Rabu, 11 Februari 2026

Mengasah Kreativitas Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Melalui Seni Mewarnai Batik: Teknik Asam & Basah



















Mengasah Kreativitas Siswa SMP PGRI 6 Surabaya  Melalui Seni Mewarnai Batik: Teknik Asam & Basah

 

Membatik bukan sekadar menorehkan lilin di atas kain; ia adalah dialog antara kesabaran, presisi, dan imajinasi. Dalam dunia batik modern, eksplorasi warna menjadi kunci untuk menghasilkan karya yang fresh dan unik. Dua teknik yang sering digunakan untuk memberikan nyawa pada motif batik adalah Teknik Asam (Colet) dan Teknik Basah (Celup).

 

1) Teknik Asam (Coletan): Melukis dengan Detail

Teknik ini sering disebut "asam" karena secara tradisional menggunakan larutan warna yang diaplikasikan secara manual menggunakan kuas atau rotan (colet). Di sini, kreativitas Anda diuji layaknya seorang pelukis di atas kanvas.

a) Kebebasan Warna: Anda bisa menaruh warna merah, hijau, dan biru dalam satu motif tanpa takut warna tersebut bercampur.

b) Ketelitian: Melatih fokus saat mengisi ruang-ruang sempit di antara garis malam (lilin).

c) Eksperimen Gradasi: Anda bisa mencoba teknik shading atau gradasi warna langsung di atas kain untuk menciptakan efek dimensi yang realistis.

Tips Kreatif: Cobalah menggunakan teknik wet-on-dry (warna basah di kain kering) untuk garis yang tajam, atau wet-on-wet untuk menciptakan efek rembesan warna yang artistik dan abstrak.

 

2) Teknik Basah (Celup): Keajaiban Harmoni

Teknik basah atau celup adalah cara klasik di mana seluruh kain direndam ke dalam bak pewarna. Ini adalah momen di mana Anda belajar tentang harmoni dan teori warna.

a) Eksplorasi Layering: Kreativitas muncul saat Anda membayangkan hasil akhir setelah beberapa kali pencelupan. Misalnya, mencelup warna kuning, lalu menutup sebagian motif dengan lilin, dan mencelupnya lagi ke warna biru untuk menghasilkan warna hijau di area yang tidak tertutup.

b) Kesabaran dan Kejutan: Setiap celupan memberikan hasil yang terkadang tak terduga, melatih insting artistik Anda dalam memprediksi kepekatan warna.

c) Efek Retakan (Cracking): Sengaja meretakkan lilin sebelum dicelup akan menghasilkan urat-urat warna yang estetik, memberikan kesan "vintage" yang berkarakter.

Kreativitas selalu di  tekankan di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada hari Rabu 11/2/2026 Siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Prakarya  Membuat Keterampilan Mewarnai  Batik Asam Dan Basah,  Dalam kesempatan ini  Guru Mata Pelajaran Seni Buadaya Ibu NIDYA VERAWATI S.Sos Dan Prakarya Meminta Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dari rumah membawa bahan  Anak” diharapkan besok membawa alat dan bahan berikut : Kunyit 1 buah/1sachet detergen bubuk/rinso bubuk 1 sachet

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mengasah kreativitas lewat mewarnai batik tidak hanya menghasilkan kain yang indah, tetapi juga berfungsi sebagai art therapy. Proses mencampur warna dan menunggu hasil reaksi kimia pewarna pada serat kain memberikan kepuasan batin dan ketenangan pikiran.

Jangan takut untuk melakukan kesalahan. Dalam batik, "kesalahan" seringkali menjadi awal dari motif baru yang orisinal!

"Kreativitas adalah saat kamu berani membiarkan warna meresap, mengalir, dan menyatu dengan serat takdir di atas kain."

"Membatik dengan teknik asam mengajarkan kita bahwa hal-hal besar bermula dari ketelitian pada detail-detail kecil."

Penulis

 

H.BANU ATMOKO

 

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id        

NO HP 083857963098

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar