Rabu, 03 Juni 2026

Mengais Rezeki Siswa Baru: Menempa Generasi Emas yang Unggul dan Berkarakter di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya




 


Mengais Rezeki Siswa Baru: Menempa Generasi Emas yang Unggul dan Berkarakter di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Setiap anak yang lahir ke dunia membawa rezeki, potensi, dan masa depannya masing-masing. Bagi orang tua, mengantarkan anak ke gerbang masa depan yang cerah adalah sebuah perjuangan mulia. Di tengah persaingan zaman yang kian ketat, memilih sekolah bukan lagi sekadar urusan formalitas mencari ijazah, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk manusia seutuhnya. Dalam semangat menyambut Tahun Ajaran Baru, SMP PGRI 6 Surabaya hadir sebagai "Bumi Semema" tempat menyemai benih-benih potensial, siap bermitra dengan para orang tua untuk mengais rezeki terbaik: mendidik dan mencetak generasi emas yang unggul, berprestasi, sekaligus berkarakter mulia.

Mengapa Harus SMP PGRI 6 Surabaya?

Di bumi SMP PGRI 6 Surabaya, kami percaya bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan kecerdasan masing-masing. Kami tidak hanya fokus pada nilai di atas kertas, tetapi menyeimbangkan tiga pilar utama pendidikan modern:

1) Keunggulan Akademik & Non-Akademik (Unggul): Dengan kurikulum yang adaptif dan dipandu oleh tenaga pendidik yang kompeten, inovatif, dan penuh kasih, siswa dipacu untuk berani berprestasi di bidang sains, olahraga, hingga seni.

2) Pembentukan Karakter Mulia (Berkarakter): Pintar saja tidak cukup. Di sini, nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, sopan santun, dan jiwa gotong royong ditanamkan setiap hari agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan menghormati orang tua serta sesama.

3) Kesiapan Menuju Generasi Emas: Kami membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21—berpikir kritis, kreatif, dan melek teknologi—agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh.

 

Menitipkan Anak di Tangan yang Tepat

Bagi kami, menerima siswa baru adalah amanah besar. Kami mengibaratkannya sebagai proses "mengais rezeki" spiritual dan sosial. Ketika orang tua memercayakan putra-putrinya kepada kami, kami berkomitmen penuh untuk mengasah potensi tersembunyi mereka hingga berkilau seperti emas.

Fasilitas pembelajaran yang representatif, lingkungan sekolah yang aman dan religius, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang variatif siap mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di SMP PGRI 6 Surabaya.

Dalam mengais Sebuah Rezeki Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir tidak henti hentinya untuk melakukan Promosi untuk mengais Rezeki Di SPMB Tahun 2026-2027 Ini, Dimana Sekarang ini Promosi dengan menggunakan Lagu MBG ( MAS BANU GANTENG ) di berikan Video dan Foto Foto Kegiatan Yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya

Pintu gerbang masa depan telah dibuka. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri Anda. Mari bersama-sama menempa mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga mulia akhlaknya. Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Dan Juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Sekaligus Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Mengajak Masyakat Untuk  Menyekolahkan Putra / Putrinya Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Tercinta

"Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya, Kami Tidak Hanya Mengajar, Kami Membentuk Masa Depan Generasi Emas Bangsa."

INFORMASI SISTEM PENERIMAAN MURID  BARU (SPMB )  SMP PGRI 6 Surabaya :

 

a) Tempat Pendaftaran: Ruang Informasi  SPMB  SMP PGRI 6 Surabaya

b) Alamat: Jl. BULAK RUKEM III No 7 - 9 Surabaya RT 05 RW 05 Kel Wonokusumo Kecamatan Semampir

c) Kontak/WhatsApp: 031-3716556/083857963098

d) Media Sosial: 

https://www.facebook.com/profile.php?id=100057272326332&locale=id_ID 

https://www.facebook.com/SmpPgri6Surabaya/ 

https://www.instagram.com/banuatmokos.pd/ 

 

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id           

    NO HP 083857963098

Selasa, 02 Juni 2026

Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia


























Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi

Perdamaian Dunia

 

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering kali terfragmentasi oleh perbedaan, sebuah bangsa besar bernama Indonesia berdiri kokoh. Kunci kekuatannya bukan pada homogenitas, melainkan pada sebuah mahakarya pemikiran yang lahir 81 tahun lalu: Pancasila. Lima sila ini bukan sekadar pajangan di ruang kelas atau teks yang dibaca saat upacara. Ia adalah sistem navigasi kultural yang terbukti mampu merekatkan lebih dari 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah ke dalam satu ikatan bernama Indonesia. Namun, kehebatan Pancasila tidak berhenti di batas geopolitik Nusantara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki resonansi universal yang sangat relevan untuk menjawab krisis geopolitik global hari ini.Bagi Indonesia, Pancasila adalah jawaban atas pertanyaan eksistensial: Bagaimana menjaga persatuan di atas perbedaan yang begitu ekstrem?

Melalui prinsip Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila tidak berusaha menyeragamkan perbedaan, melainkan merayakannya.

1) Sila pertama dan kedua memastikan bahwa ruang spiritual dan kemanusiaan milik semua warga negara tanpa terkecuali.

2) Sila ketiga (Persatuan Indonesia) bertindak sebagai payung besar yang menaungi ego kelompok, suku, maupun agama demi kepentingan bersama.

Pancasila mengubah potensi konflik (kebinekaan) menjadi energi positif (persatuan). Ketika fondasi domestik ini kokoh, Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk berbicara tentang perdamaian di panggung internasional. Kita tidak hanya berteori tentang toleransi; kita menghidupkannya setiap hari.Bagaimana ideologi sebuah negara berkembang bisa menjadi fondasi perdamaian dunia? Jawabannya ada pada Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan amanat Konstitusi kita untuk "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." Pancasila memandang kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang utuh (universal humanism). Bung Karno pernah menegaskan bahwa "Nasionalisme kita hanya bisa hidup subur di dalam taman sarinya internasionalisme." Artinya, cinta kita pada tanah air tidak boleh melahirkan chauvinisme (rasa unggul yang berlebihan), melainkan harus melahirkan kepedulian terhadap nasib bangsa lain.

 

Dalam rangka menumbuhkan jiwa Patriotisme dan Jiwa Nasionalisme di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Selasa 2/6/2026 Mengadakan Upacara  Peringatan Hari LAHIR PANCASILA Tahun 2026. Adapun Kegiatan Upacara Hari Lahir Pancasila dimulai Pukul 06.30 Yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Selaku Guru Pancasila

Dalam kesempatan ini Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Dalam sambutannya menyampaikan Pancasila bukan sekadar konsep abstrak dalam diplomasi global. Nilai-nilainya tercermin nyata dalam sejarah panjang politik luar negeri Indonesia yang "Bebas Aktif":

a) Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955: Indonesia mengumpulkan bangsa-bangsa yang baru merdeka untuk melawan kolonialisme, melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi gerakan kemerdekaan di seluruh dunia.

 

b) Gerakan Non-Blok (GNB): Di tengah Perang Dingin, Indonesia memilih tidak memihak blok barat maupun timur, melainkan membangun jembatan perdamaian.

c) Misi Perdamaian Garuda: Hingga saat ini, pasukan penjaga perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB dikenal sangat humanis dan mudah diterima oleh komunitas lokal di berbagai wilayah konflik karena mereka membawa etos Sila Kedua Pancasila.

 

Di Akhir Penutup Pembina Upacara Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dunia hari ini membutuhkan "titik temu" (common ground) seperti yang ditawarkan oleh Pancasila. Sebuah filosofi yang mengedepankan musyawarah (Sila Keempat) untuk menyelesaikan sengketa, dan keadilan sosial (Sila Kelima) agar tidak ada bangsa yang merasa ditinggalkan.

Pancasila telah membuktikan dirinya melampaui batas zaman dan sekat geografis. Dengan menjadikan Pancasila sebagai jiwa dalam setiap kebijakan domestik dan diplomasi internasional, Indonesia tidak hanya merawat rumah tangganya sendiri, tetapi juga menawarkan kompas moral bagi dunia yang sedang mencari jalan menuju perdamaian abadi.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

    NO HP 083857963098