Jumat, 28 April 2017

“ Lestarikan Bumi Dengan Pemanfaatan Air Limbah “


































“ Lestarikan Bumi Dengan Pemanfaatan Air Limbah “
Hari Air Dunia yang diperingati setiap 22 Maret setiap tahunnya, merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air tawar dan pengelolaannya. Setiap tahun, Hari Air Dunia menyoroti aspek tertentu pada air tawar. Tahun 2017 , tema yang diangkat ialah “Air Limbah” atau “Wastewater”. Di seluruh dunia, 80 persen air limbah dari rumah tangga, kota, industri dan pertanian mengalir kembali ke alam tanpa diolah atau digunakan kembali, dan pada akhirnya mencemari lingkungan. “Ini artinya kita tidak hanya menyebabkan polusi pada lingkungan, tetapi juga melewatkan kesempatan besar. Kita tidak seharusnya melihat air limbah sebagai sesuatu yang bisa diabaikan atau dibuang. Sebaliknya, kita harus melihatnya sebagai sumber daya berharga yang dapat memberikan manfaat pada manusia dan lingkungan,” Data dari WHO dan UNICEF tahun 2014 menyebutkan, ada 1,8 miliar penduduk dunia yang mendapatkan air minum dari sumber terkontaminasi tinja, sehingga menempatkan mereka pada risiko tinggi tertular kolera, disentri, tifus dan polio. Air tercemar, sanitasi buruk dan masalah kebersihan menyebabkan sekitar 842.000 kematian setiap tahun. Ada 1,8 miliar penduduk dunia yang mendapatkan air minum dari sumber terkontaminasi tinja, sehingga menempatkan mereka pada risiko tinggi tertular kolera, disentri, tifus dan polio. (Worldwaterday.org) Karena itulah, kita perlu meningkatkan cara pengumpulan dan pengolahan air limbah agar aman digunakan kembali. “Pada waktu bersamaan, kita perlu mengurangi kuantitas dan beban polusi pada air limbah yang kita hasilkan, untuk membantu melindungi lingkungan dan sumber daya air Di rumah misalnya, kita bisa menggunakan kembali air limbah bekas mencuci beras atau sayuran, untuk menyiram tanaman di halaman. Di daerah perkotaan, air limbah bisa diolah sehingga dapat digunakan untuk menyiram tanaman di ruang terbuka hijau. Di sektor industri dan pertanian, kita bisa menggunakan air limbah yang sudah diolah untuk sistem pendingin maupun irigasi. Dengan memanfaatkan air limbah, kita membantu siklus air bekerja lebih baik agar sumber daya berharga ini dapat terus digunakan oleh makhluk hidup di Bumi. Selain itu, langkah ini juga membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan No 6, salah satunya meningkatkan kualitas air dengan mengurangi separuh proporsi air limbah yang tidak diolah dan meningkatkan daur ulang air dan penggunaan kembali yang aman. “Air terbatas. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan lebih banyak lagi manusia dan kita hanya punya satu ekosistem untuk mendapatkan air,”  menyerukan pada semua orang, “Ayo kurangi dan gunakan kembali  lebih banyak air limbah dan bantu memastikan semua orang memiliki akses terhadap persediaan air bersih yang aman dan berkelanjutan.”

               SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir Pada hari Jum’at 28/4/2017  5 Tim kader Spegrinam yang terdiri dari Putri Puji Rahayu , Putri Ramadhani, Ratna Sari , Siti Ainur Rohmah  DAN Very Dian Hermansyah di damping Oleh Bapak Heri Kuswanto mendatangi Undangan dari LSM Nol Sampah dalam Rangka Peingatan Hari Air yang diadakan di Rumah PDAM , Adapun Kegiatan Peringatan Hari air tersebut adalah bersih bersih kalimas , dimana Tim Kader Spegrinam Surabaya juga ikut terlibat dalam bersih bersih kalimas tersebut , selesai bersih bersih diajak ke rumah kompos keputran , selesai kembali ke Rumah PDAM Untuk mendengarkan pemaparan dari Komunitas Sahabat Kota beliau bercerita Tentang Petualangan Banyu bersama Titik Air , Menurut  Putri Puji Rahayu dan Putri Ramadhani bahwa dia sangat berkesan dengan kegiatan ini , karena dapat di praktekan di sekolah , dimana menerapkan air limbah seperti air kolam , air sisa beras ( pususan ) bisa di gunakan untuk menyiram tanaman yang ada di sekolah , bahkan air dari kolam tersebut bermanfaat untuk yang lain , Putri Puji dan Putri Ramadhani berharap seluruh siswa spegrinam Surabaya bisa memanfaatkan air limbah , karena dengan memanfaatkan air limbah berarti iku melestarikan bumi ini.

Rabu, 26 April 2017

“ Merawat Dan Menjaga Lingkungan Bersama Petugas Kebersihan”


















“ Merawat Dan Menjaga Lingkungan Bersama Petugas Kebersihan”
 Petugas Kebersihan adalah Pekerja terdiri dari satu orang atau lebih yang mempunyai tujuan mulia dengan mendapatkan imbalan/gaji untuk bertugas membuat suatu kondisi yang terbaik terhadap suatu lingkungan dengan hasil yang didapat menciptakan kenyamanan pada semua orang berupa lingkungan sehat dan bersih.  Lingkungan sekolah yaitu keadaan sekolah tempat belajar yang turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Keadaan gedung sekolahnya dan letaknya, serta alat-alat belajar yang juga ikut menentukan keberhasilan belajar siswa(Muhibbin Syah,2010:152). Menurut Oemar Hamalik (2009:6) lingkungan sekolah adalah sebagai tempat mengajar dan belajar. Sebagai suatu lembaga yang menyelenggarakan pengajaran dan kesempatan belajar harus memenuhi bermacam-macam persyaratan antara lain: murid, guru, program pendidikan, asrama, sarana dan fasilitas. Segala sesuatu telah diatur dan disusun  menurut pola dan sistematika tertentu sehingga memungkinkan kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dan terarah pada pembentukan dan pengembangan siswa.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir, Pada hari Rabu 26/4/2017 , Seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya bahu membahu bersama  Petugas Kebersihan Bapak Hasan membersihkan sekolah , dimana ada yang menyapu halaman sekolah , memilah sampah , memilah gelas – gelas plastic. Dimana setelah gelas – gelas plastic dan kardos terkumpul , oleh Tim kader Spegrinam Surabaya di bantu Bapak Hasan gelas – Gelas tersebut di timbang , sedangkan Kardos – Kardos tersebut di jual kepada Ibu Soedjono JL Bulak Rukem III No. 11  Surabaya , Dimana beliau adalah Penjual hantaran Manten dari Kardos . Menurut Anisatul Hasanah , Bahwa kita warga spegrinam Surabaya banyak berterimakasih kepada Petugas Kebersihan Bapak Hasan yang ikut menjaga merawat peduli dan berbudaya lingkungan di sekolah Spegrinam Surabaya, Sehingga spegrinam Surabaya tampak bersih , hijau indah dan rapi.