktur Pendidikan YAYASAN BARUNAWATI BIRU Surabaya .

Dalam sambutannya Penulis yang Juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang sehari – hari beliau juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd menyampaikan banyak terimakasih Kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang Selalu Suport Kegiatan MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, Ketua YAYASAN BARUNAWATI Biru Surabaya yang sudah menyediakan Ruangan untuk Kegiatan AWARDING Tersebut. Teman – Teman dari Pihak Sponsor yang Sudah memberikan hadiah Baik berupa PIALA , TABUNGAN Pelajar Maupun TAS / Menurut Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah Dalam rangka mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik di Wilayah Surabaya Utara , Karena selama ini Wilayah Surabaya Utara selalu mendapatkan perhatian yang sangat lebih Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dispendik Kota Surabaya Ike Inayumiki mengapresiasi kegiatan yang sudah digelar MKKS SMP Swasta Wilayah Utara. Walaupun di tengah Pandemi Covid-19, semangatnya tidak kendor dalam menjaga semangat anak-anak Surabaya untuk terus belajar.

Selesai Sambutan Ibu Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya dilanjutkan dengan Prosesi Penyerahan AWARDING Kepada Siswa / Siswi yang Berprestasi  , Menurut Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd tidak hanya Siswa / Siswi saja yang dalam kesempatan ini menerima AWARD Tetapi juga Sekolah yang juga Menerima REWARD Karena Rata – Rata Sekolah terbaik. Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd berharap agar kegiatan ini bisa membawa Anak Didik SMP Swasta Surabaya Utara Untuk SUKSES AKM 2021 Dan Untuk SMP Swasta Surabaya Utara SUKSES PPDB 2021-2022. Dalam kesempatan yang baik  ini Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd menyerahkan  BUKU Hasil Tulisan Dari Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd Buku yang pertama di serahkan kepada Ibu IKE INAYUMIKI ,S.E,M.Si dengan JUDUL “ BANGKIT DARI PANDEMI SOLUSI SEHAT DAN KREATIF DEMI INDONESIA , Buku Yang Kedua dan Ketiga Diserahkan kepada KETUA YAYASAN BARUNAWATI BIRU Surabaya Dan PIHAK TELKOMSEL ( TBK ) Selaku Pemberi Sponsor

Senin, 01 Maret 2021

“ Terimakasih Banyak Ibu Dra HJ NANIK Atas Sumbangan Pohon PISANG CAVENDISH Untuk JADIKAN Sekolah Makin HIJAU DAN ASRI

 



“ Terimakasih Banyak Ibu Dra HJ NANIK Atas Sumbangan

Pohon PISANG CAVENDISH Untuk JADIKAN Sekolah

Makin HIJAU DAN ASRI

Hari Ke 412

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembang biakan menggunakan metode kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense. Dalam kultur jaringan pisang, sampai saat ini yang banyak dikenal adalah kultur dengan eksplan bonggol.

Pada hari Senin 1/3/2021 SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  kedatangan tamu Utusan Dari Ibu Dra HJ NANIK PARTIYAH ,M.Pd  Kepala SMP Negeri 5 Surabaya  Mengantarkan pohon pisang cavendish sebanyak 5 batang, dalam kesempatan tersebut  Ibu Dra HJ NANIK PARTIYAH , M.Pd menyampaikan bahwa insyah Allah 1 Tahun Sudah bisa tumbuh dan berbuah Pohon PISANG NYa. Dalam kesempatan tersebut Tanaman pohon pisang Cavendish di terima oleh Ayah Dari Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Yaitu Bapak H. HARTONO , B.A . Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepapala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984   berharap agar tanaman pohon pisang Cavendish  bisa tumbuh subur di SMP PGRI 6 Surabaya Sehingga SMP PGRI 6 Surabaya Semakin Hijau Dan Semakin ASRI. Harapannya Anak Didik Baik Di SMP PGRI 6 Surabaya maupun Di SDS AL-IKHLAS Surabaya makin betah di krasan untuk belajar di Sekolah.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd semoga Bapak Ibu Guru dan Keluarga Serta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dapat menjaga Kesehatan dan Bisa Menjalankan 5M Tersebut Agar Kita Keluarga Kita Di Berikan Kesehatan Serta Di jauhkan Dari COVID – 19 yang melanda negeri ini. Fokuslah pada Akhiratmu Insyah Allah Urusan dunia akan mengikutimu, Kata BANU ATMOKO ,S.Pd

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Minggu, 28 Februari 2021

“ Dukung Program Pemerintah Antar AYAH Untuk VAKSINASI COVID – 19 “

 



















“ Dukung Program Pemerintah

Antar AYAH Untuk VAKSINASI COVID – 19 “

Hari Ke 411

Vaksin menjadi hal yang diprioritaskan pengembangannya saat terjadi wabah terutama yang disebabkan oleh virus baru seperti corona. Dirangkum dari laman resmi Covid19.go.id, vaksin adalah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga bisa mencegah terjangkit dari penyakit tertentu tersebut. Saat ini sudah ada 30 jenis vaksin yang diciptakan sejak konsep vaksinasi dilakukan Edward Jenner pertama kalinya pada 1796.Bukti keberhasilan vaksin adalah musnahnya penyakit Variola (small pox) pada 1979. Sekarang kita juga dalam upaya memusnahkan campak dan polio. Indonesia sendiri saat ini bebas polio karena program imunisasi. Dirangkum dari laman World Health Organization (WHO), vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan penyakit. Namun antigen yang ada di dalam vaksin tersebut sudah dikendalikan (dilemahkan) sehingga pemberian vaksin tidak menyebabkan orang menderita penyakit seperti jika orang tersebut terpapar dengan antigen yang sama secara alamiah.Vaksinasi adalah kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen.  Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh. Dengan begitu, sebagai respon adanya ancaman dari musuh maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut. Namun, kekebalan yang didapat melalui vaksinasi, tidaklah bertahan seumur hidup terhadap infeksi penyakit berbahaya.

Pada Hari Minggu 28/2/2021 Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Pukul 08.00 Mengantar Abah dari Penulis  Bapak H. HARTONO , B.A Di PUSKESMAS Wonokusumo untuk VAKSINASI COVID-19 . Setelah sampai di PUSKESMAS WONOKUSUMO  Penulis yang mengantarkan Ayah Tercinta Ke PUSKESMAS Langsung Ke RUANG Loket dengan mengumpulkan KTP Dan Nomor HP  kE loket, Setelah dari Loket Menuju Ruang berikut nya Ayah Dari Penulis untuk di periksa Tensi dan di tanyai pertanyaan oleh Dokter Tin selaku Kepala PUSKESAMS Wonokusumo, Selesai dari Dokter Tin Ayah Dari Penulis diarahkan  ke Ruang Sebelah Untuk Dilakukan SUNTIKAN VAKSIN Tangan sebelah Kiri, selesai Di Suntik VAKSIN Penulis dan Ayah Menunggu Selama 30 Menit , Setelah Menunggu Penulis dan Ayah  Mengambil SERTIFIKAT Selesai melakukan VAKSINASI Sebelum menerima tersebut di tanyai Petugas ada keluhan Gak setelah 30 Menit Setelah di jawab tidak ada Langsung SERTIFIKAT VAKSINASI Di SERAHKAN Dan Di Beritahu  Kembali Melakukan VAKSINASI HARI MINGGU 28 MARET 2021 Di PUSKESMAS WONOKUSUMO. Penulis berharap agar Keluarga dari Penulis Sehat Semua Terhindar Dari COVID . Alhamdulilah Kakak Dari Penulis Sudah , Ayah Sudah Tinggal Penulis yang Belum melakukan VAKSINASI COVID Tersebut.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat