Rabu, 11 Desember 2019

“ Ajarkan Sedini Mungkin Bahasa Pemrograman Melalui MICROSOFT Kepada anak didik Kita “
















































“ Ajarkan Sedini Mungkin Bahasa Pemrograman Melalui MICROSOFT Kepada anak didik Kita

Hour of code Indonesia adalah bagian dari gerakan global Hour of Code, yang di inisiasi oleh NGO Code.org untuk memberdayakan 200 juta anak di Dunia belajar pemrograman komputer atau coding. Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa yang akan diambil dalam berbagai situasi secara persis. Bahasa Pemrograman (programming language) adalah sebuah instruksi standar untuk memerintah komputer agar menjalankan fungsi tertentu. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi. Fungsi bahasa pemrograman yaitu memerintah komputer untuk mengolah data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan. Keluaran dari bahasa pemrograman tersebut berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang digunakan oleh kasir di mal-mal atau swalayan, penggunaan lampu lalu lintas di jalan raya, dll. Bahasa Pemrograman yang kita kenal ada banyak sekali di belahan dunia, tentang ilmu komputer dan teknologi dewasa ini. Perkembangannya mengikuti tingginya inovasi yang dilakukan dalam dunia teknologi. Contoh bahasa pemrograman yang kita kenal antara lain adalah untuk membuat aplikasi game, antivirus, web, dan teknologi lainnya. Bahasa pemrograman komputer yang kita kenal antara lain adalah Java, Visual Basic, C++, C, Cobol, PHP, .Net, dan ratusan bahasa lainnya. Namun tentu saja kebutuhan bahasa ini harus disesuaikan dengan fungsi dan perangkat yang menggunakannya
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  yang terletak di Jalan Bulak Rukem III N0. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Kamis 12/12/2019 , Sebanyak 32 Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya mengikuti kegiatan  coding is the Language Of The Future yang di adakan Oleh MICROSOFT Dalam Kesempatan tersebut 32 Siswa Tersebut Di bagi menjadi 2 kelompok pertama berjumlah 16 Siswa Putra dan 16 Siswa Putri, dimana seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya  membawa  HP Dari rumah masing – masing untuk mengikuti kegiatan tersebut, dalam kesempatan tersebut Tim Dari SMP PGRI 6 Surabaya di damping Oleh Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd , Proktor  Ibu MEI RATNA SUSANTI , S.Si dan Ibu DINA AYU SEPTYARINI , S.Pd , Dalam kesempatan tersebut seluruh siswa/ siswi SMP PGRI 6 Surabaya bermain  dengan santai sambil ngobrol dan bercanda di ruangan kelas 7 , Karena sering bermain Game alhamdulilah Permainan Tersebut bagi Peserta Didik di SMP PGRI 6 Surabaya sangat biasa  dimana  Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya waktu tercepat yaitu MOCH. SUIB  Putra dari Ibu SAKINA Siswa Kelas 7 , M. Habibi Maulana Putra Dari Ibu DJUMHARIYAH , Achmad FADHIL ARDIANSYAH Putra Dari Ibu SITI ZAINAB Siswa Kelas 7 , Samsul Arifin Putra dari SAMIYAH Siswa Kelas 7 , Feby Sintiya sari Putri dari Ibu SITI AMANAH, Azis Syahputra Putra Dari  Ibu RODIYAH Siswa Kelas 7 , Syahbania Erlita Putri dari Ibu ERLIN WAHYUNI Siswa Kelas 7 Cindy Nur Afni Putri dari  Ibu ENDANG SUPRIHATIN Siswa Kelas 7, Nur Hidayati Siswa Kelas 7 Putri dari  Ibu RASIYAH , ZAINAL Fatah Putra dari Ibu SUADAH . Alhamdulilah karena Sering nya Bermain GAME Ke – 10 Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya mampu mencetak waktu tercepat di bandingkan 22 teman yang lain. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd  Bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa , karena siswa di samping bermain Game juga di ajak berpikir dengan Kata Kunci / Kode , sehingga siswa / siswi bisa Lebih peka , Dimana Coding adalah harapan yang di inginkan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional


Selasa, 10 Desember 2019

Melalui OUT BOUND Tumbuhkan Jiwa Kemandirian Siswa Se Dini Mungkin










































Melalui OUT BOUND Tumbuhkan Jiwa Kemandirian Siswa Se Dini Mungkin

Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang disulasikan dan dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik dan mental. Sesungguhnya kita tercengang membandingkan proses kedewasaan pada masa kenabian dengan pada masa sekarang. Pada usia baligh, anak-anak sudah dianggap memiliki kemampuan untuk mandiri, karena mereka telah mampu membedakan mana hal yang baik dan buruk. Baligh ditandai dengan menstruasi pada perempuan, dan ihtilam pada lelaki. Kisaran usia menstruasi, rata-rata antara 9 sampai 12 tahun. Ada yang kurang dari 9 tahun sudah menstruasi, dan ada yang lebih dari 12 tahun belum mendapatkan menstruasi. Pada anak laki-laki, ihtilam atau “mimpi basah” terjadi pada kisaran usia 10 sampai 14 tahun, bisa kurang atau lebih dari batas tersebut.Konon, Aisyah menikah dengan Nabi Saw pada usia 6 tahun, namun baru bercampur dengan Nabi Saw setelah mendapatkan haid, pada usia 9 tahun. Seorang sahabat Nabi Saw dikisahkan telah memiliki cucu pada usia 22 tahun. Kita merasa heran, pada usia yang masih sangat dini mereka telah memiliki cukup kedewasaan menanggung beban kehidupan nyata. Bandingkan dengan anak-anak kita zaman sekarang. Umur 20 tahun saja masih dianggap “kecil” oleh orang tua dan lingkungan. Menikah pada usia 20 tahun dianggap nikah dini. Ini adalah konstruksi budaya yang akhirnya melahirkan keterlambatan dalam memunculkan jiwa kemandirian pada anak-anak. Umur SMP dan SMA dianggap belum cukup umur sehingga pendapatnya sering tidak didengarkan. Sampai selesai kuliah S-1, masih banyak yang belum bisa mandiri dan belum muncul sifat kemandirianBanyak sarjana lulusan perguruan tinggi ternama yang bingung setelah lulus kuliah. Mereka tidak tahu akan bekerja dimana. Yang dilakukan hanyalah melamar pekerjaan, memasukkan berkas lamaran dan ijazah ke setiap instansi yang sesuai dengan disiplin ilmunya, sambil menunggu panggilan kerja. Ketika menunggu dalam waktu lama tidak ada panggilan kerja, mereka menjadi bingung dan luntang-lantung. Bagi yang memiliki dana cukup atau memiliki peluang beasiswa, bisa memperlama masa belajar dengan mengambil studi S-2. Ini semua merupakan hasil dari proses pembiasaan di rumah, proses pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, juga pengaruh lingkungan sekitar. Anak-anak menjadi manja pada rentang usia yang panjang, karena dimanjakan oleh keluarga, sekolah dan lingkungan. Anak-anak sekolah dasar hingga lulus kuliah masih menempati posisi istimewa, karena semua mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Sangat jarang mahasiswa yang membiayai sendiri kuliahnya dari hasil usaha mandiri, apalagi untuk pendidikan SMA. Tentu saja kita tidak akan menuntut anak-anak yang sedang menempuh pendidikan untuk sepenuhnya membiayai hidup mereka sendiri. Yang lebih penting adalah tumbuhnya jiwa mandiri pada anak-anak, sehingga mereka memiliki mental yang positif dalam membangun kehidupan mereka.Untuk menanamkan jiwa kemandirian pada anak, diperlukan serangkaian usaha serius yang dimulai dari dalam keluarga. Pendidikan anak, pada dasarnya dimulai dari proses interaksi antara orang tua dengan anak di dalam keluarga. Apa yang dibiasakan di dalam rumah, akan menjadi modal pengetahuan, pemahaman dan kebiasaan pada diri anak.
Sepekan menjalankan Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020 SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 10/12/2019  Melaksanakan kegiatan  Out Bound bersama yang diadakan di HAWAI WATER PARK- Malang. Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya SDS AL-IKHLAS , Orang Tua / Wali Murid serta bapak / Ibu Dewan Guru berkumpul di lapangan sekolah tepat Pukul 05.30 Untuk mendengarkan pengarahan dari Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd , Tepat Pukul 06.30 Rombongan 3 Bis berangkat menuju ke tempat Out Bound Hawai WATER PARK, Alhamdulilah Kegiatan Out Bound ini di kawal oleh Bapak / Ibu dewan Guru baik dari SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya serta Pembina Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir, Selesai Out Bound seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya beserta bapak / ibu dewan guru di ajak masuk ke Musium Ganesha , dimana mereka di perkenalkan sejarah – sejarah , selesai ke Museum Ganesha tersebut seluruh siswa / siswi mengerjakan Tugas LAPORAN  Lembar Kerja Siswa yang berisi sejarah – sejarah , selesai mengerjakan seluruh  Dewan guru bermain Gamelan di mana seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya menyaksikan pertunjukan Gamelan guru guru tersebut seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya masuk ke kolam renang bersama bapak / ibu dewan guru , Bahkan Orang tua . Menurut MEI KURNIATUL ADAWIYAH , S.Pd Guru IPA SMP PGRI 6 Surabaya Bahwa kegiatan tersebut untuk merefresh setelah seminggu seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya di sibukan dengan Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester , Sedangkan Guru – Guru di siapkan  dengan Pembuat Soal PAS , Pengerjaan PKKS , PKG Dan PKB Serta Penginputan Nilai rapot. Alhamdulilah semua sudahberjalan. Menurut Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut bahwa Tujuan Dari  kegiatan Out Bound Melalui OUT BOUND Tumbuhkan Jiwa Kemandirian Siswa Se Dini Mungkin, dengan Out Bound  mereka bisa mandiri tanpa bergantung pada orang lain,




Minggu, 08 Desember 2019

“ Hargai Orang Lain Agar Kesuksesan Menghampiri Kita “





“ Hargai Orang Lain Agar Kesuksesan Menghampiri Kita “
Dalam kehidupan keseharian, kita menyaksikan betapa hukum tabur dan tuai terus berlangsung dari waktu ke waktu. Bila kita tidak pernah menyapa tetangga, maka jangan harap tetangga akan menyapa kita. Bila kita tidak pernah berkunjung ke tetangga,maka dapat dipastikan tetangga juga tidak akan mengunjungi rumah kita.  Setiap pagi, ketika kami keluar rumah,selalu mendapatkan sapaan dari para tetangga,termasuk Tukang Batu yang lagi bekerja membangun rumah di samping kediaman kami.  Walaupun sapaan mereka dari hari kehari sama yakni "Good morning. How are you today ?" tapi kami senang, karena merasa dihargaiCoba bayangkan seandainya ketika kita keluar rumah,tetangga kiri kanan, pura pura tidak melihat kita dan sama sekali tidak ada yang menyapa kita? Kita mungkin tidak termasuk orang yang "gila hormat",tapi sebagai orang waras,setiap orang senang bila dihargai.  Passwordnya,sangat sederhana:"Bila ingin dihargai,maka hargailah orang lain" Dalam kalimat lain "jangan lakukan hal hal yang kita tidak suka kepada orang lain". Mulailah dengan menghargai orang lain, maka orang akan menghargai diri kita. Jangan lupa,hukum tabur dan tuai bersifat universal dan lintas sektor. Kondisi semacam ini,bukan hanya dapat disaksikan atau dirasakan dalam kehidupan sehari hari,tapi juga dalam pergaulan kita di dunia maya.  Mungkin kita merasa diri paling hebat dan paling piawai dalam  hal tulis menulis,sehingga merasa tidak perlu lagi berkunjung ke tulisan orang lain, maka akibatnya secara langsung dapat dibuktikan,yakni tulisan kita akan sepi dari kunjungan, walaupun hanya sebatas klik "menarik" Untuk membuktikan, tidak perlu teori panjang lebar dan juga tidak usah bersusah payah berselancar di google.Cukup membaca salah satu tulisan yang mungkin banyak pembacanya,tapi sepi dari kunjungan. Mengapa? Karena saling menghargai, bukan hanya berlaku dalam berinteraksi dalam lingkungan di dunia nyata, tapi juga berlaku dalam berinteraksi di dunia maya. Apa Yang Diharapkan Dalam Dunia Tulis Menulis ? Ada banyak alasan dan setiap orang tentu punya hak untuk menentukan alasan mengapa ikut terjun dalam dunia tulis menulis. Boleh jadi untuk mencegah kepikunan, mengisi waktu dan tentu tak terlepas dari menjalin hubungan persahabatan dengan sesama  Penulis dan pembaca. Bila kita menulis hanya untuk mempertontonkan kepiawaian dalam hal tulis menulis,tanpa merasa perlu menghargai orang lain, maka akibatnya, tulisan kita mungkin saja masuk ke Headline, tapi akan sepi dari kunjungan.Tulisan ini hanya merupakan pendapat pribadi dan bukan hasil dari kajian seorang ilmuanSukses adalah kemampuan untuk menjalani hidup Anda sesuai dengan keinginan Anda, melakukan apa yang yang paling dinikmati, dikelilingi oleh orang-orang Anda senangi dan hormati. Kebanyakan orang yang menganggap pengertian sukses sebagai pada saat kita wisuda, pada saat naik jabatan, atau pada saat menerima penobatan sebagai orang teladan, orang terpandai atau sejenisnya. Sukses bukan dalam pengertian seperti itu.
Sukses itu bukan suatu tujuan akhir dengan kualitas seadanya dan menghalalkan segala cara untuk mencapainya, tetapi sebagai suatu proses yang harus di lakukan setahap demi setahap, dan hari demi hari , bahkan menit demi menit itulah menurut pandangan saya. Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa kesuksesan dipandang dari seberapa besar materi yang ia punya atau yang ia miliki, atau kepintaran atau hard skillss apa yang dia punya untuk mencapai kata sukses. Untuk menjadi sukses kita bisa mlai dengan hal-hal kecil yang kita mampu lakukan. Saya akan memberikan sebuah contoh yang sangat sering terjadi,Misalnya seseorang yang kurang pandai di bidang tertentu saja , walaupun ia kurang menguasai suatu materi tertentu tetapi setiap ujian di bidang yang dia kurang kuasai dia selalu percaya pada kemampuan diri sendiri dan percaya pada tuhan yang selalu memberikan terang dan ia akhirnya lulus tetapi hanya mendapat nilai C dan ada seseorang yang mendapa nilai A yang menjadikanya dia menjadi panutan dan banyak menerima pujian dri orang – orang sekitarnya termasuk dosen tetapi dalam ujian dia telah berbuat bbrapa kecurangan agar  bisa  menerima nilai A tersebut. Pertanyaanya apakah orng yg mendapat nilai A itu lebih sukses? Menurut pandangan saya tidak, Mungkin anak yang mendaapat nilai A lebih sukses dri anak yang mendapat C karena mendapat nilai yang lebih baik dan banyak mendapat pujian tetapi ia hanya akan menerima kesuksesan dalam arti palsu, Arti kesuksesan yang sebenarnya bias kita lihat dari orng yg mendapat nilai C dikarenakan telah berusaha maksimal dengan kemampuan dirinya sendiri dan itu menjadikanya sebagai orang yang sukses walaupun nilainya hanya C, tetapi kita bisa melihat proses pembelajaranya setahap demi setahap untk mendapatkan nilai C trsebut. Saya pun yakin Anak yang mendapat nilai C tersebut akan lebih besar kemungkinan mencapai kesuksesan yang sesungguhnya, karna anak yang mendapat nilai c selalu percaya dengan kemampuany sendiri, dan selalu berpegang teguh pada firman tuhan untk berbuat jujur dalam mengerjakan sesuatu, di dunia yang lebih luas atau dunia kerja di masa yang akan datang kejujuran dan berpegang teguh menolak godaan iblis akan lebih bsa diandalkan dari pada orng yang mengandalkan segala cara untk mendapatkan sesuatu yang diinginkan bahkan cara yang salah yang membohongi dirinya sendiri khususnya Tuhan.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah  Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Senin 9/12/2019 seperti biasa melaksanakan kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter yaitu Upacara Bendera yang setiap hari Senin di laksanakan . Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara adalah Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , .SPd , Dalam amanat nya Bapak Kepala Sekolah kelahiran APRIL 1984 Tersebu t menyampaikan bahwa Jika kalian ingin Sukses harus dapat menghargai Orang lain , Karena Kesuksesan kita tidak bisa lepas dari Orang lain Juga , Sudah banyak Alumni Dari   SMP PGRI 6 Surabaya  yang Sukses Seperti ZULFARHAN MUSTOFA HADI Alhamdulilah Sudah Bekerja di Penambangan , SINOL Kuliah Di TURNOJOYO , SIWI TRIMAWARNI Kuliah Di UNESA Dan masih banyak lagi Alumni SMP PGRI 6 Surabaya yang sudah sukses walaupun orang Tua mereka  dari golongan menengah ke bawah , tapi karena mereka punya semangat tinggi dan menghargai orang  lain termasuk Guru dan Orang Tua Mereja sehingga  Mereka semua mendapatkan ridho dari Allah S.W.T