Rabu, 31 Desember 2025

Dua Belahan Jiwa dalam Langkahku: Ayah dan Keponakan Tercinta

 Dua Belahan Jiwa dalam Langkahku: Ayah dan Keponakan  Tercinta

 

Dalam perjalanan hidup, setiap orang memiliki sosok yang menjadi jangkar dan alasan untuk terus berjuang. Bagiku, dua sosok itu adalah Ayah dan Keponakan. Meski berada dalam posisi yang berbeda—satu sebagai panutan dan satu lagi sebagai pelipur lara—keduanya adalah bagian integral dari hidup yang tidak mungkin terpisahkan.

Ayah adalah cinta pertama sekaligus guru kehidupan yang paling nyata. Melalui tangannya yang kasar karena bekerja, aku belajar tentang arti tanggung jawab. Melalui diamnya, aku belajar tentang ketegaran. Bagi banyak orang, ayah mungkin hanya sosok kepala keluarga, namun bagiku, beliau adalah akar.

Ayah tidak selalu bicara tentang cinta, namun cintanya mengalir dalam setiap butir keringat yang ia teteskan demi melihat anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik. Kehadiran Ayah memberikan rasa aman yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Saat dunia terasa begitu bising dan melelahkan, nasihat sederhana darinya selalu menjadi penenang yang paling ampuh. Ayah adalah bukti bahwa pahlawan tidak selalu memakai jubah; terkadang mereka hanya memakai kemeja tua dan senyuman yang tulus.

Jika Ayah adalah akar yang menguatkan, maka Keponakan adalah bunga yang mewarnai hari-hariku. Kehadirannya membawa perspektif baru tentang kasih sayang yang tanpa syarat. Melihatnya tumbuh, mendengar tawa polosnya, hingga melihat tingkah lakunya yang menggemaskan adalah obat paling manjur untuk segala rasa lelah.

Menjadi seorang paman atau bibi memberiku kesempatan untuk mencintai tanpa beban berat sebagai orang tua, namun dengan ketulusan yang sama besarnya. Keponakan mengajariku untuk kembali melihat dunia dengan mata anak-anak: penuh keajaiban, tanpa dendam, dan penuh harapan. Setiap pelukan kecil darinya adalah pengingat bahwa hal-hal sederhana dalam hidup—seperti bermain bersama atau membacakan cerita—seringkali adalah hal yang paling berharga.

Memiliki Ayah yang tetap mendampingi dan Keponakan yang tumbuh dengan ceria adalah berkah ganda dalam hidupku. Ayah mengajarkanku bagaimana cara menjadi dewasa, sementara Keponakan mengingatkanku untuk tetap menjaga sisi anak-anak dalam diriku.

Hidup tidak selalu mudah, namun selama aku memiliki mereka, aku tahu aku memiliki alasan untuk pulang. Ayah adalah sejarahku, dan Keponakan adalah masa depanku. Keduanya adalah bagian dari napasku, alasan di balik setiap doa yang aku panjatkan, dan separuh dari alasan mengapa aku ingin menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.

Sejak 3 ( Tiga ) Tahun Di Tinggal mama tercinta Ayah Dan Ponakan adalah Bagian Dari hidup Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi Menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Di tengah tengah Waktu Luang Penulis Pada Hari   Selasa 30/12/2025 Penulis makan malam bersama Ayah  Tercinta Di RUMAH MAKAN PADANG Di DAERAH PASAR BULAK BANTENG. Dimana Ponakan Menikmati Ayam Bakar Sedangkan Ayah Tercinta Menikmati IKAN LAUT Sedangkan Penulis Menikmati RENDANG. Hidup tidak selalu mudah, namun selama aku memiliki mereka, aku tahu aku memiliki alasan untuk pulang. Ayah adalah sejarahku, dan Keponakan adalah masa depanku. Keduanya adalah bagian dari napasku, alasan di balik setiap doa yang aku panjatkan, dan separuh dari alasan mengapa aku ingin menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.

Semoga tahun 2026 ini membawa kesehatan bagi Ayah, agar ia bisa terus melihat cucunya tumbuh besar, dan semoga Keponakanku tumbuh menjadi pribadi yang hebat di bawah naungan kasih sayang keluarga yang utuh.

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id           

NO HP 083857963098




Selasa, 30 Desember 2025

SMP PGRI 6 Surabaya: Mencetak Generasi Unggul dengan Perpaduan Karakter Dan Prestasi

 SMP PGRI 6 Surabaya: Mencetak Generasi Unggul dengan Perpaduan Karakter

Dan Prestasi

 

Memilih sekolah menengah pertama yang tepat adalah langkah krusial bagi masa depan anak. Di tengah ketatnya persaingan pendidikan di Kota Pahlawan, SMP PGRI 6 Surabaya hadir sebagai salah satu sekolah unggulan yang berhasil membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi era digital.

Dikenal sebagai salah satu SMP terbaik di Surabaya, sekolah ini terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan ramah anak. SMP PGRI 6 Surabaya tidak hanya fokus pada ketuntasan materi pelajaran. Sekolah ini menerapkan pendekatan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai religius dan etika dalam setiap mata pelajaran, sekolah ini memastikan lulusannya memiliki moral yang kuat di tengah gempuran arus informasi global.

Fasilitas Lengkap untuk Menunjang Potensi Siswa

Sebagai sekolah unggulan, SMP PGRI 6 Surabaya menyadari bahwa fasilitas adalah kunci kenyamanan belajar. Beberapa fasilitas pendukung yang tersedia meliputi:

1) Laboratorium Komputer Modern: Menunjang literasi digital dan persiapan ujian berbasis komputer.

2) Perpustakaan Fisik: Ruang literasi yang nyaman untuk merangsang minat baca siswa.

3) Sarana Olahraga & Kesenian: Wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat non-akademik mereka.

4) Lingkungan Sekolah yang Asri: Menciptakan suasana belajar yang tenang dan jauh dari kebisingan kota.

 

Ekstrakurikuler: Mengasah Bakat di Luar Kelas

Salah satu alasan mengapa SMP PGRI 6 Surabaya masuk dalam jajaran sekolah favorit adalah keragaman kegiatan ekstrakurikulernya. Mulai dari Pramuka, Paskibra, hingga seni musik dan olahraga, setiap siswa didorong untuk menemukan jati diri dan mengukir prestasi sesuai minat mereka.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak  Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Selasa 30/12/2025 Di Penghujung Tahun 2025 Berdasarkan LINK :  https://klikmojok.com/klikmojokreview/cari-smp-terbaik-di-surabaya-ini-profil-sekolah-unggulan-berdasarkan-data-terbaru/?fbclid=IwY2xjawPAirJleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEesnNMxoCjatrdZX_1bNfFOnvps0Evh5LXg40IUbjwN8T4C74YuWj5j_Ke5KE_aem_1V4VeidURBavilKWMusDaQ

Dimana berdasarkan LINK Tersebut Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  termasuk Sekolah Unggulan Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi Menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Mengajak Masyarakat Kota Surabaya Khususnya Yang Punya PUTRA Kelas 6  Atau  Tetangga Yang Masih BINGUNG CARI Sekolah UNGGULAN Bisa LANGSUNG Ke SMP PGRI 6 Surabaya aja

Mengapa Memilih SMP PGRI 6 Surabaya?

1. Tenaga Pendidik Profesional: Guru-guru yang kompeten, sabar, dan menggunakan metode mengajar kekinian. Lulus Sertifikasi Dan PPG  Guru Tertentu Atau DALJAB

2. Lokasi Strategis: Terletak di lokasi yang mudah dijangkau di Surabaya, memudahkan akses bagi orang tua dan siswa.

3. Biaya Terjangkau dengan Kualitas Premium: Memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.

4. Prestasi Gemilang: Rutin mencatatkan nama dalam berbagai perlombaan baik di tingkat kota maupun provinsi.

 

Menuju Masa Depan Gemilang

Dengan visi untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia, SMP PGRI 6 Surabaya terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan pendidikannya. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua bagi siswa untuk bertumbuh dan berkembang secara maksimal.

Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, pendaftaran siswa baru SMP PGRI 6 Surabaya  Tahun Pelajaran 2026/2027 baru. Segera kunjungi lokasi sekolah untuk melihat langsung fasilitas dan berkonsultasi mengenai program pendidikan yang ditawarkan SMP PGRI 6 Surabaya

“ SMP PGRI 6 Surabaya: Sekolah Berprestasi, Karakter Teruji!  “

 

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

NO HP 083857963098

 

Senin, 29 Desember 2025

Menikah Itu Bukan Karena Sempurna, Tapi Dua Insan yang Saling Mengisi

 Menikah Itu Bukan Karena Sempurna, Tapi Dua Insan yang Saling Mengisi

 

Banyak orang memasuki gerbang pernikahan dengan bayangan tentang "pasangan sempurna"—sosok yang memahami tanpa dijelaskan, yang selalu romantis, dan jarang berbuat salah. Padahal, realitanya jauh dari itu. Pernikahan bukanlah muara dari pencarian kesempurnaan, melainkan sebuah perjalanan panjang bagi dua orang yang setuju untuk saling melengkapi di tengah ketidaksempurnaan.

1) Pernikahan: Pertemuan Dua "Manusia Biasa"

Kita sering terjebak dalam mitos soulmate yang harus selalu sejalan dalam segala hal. Faktanya, pernikahan adalah penyatuan dua individu dengan latar belakang, karakter, dan trauma masa lalu yang berbeda.

Menunggu hingga diri sendiri atau pasangan menjadi "sempurna" sebelum menikah hanya akan membuang waktu. Justru di dalam ikatan pernikahanlah, kekurangan-kekurangan tersebut muncul ke permukaan untuk kemudian dihaluskan bersama.

2) Bukan Tentang Menemukan, Tapi Menjadi

Alih-alih terus mencari sosok yang sempurna, esensi dari "saling mengisi" adalah tentang bagaimana kita menjadi pasangan yang tepat.

a) Saat pasangan lelah, kita menjadi tempat bersandar.

b) Saat kita sedang lemah, pasangan menjadi penguat.

c) Saat ada celah dalam karakter, pasangan hadir untuk menyeimbangkan.

· 

Hubungan yang kuat tidak dibangun oleh dua orang yang hebat, melainkan oleh dua orang yang rendah hati untuk mengakui kesalahan dan mau belajar satu sama lain.

3) Keindahan dalam "Retakan"

Dalam seni Jepang, ada teknik bernama Kintsugi—memperbaiki keramik pecah dengan emas. Hasilnya, benda tersebut menjadi lebih indah dan kuat justru karena pernah retak.

Begitu pula dengan pernikahan. Perbedaan pendapat, kekurangan finansial, atau sifat yang menjengkelkan adalah "retakan-retakan" yang jika diisi dengan kesabaran dan kasih sayang, akan membuat ikatan suami-istri menjadi lebih unik dan bermakna.

4) Komitmen Melampaui Perasaan

Perasaan cinta bisa pasang surut, namun komitmen untuk "saling mengisi" harus tetap stabil. Saling mengisi berarti:

a. Mengisi kekosongan: Jika satu kurang dalam manajemen emosi, yang lain belajar untuk lebih tenang.

b. Saling memaafkan: Mengerti bahwa pasangan adalah manusia yang bisa salah.

c. Tumbuh bersama: Tidak membiarkan pasangan berjuang sendirian dalam memperbaiki diri.

 

Pada Hari Senin 29/12/2025 Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III N0  7-9  Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Bersama AINUL YAQIN ,S.Si , M.Pd , H. OEMAR ,S.Ag H. ALAIKAR ROCHIM ,S.Ag FEBRINA KUSUMA DEWI ,S.Pd Dra ERDIJANAH ALIMATUL ADIBAH ,S.Pd MIRZA DZIKRIE ,S.Pd.I LANANG SANTOSO ,S.Pd Pada Pukul 10.30 mendatangi kediaman Bapak CHUSNUL YAQIN ,S.Ag di Bulak Rukem VI No 20 Surabaya  Untuk Menghadiri Acara Lamaran PUTRI Tercinta Bapak CHUSNUL YAQIN ,S.Ag

Dalam kesempatan tersebut Bapak H. OEMAR ,S.Ag membantu keluarga Bapak CHUSNUL YAQIN ,S.Ag  menyiapkan COKLAT  Dan Bapak H. ALAIKAR ROCHIM ,S.Ag memimpin Doa Untuk Kedua Mempelai

Calon Suami dari Puteri Bapak CHUSNUL YAQIN ,S.Ag menyampaikan Menikah bukan tentang menemukan kepingan puzzle yang sudah jadi dan pas, melainkan tentang dua batu kasar yang saling mengasah hingga keduanya menjadi permata yang berkilau. Jangan cari kesempurnaan, carilah seseorang yang siap untuk berjuang, belajar, dan menua bersama di dalam ruang-ruang ketidaksempurnaan itu.

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

NO HP 083857963098

 




Minggu, 28 Desember 2025

Menikmati Manisnya Kebersamaan: Serunya Liburan Keluarga di Nyidam Duren

 Menikmati Manisnya Kebersamaan: Serunya Liburan Keluarga di Nyidam Duren

 

Liburan keluarga tidak selalu harus tentang perjalanan jauh ke luar kota. Kadang, kebahagiaan sejati justru ditemukan di tempat yang menawarkan kenyamanan, suasana asri, dan tentu saja—sajian yang memanjakan lidah. Pekan ini, pilihan kami jatuh pada Nyidam Duren, destinasi yang sedang hangat dibicarakan bagi para pecinta raja buah.

Begitu menapakkan kaki di Nyidam Duren, udara segar dan desain tempat yang estetik langsung menyambut kami. Berbeda dengan kedai durian biasa, tempat ini didesain sangat family-friendly. Ada ruang terbuka yang luas sehingga anak-anak bisa bergerak bebas, sementara orang tua bisa duduk santai menikmati semilir angin.

Sesuai namanya, bintang utama di sini adalah durian. Kami disuguhi berbagai pilihan varietas dengan kualitas premium. Mulai dari yang manis legit hingga yang memiliki semburat rasa pahit khas durian montong atau musang king.

Beberapa hal yang membuat pengalaman makan di sini berbeda:

1) Garansi Kualitas: Jika durian yang dibuka tidak manis atau hambar, staf dengan sigap akan menggantinya.

2) Olahan Kreatif: Tak hanya buah utuh, ada berbagai menu olahan seperti sop durian, es cendol durian, hingga pancake yang lumer di mulut.

3) Menu Pendamping: Bagi anggota keluarga yang tidak terlalu suka durian, tersedia juga berbagai camilan gurih dan minuman segar lainnya.

Penulis yang juga Kepala Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Pada Hari Minggu 28/12/2025 Liburan  bersama Kakak Tercinta dan Ponakan Tercinta , Berangkat Dari Rumah Pukul 07.00 WIB

Perjalanan Pertama Menuju Ke Rumah Saudara Di Griya TIRTA Gunung Anyar Di Tengah Perjalanan Penulis yang juga  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya tersebut bersama Kakak tercinta dan Ponakan  Mampir sarapan Di mana Keponakan Sarapan Menu NASI GORENG , Kakak Menu MIE GORENG Dan Penulis Menu SOTO AYAM Dan MINUM THE  PANAS , Selepas sarapan Penulis dan Kakak Melanjutkan Di kediaman saudara di Griya TIRTA GUNUNG ANYAR Tersebut dan sampai Pukul 08.00.

Do GRIYA TIRTA Gunung Anyar Penulis dan Kakak Ngobrol sama Saudara Hingga PUKUL 09.00 Dan Setelah Itu Penulis dan Kakak Melanjutkan Perjalanan Kembali Menuju NYIDAM DUREN , Saat Perjalanan Dari Gunung ANYAR Ke NYIDAM DUREN Sepeda Motor Penulis BAN NYA Bocor di daerah Medokan Semampir Dekat Rumah Sakit GOTONG ROYONG Untuk NAMBAL BAN Sambil MINUM The Dan Ngopi, Selesai NAMBAL BAND Penulis Melanjutkan Perjalanan Menuju NYIDAM DUREN

Dalam kesempatan ini   Penulis Memberikan TIPS  Jika Anda berencana mengajak keluarga ke sini, berikut sedikit tips agar liburan makin maksimal:

1. Datang Lebih Awal: Agar bisa memilih tempat duduk terbaik (terutama area lesehan) dan pilihan buah masih lengkap.

2. Siapkan Perut: Jangan makan terlalu kenyang dari rumah supaya bisa mencicipi berbagai varian durian.

3. Abadikan Momen: Setiap sudut di Nyidam Duren sangat instagrammable, jadi pastikan baterai ponsel penuh untuk foto keluarga.

Dalam kesempatan ini Penulis menyampaikan bahwa Momen yang paling berkesan adalah saat kami duduk melingkar di satu Gazebo  berbagi cerita sambil berebut ulekan durian yang kuning keemasan. Gelak tawa pecah saat si kecil mencoba durian untuk pertama kalinya dengan ekspresi wajah yang lucu. Di sinilah letak esensi liburan: kualitas waktu (quality time) tanpa gangguan gadget.

Menurut Penulis Nyidam Duren bukan sekadar tempat makan durian; ia adalah ruang di mana tawa keluarga dan kelezatan alam menyatu sempurna.

"Liburan terbaik bukanlah tentang seberapa jauh kita pergi, tapi tentang dengan siapa kita berbagi kebahagiaan."

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id         

NO HP 083857963098














Sabtu, 27 Desember 2025

Menutup 2025: Jangan Berhenti Menulis, Karena Dunia Menunggu Ceritamu

 Menutup 2025: Jangan Berhenti Menulis, Karena Dunia Menunggu Ceritamu

 

Tahun 2025 segera melabuhkan tirainya. Di detik-detik terakhir kalender ini, mungkin sebagian dari kita sedang menatap tumpukan naskah yang belum selesai, draf di aplikasi catatan yang masih berantakan, atau bahkan halaman kosong yang belum sempat terisi.

Muncul pertanyaan: "Apakah tulisan saya bermakna? Apakah saya harus lanjut atau berhenti saja?" Jawabannya hanya satu: Jangan berhenti.

Mengapa 2025 Bukan Akhir, Melainkan Jembatan

Setiap kata yang Anda susun sepanjang tahun ini adalah investasi. Menulis bukan sekadar merangkai huruf menjadi kalimat, melainkan proses mengasah jiwa. Jika tahun ini Anda merasa produktivitas sedang menurun atau ide terasa buntu, ingatlah bahwa karya besar seringkali lahir dari ketekunan yang membosankan.

Berikut adalah alasan mengapa Anda harus tetap memegang pena (atau keyboard) menuju 2026:

1) Tulisan Adalah Jejak Keberadaan: Seratus tahun dari sekarang, suara kita mungkin hilang, tapi tulisan kita tetap abadi. Menulis adalah cara kita berbicara dengan masa depan.

2) Proses Melampaui Hasil: Jangan terpaku pada jumlah likes atau buku yang terjual. Keberhasilan sejati seorang penulis adalah ketika ia berhasil menaklukkan rasa malas dan keraguan diri sendiri setiap harinya.

3) Dunia Butuh Perspektif Anda: Tidak ada orang lain yang memiliki kombinasi pengalaman, luka, dan tawa yang persis sama dengan Anda. Jika Anda berhenti, maka satu warna unik di dunia literasi akan hilang.

Konsistensi: Bahan Bakar Karya Hebat

Banyak penulis gagal bukan karena kekurangan bakat, melainkan karena berhenti terlalu cepat. Menulis adalah maraton, bukan sprint. Di tahun 2026 nanti, berjanjilah pada diri sendiri untuk:

1. Menulis meski hanya satu paragraf sehari.

2. Berhenti mengejar kesempurnaan pada draf pertama.

3. Membaca lebih banyak untuk mengisi kembali "tangki" kreativitas.

Terima kasih telah bertahan di tahun 2025. Setiap kata yang Anda ketik adalah kemenangan kecil. Jangan biarkan kembang api tahun baru memadamkan api kreativitas dalam diri Anda. Tutup buku tahun ini dengan syukur, tapi jangan simpan penamu. Mari kita sambut 2026 dengan tekad baru: Terus menulis, terus berkarya, hingga dunia tak punya pilihan lain selain mendengarkan.

Pada Saat Liburan semester Ganjil dan Liburan Natal 2025 Dan Libur Tahun Baru Pada Hari Sabtu 27/12/2025 Saat hujan deras Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Yang juga Ketua MKKS SMP  Swasta Surabaya Utara Yang sedang menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA Mendapatkan kiriman buku antalogi dari hari hasil karya Penulis bersama Guru Guru Hebat Se Indonesia yang di cetak Media Guru Dengan Judul “ Guru Berprestasi Tidak Takut Tersaingi Dan Selalu Siap Berbagi “  .

Dalam kesempatan ini Penulis menulis dengan Judul : Sinau Bareng

 

Penerapan Inkuiri Kolaboratif: Pendekatan Efektif sebagai Problem Solver Bagi Kepala SMP Swasta Kecamatan Semampir

Dalam kesempatan ini Tulisan ini adalah Karya bagi Penulis yang kesekian kali tulisan dari Penulis dan sebagai KADO PENUTUP Di TAHUN 2025, Tulisan Ini Juga Kado Untuk Almarhumah Mama Tercinta Yang Telah Meninggalkan Penulis Karena Dari beliau Penulis di ajarkan untuk Semangat Menulis dan Menulis. Dalam kesempatan Ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA Mengajak Seluruh Masyarakat  Selamat menyambut Tahun Baru 2026. Jangan berhenti menulis!

Pesan Untuk Masyarakat

"Menulislah sampai kamu tidak bisa lagi menulis. Dan ketika itu terjadi, bacalah tulisanmu, lalu mulailah menulis lagi."

 Penulis

H. BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id        

NO HP 083857963098