Rintik Hujan Bukan Penghalang: Menempa Karakter Lewat Tradisi Nderes Di SMP PGRI 6
Langit mendung dan tetesan air yang jatuh membasahi bumi seringkali menjadi alasan bagi banyak orang untuk menarik selimut dan beristirahat. Namun, di sudut-sudut pesantren, madrasah, atau majelis taklim, suara riuh rendah lantunan ayat suci justru terdengar semakin syahdu di tengah gemericik hujan. Kegiatan Nderes atau ngaji bersama, tetap berjalan tanpa surut sedikit pun. Fenomena ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah manifestasi nyata dari pembentukan karakter yang kokoh. Hujan adalah salah satu bentuk "ujian kecil" bagi konsistensi seorang penuntut ilmu. Mengapa tetap berangkat ngeres saat hujan itu penting bagi pertumbuhan karakter?
1) Melatih Kedisiplinan dan Komitmen: Karakter tidak tumbuh di zona nyaman. Memilih untuk menembus hujan demi sebuah janji (jadwal mengaji) melatih seseorang untuk menghargai komitmen di atas kenyamanan pribadi.
2) Menumbuhkan Daya Juang (Resilience): Dalam psikologi, kemampuan untuk tetap bergerak maju meski ada hambatan fisik disebut resiliensi. Basahnya pakaian atau dinginnya angin adalah tantangan yang membentuk mental baja.
3) Keikhlasan dalam Ketaatan: Saat tidak ada orang yang melihat perjuangan kita menembus hujan, di situlah keikhlasan diuji. Fokusnya bukan lagi pada pujian manusia, melainkan pada keberkahan ilmu yang dicari.
Nderes: Lebih dari Sekadar Membaca
Istilah nderes berasal dari filosofi mendalami atau mengulang-ulang. Dalam konteks membangun karakter, ngeres bersama memberikan dampak sosial yang signifikan:
1. Solidaritas Tanpa Batas: Melihat rekan sesama ngaji tetap hadir meski hujan lebat menciptakan ikatan emosional dan semangat kolektif. "Jika dia bisa, aku pun harus bisa."
2. Ketenangan di Tengah Badai: Secara spiritual, melantunkan ayat suci saat hujan (yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa) memberikan ketenangan batin yang luar biasa. Ini melatih pengendalian diri dan emosi.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 12/1/2026 Seperti biasa harus nya setiap hari Senin Dilaksanakan kegiatan Upacara Bendera Untuk melatih Kedisiplinan dan Karakter, Tetapi Untuk Senin 12/1/2026 Pagi ini tidak ada kegiatan Upacara bendera Karena Hujan tidak berhenti , Akhirnya Di alihkan Untuk NDERES ( NGAJI ) Di MUSHOLAH Yang di pimpin Bapak USTAD MUFID ,S.Pd. I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti
Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Lagi Menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Hujan bukanlah penghalang, melainkan penyaring. Ia menyaring siapa yang benar-benar memiliki tekad dan siapa yang hanya sekadar ikut-ikutan. Dengan tetap konsisten nderes di tengah cuaca apa pun, kita sedang menanam benih karakter disiplin, tangguh, dan religius yang akan berbuah manis di masa depan.
Jadi, saat rintik hujan mulai turun nanti, jangan jadikan itu alasan untuk berhenti. Ambil payungmu, dekap kitabmu, dan biarkan semangatmu tetap menyala.
"Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi. Dan setiap tetes air hujan yang membasahi langkah kaki penuntut ilmu adalah saksi perjuangan di hadapan Sang Pencipta."
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098



.jpeg)

.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar